Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 2


__ADS_3

Ace segera menuju kantor pusat Guild yang berada di tengah kota. Untuk memeriksa status Dungeon tingkat 5 terbaru saat ini.


Tertulis di papan pengumuman, bahwa para pasukan Kerajaan sedang menjalankan tugas perbaikan. Namun tidak diketahui pasti kapan hal tersebut akan selesai.


"Apa benar sekacau itu?" Ace bergumam.


"Ace-...Sedang apa kamu disini?"


Sahut seorang gadis berpakaian rapi, salah satu pengurus Guild. Dia segera menghampiri Ace yang sedang berdiri di depan papan pengumuman.


"Tidak ada apa-apa, hanya mampir." Jawab Ace.


"Oh, Aku harap kamu datang kesini bukan dikarenakan rumor itu." Ucap si gadis pengurus Guild.


"Tidak juga kok, tenang saja kak Miya. Aku tidak begitu tertarik."


Balas Ace dengan sedikit berbohong.


"Ya, kuharap kamu tidak memasukinya." Sahut Miya yang juga mengkhawatirkan Ace.


"Oh iya, kapan hal itu akan kembali normal?"


"Kurasa belum bisa dipastikan. Hingga sekarang masih belum ada kabar dari para pasukan Kerajaan yang sudah masuk ke sana."


Miya menjelaskan. "Kurasa rumor itu memang benar. Dan ditambah lagi, setiap monster yang muncul pasti akan lebih tinggi tingkatannya daripada tingkat para petualang saat ini."


"Kenapa bisa seperti itu?" Sontak Ace bertanya.


"Kami juga tidak tau pasti. Tapi, dari setiap laporan petualang yang berhasil kembali. Selalu berbeda tingkat monster nya dan teritori tempat kemunculannya"


"Hal yang menarik!" Ace kembali bergumam.


"Ace, aku harap kamu tidak pergi ke sana!" Ucap Miya menegaskan sekali lagi. "Kalau begitu aku permisi dulu banyak pekerjaan yang masih menungguku."


"Ya, aku mengerti. Terima kasih kak Miya, tentang informasinya."


Kemudian Miya meninggal Ace sendirian, dan segera menuju ke ruang kerjanya. "Meski kamu sudah mencapai petualang tingkat berlian. Tapi aku masih khawatir jika terjadi sesuatu kepadamu Ace." Seru Miya didalam hatinya.


.


.


Meninggalkan kantor pusat Guild, Ace segera menuju ke tempat penyulingan peralatan si kurcaci tua di kota.


"Paman Ymir, aku butuh bantuan mu!"


Teriak Ace yang memasuki tempat penyulingan si kurcaci Ymir. Suaranya beradu bersamaan dengan suara lonceng yang tergantung di atas pintu tempat tersebut.


"Hay, jangan berteriak tiba-tiba seperti itu!" Sahut Ymir. "Apa yang bisa aku bantu, Ace?" Ucap si tua Ymir.


"Aku ingin memasang rune ini di armor ku"


Ace segera menunjukan rune hijau kadal lumpur kepada Ymir. "Wah, rune hijau langka! Darimana kau mendapat rune ini?" Balas tanya Ymir kepada Ace.

__ADS_1


"Itu tidaklah penting, karena temanku yang memberikan ini. Jadi paman Ymir, tolong kau pasangkan ini di armor ku sekarang juga."


"Oh, Kamu ini. Benar-benar tidak sabaran. Baiklah tunggu sebentar, karena ini barang langka jadi prosesnya sedikit lebih lama"


Ymir terlihat segera menyiapkan tempat penyulingan nya. Dengan menggunakan teknik sihir penyulingan peralatan, si tua Ymir menaruh rune hijau tersebut di atas lingkaran sihir yang sudah dia siapkan.


"Cepat lepas armor mu juga."


"Baiklah paman Ymir!" Ace melepas armor yang sedang dia pakai dan memberikannya kepada Ymir.


Kemudian Ymir meletakkan armor tersebut di lingkaran sihir lainnya. Dan segera melakukan penyulingan peralatan.


Api biru dan hijau terlepas dari kedua lingkaran sihir. Kedua item melebur bersama api tersebut, dan menyatu di lingkaran sihir tengah. Kedua api tersebut membentuk partikel-partikel yang perlahan membentuk armor baru.


.


.


Tidak lama kemudian armor yang dipesan Ace telah selesai. Nampak sebuah baju armor yang begitu bersinar.


"Akhirnya selesai juga." Ucap Ymir yang terlihat kelelahan.


"Wah, sangat indah. Terima kasih paman Ymir!"


"Ya, terima kasih kembali."


Ace segera memakai armor barunya dan kini kemampuan kecepatan Ace terlihat telah meningkat dengan drastis. "Wah, dengan ini kecepatan ku bertambah lagi."


"Haha...Biasa saja paman. Berapa biaya semua ini?"


"Karena kamu pelanggan tetap di tempatku, dan ini adalah item langka. Beri saja 100.000 perak itu sudah termasuk diskon."


"Wah, yang benar paman? Bukankah itu terlalu murah?" Ace segera membayar biaya penyulingan seperti yang diminta oleh si tua Ymir.


"Tidak, itu sudah cukup mahal menurutku." Jawab Ymir dan menerima sekantong koin perak dari Ace.


"Kalau begitu aku pergi dulu paman. Sekali lagi, terima kasih banyak!"


Ace segera meninggalkan tempat Ymir, suara lonceng di atas pintu kembali berbunyi bersamaan dengan kepergian Ace.


.


.


Setelah meninggalkan tempat penyulingan, Ace segera menuju toko obat. Tidak jauh dari sana, dia hanya perlu berjalan satu block dari tempat Ymir.


Ace masuk kedalam toko obat. "Selamat siang senior Tina." Ucap Ace ketika dia masuk.


"Selamat siang juga Ace. Ada yang bisa aku bantu?" Sahut Tina.


"Iya, senior. Aku ingin membeli 20 potion tingkat menengah."


"Wah, banyak sekali Ace?" Tina pun kaget dengan permintaan Ace. "Sebentar akan aku ambilkan." Segera Tina mengambil dan memberikan semua potion tersebut kepada Ace.

__ADS_1


"Hehe...Hanya untuk berjaga-jaga saja. Terima kasih, senior Tina."


Ace menerima dan segera memasukkan potion tersebut kedalam tas pinggangnya. "Berapa total semua ini, senior Tina?"


"Karena kamu pelanggan tetap, maka 50.000 koin perak saja."


"Wah, terima kasih senior. Aku sangat terbantu kali ini." Sahut Ace dan segera membayar potion tersebut. Setelah itu Ace permisi untuk pergi, dan segera menuju ke menara Dungeon yang menjadi pusat kota Eleanor.


.


.


Menara Dungeon berdiri megah di pusat kota Eleanor. Memiliki 10 lantai, setiap lantai sesuai dengan tingkatan Dungeon nya. Tanpa pikir panjang Ace masuk kedalam menara, dilantai dasar ini terlihat ramai para petualang lain.


Didalam menara terdapat sebuah lingkaran sihir teleportasi. Yang menjadi pintu masuk kedalam Dungeon sebenarnya. Di setiap lantai juga terdapat 8 lingkaran sihir lain, yang digunakan sebagai lift menuju lantai lain.


Ace segera naik menuju lantai 5, dan di sana terlihat lebih banyak petualang lain. Dari segala ras dan suku, serta dari berbagai tingkatan.


"Sepertinya penjagaan di sini memang tidak seketat yang aku bayangkan." Ace bergumam.


Ace melihat beberapa petualang telah dievakuasi dari dalam Dungeon. Nampak para pasukan Kerajaan membawa mereka keluar. Terlihat dari penampilannya yang kacau, petualang tersebut telah menemui sesuatu yang sangat berbahaya.


Tidak lama setelah itu Ace segera menyelinap dan masuk kedalam Dungeon. Dia berpindah menuju hutan hitam, di suatu tempat didalam hutan.


"Apa yang terjadi? Titik perpindahannya kurasa berbeda." Sontak Ace curiga, dan segera memeriksa kedalam hutan.


"Lebih baik segera melihat keadaan di sini."


Tidak jauh dari titik kemunculannya, dia menemukan seorang petualang tingkat emas. Petualang tersebut dikepung oleh 5 monster serangga rawa, yang berbentuk mirip seperti lalat hijau.


"Aku tidak pernah melihat serangga ini sebelumnya. Ditambah lagi mereka semua tingkat 7" Ucap Ace dalam hatinya.


.


.


Hyaaa! Huaa-...!


Petualang tersebut berhasil membunuh salah satu serangga itu. Namun dia tetap terpojok, terlihat si petualang sudah sangat kelelahan.


Ketika itu Ace datang dengan tiba-tiba. Dan langsung menebas salah satu serangga lainnya. Tidak membutuhkan tenaga lebih, dalam sekali serang Ace membunuhnya.


"Hebat-...Siapa kamu?" Tanya si laki-laki petualang tersebut.


"Aku Ace, salam kenal. Dan maaf telah merebut buruanmu."


"Tidak masalah, lagi pula ini bukan buruan utamaku."


"Huh, apa kamu masuk dikarenakan rumor itu?" Tanya Ace menebak.


"Iya, dan ternyata rumor itu benar. Serangga ini tiba-tiba bermunculan dan tingkat mereka benar-benar diluar nalar."


"Ya, aku juga berfikir seperti itu" Sahut Ace menjawab.

__ADS_1


__ADS_2