Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 10


__ADS_3

Ace menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dan sontak Lucia kaget mendengar cerita tersebut. "Jadi apa kau sudah mengerti ?" Tanya Ace menenangkan Lucia.


"Hmm... Ya, aku ikut senang semua masalah didalam Dungeon sekarang sudah selesai" Sahut Lucia menjawab.


"Aku rasa jika Ace tidak muncul disana hingga saat ini kami masih belum bisa menyelesaikan masalah ini" Ucap Zed.


"Ya, aku setuju" Sahut Liria.


"Hehe... Tidak perlu dipikirkan, yang penting sekarang masalahnya sudah selesai" Balas Ace.


"Hmm... Kalau begitu, sekarang kita rayakan keberhasilan ini. Lucia, tolong siapkan makan terfavorit dari tempat ini" Ucap Helos memesan.


"Eh, iya. Baiklah...! Semuanya, segera siapkan menu spesial..." Lucia segera meminta para pegawainya untuk membuatkan menu spesial. "Ok, senior Lucia..." Balas Carmen, dan mereka segera memasak hidangan-hidangan tersebut.


"Mohon tunggu sebentar ya ! Aku permisi terlebih dahulu..." Ucap Lucia sopan dan pergi meninggalkan ketiga kapten itu.


Terlihat penginapan mulai ramai, banyak petualang masuk kedalam. Hari semakin larut, sinar matahari sore kini telah berubah menjadi cahaya-cahaya lampu dipinggir jalan. "Sudah gelap, tidak terasa kita sudah menghabiskan waktu yang cukup lama didalam Dungeon" Ucap Zed mengenang.


"Sudahlah kapten Zed, sekarang kita tidak perlu memikirkan hal itu. Semua masalah sudah selesai, bukankah begitu Ace ?!" Sahut Helos santai.


"Ya, aku rasa sebaiknya kalian bersantai sejenak" Balas Ace.


"Ya, aku juga setuju. Uggh... Badanku rasanya mau copot..." Sahut Liria sembari meregangkan badannya dikursi.


"Oh iya, semua, aku permisi dulu. Aku rasa ada yang membutuhkan bantuanku" Ace segere pergi menuju dapur.


"Eh...?" Lirik Liria kearah Ace.


"Ya, silahkan" Sahut Zed dan sontak langsung bersantai.


"Tidak aku sangka, anak ini cukup akrab dengan Lucia. Sebenarnya ada hubungan apa dengan mereka..." Ucap Helos penasaran. "Dan dia adalah salah satu anggota Aliansi Prajurit Bayaran, manarik !" Helos menambahkan.


"Ya, aku sempat berfikir bahwa ini semua ada kaitannya dengan Geralf" Balas Zed.


"Ada dengan dengan beliau ?" Tanya Liria.


"Geralf adalah teman baikku, tidak ada kisah yang dicerita kepadaku. Dulu, sebelum aku menjadi pasukan Kerajaan. Aku dan Geralf sering menjalankan misi dan tugas bersama. Disaat aku ingin menjadi pasukan Kerajaan, dia malah ingin mendirikan sebuah penginapan" Ucap Zed bercerita.

__ADS_1


"Kenapa penginapan ?" Tanya Liria kembali.


"Sederhana, dia ingin memberikan sebuah tempat perlindungan yang aman dan nyaman untuk para petualang" Jawab Zed.


"Sungguh mulia, tapi seorang petualang apa bisa melakukan hal seperti itu ?" Sahut Helos bertanya.


"Tentu saja bisa, dan dengan konsekuensinya. Geralf menyadari hal itu, maka dari itu dia menuju wilayah timur kota Elanor untuk mencari seorang budak" Jawab Zed.


"Hmm... Apa yang ingin dilakukan beliau ? Untuk apa mencari budak ?" Sahut Liria bertanya.


"Kalian mungkin tidak percaya. Tapi penginapan ini adalah hasil kerja keras Geralf semasa hidupnya" Balas Zed menjelaskan. "Geralf mendapatkan seorang budak, anak perempuan yang pekerja keras. Dan dia mulai mendirikan tempat ini, selama beberapa waktu, seiring berjalannya waktu. Budak itu telah pandai menjalankan bisnis miliknya. Bahkan sampai saat ini..." Jelas Zed menambahkan.


"Apa maksudmu, Lucia ?!" Ucap Liria pelan.


"Ya, kau benar" Jawab Zed. "Kalian nampak seumuran, bukan ?" Balas Zed menambahkan.


Liria dan Helos kaget seakan tidak percaya cerita dari Zed. Namun, karena mereka berdua memang tidak mengetahui sejarah penginapan tersebut. Maka kedua kapten itu percaya dengan cerita Zed.


"Sungguh tidak terduga. Lantas, apa hubungannya dengan Ace ?" Ucap Helos bertanya kepada Zed.


"Soal ini aku lebih tidak yakin. Tapi, setelah Geralf berhasil menjalankan bisnisnya. Dia sempat ingin mempunyai seorang junior" Jawab Zed. "Dan aku dengar dia berhasil mendapat junior itu. Seorang anak laki-laki berasal dari jalanan, namun memiliki ambisi yang sangat kuat" Jelas Zed.


"Ya, kau benar. Aku tidak tau namanya, dan kini dia dipanggil dengan nama Ace. Aku pun sempat meragukan hal itu, tapi kali ini aku sangat yakin. Sebab hanya mereka yang sangat berkaitan dengan cerita dari Geralf" Ucap Zed menjawab.


"Aku ingin lihat seberapa hebatnya dia ! Aku akn mengajak dia untuk menjalankan tugas bersamaku" Sahut Liria.


"Aku rasa hal itu akan sulit. Para anggota Aliansi Prajurit Bayaran tidak akan peduli dengan hal kecil semacam itu" Balas Zed.


"Kita tidak tau jika belum dicoba !" Jawab Liria.


.


.


Setelah cukup lama menunggu, kemudian datanglah Erin yang membawa menu pertama kepada para kapten itu. "Silahkan dinikmati" Ucap Erin denagn sopan.


Dan dilanjut oleh Anna yang membawa hidangan berikutnya. Hingga hidangan tersebut memenuhi meja, terlihat beberapa masakan yang menggugah selera makan. "Semoga suka" Ucap Anna.

__ADS_1


"Ya, terima kasih" Balas Liria.


Terakhir Carmen datang membawakan 3 gelas minuman spesial untuk mereka. "Silahkan dinikmati, semoga memuaskan" Ucap Carmen juga dengan sopan.


Tidak lama Ace datang menghampiri. Dia masih nampak menggunakan celemek dibadannya. "Silahkan dicoba, aku harap kalian suka dengan menu baru ini" Ucap Ace mempersilahkan.


"Apa kau yang memasak ini Ace ?" Tanya Zed.


"Hehe... Benar, maaf jika kurang cocok dengan kalian"


"Akan aku coba dulu" Sahut Helos dan segera menyuap sedikit makan kedalam mulutnya. "Hmm... Ini... Sungguh enak ! Bagaimana kau membuat ini, Ace ?! Ini benar-benar sangat enak" Jelas Helos berkata sembari mengunyah makannya.


"Woah, kau benar kapten ! Ini sungguh nikmat" Ucap Liria yang juga mencobanya.


"Tidak aku sangka kau juga pandai memasak Ace !" Sahut Zed memuji setelah merasakan masakan dari Ace.


"Hehe... Bukan apa-apa, ini juga berkat seseorang. Dan sekarang aku hanya meneruskannya..." Jawab Ace.


"Apa maksudmu Geralf ?" Ucap Zed menyela


Sontak membuat kaget Ace. "Anda tau tentang master Geralf ?" Balas Ace bertanya.


"Haha... Aku hanya mengira saja, dan ternyata hal itu benar !" Sahut Zed. "Ya, aku mengenal Geralf. Kami berdua teman dekat" Jawab Zed menambahkan.


"Astaga, maaf tidak mengetahui ini sebelumnya" Ace segera menunduk dengan sopan.


"Tidak perlu sungkan" Ucap Zed.


"Tidak aku sangka kau juniornya si ksatria legendaris Geralf" Sahut Liria.


"Bocah, jika aku tau hal ini dari awal maka maafkan perkataanku di Dungeon tadi" Ucap Helos menyela.


"Tidak apa-apa, jika aku tau kalian juga mengenal master Geralf. Harusnya aku lebih sopan lagi" Sahut Ace meminta maaf.


"Sudahlah, jangan dipikirkan. Ngomong-ngomong masakan ini luar biasa, aku jadi teringat masa lalu" Balas Zed sembari mengenang masa lalunya.


"Kalau begitu, aku permisi. Ada banyak menu menungguku..." Ace kembali meninggalkan ketiga kapten itu. Dan mereka nampak menikmati masakan yang telah disajikan.

__ADS_1


Malam semakin larut, penginapan mulai ramai kembali. Para pegawai dan dibantu dengan Ace, mereka terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Banyak riuh gemuruh suara dari petualang yang bercerita tentang pengalaman mereka.


Dan ketiga kapten juga terlihat menikmati waktu bersantai mereka. Canda dan tawa nampak terukir diwajah mereka semua.


__ADS_2