
"Awas !" Teriak si petualang dengan pedang besar itu.
Salah satu serangga dengan cepat datang menyerang mereka berdua. Dengan tangkas laki-laki dari kelas ksatria tersebut menangkis serangga itu.
Mereka berdua saling berbenturan dan kemudian mundur secara bersamaan. Dikarenakan kedua serangan mereka yang sangat kuat.
"Tuan, anda cukup tangkas. Tapi, jika seperti ini terus kita akan terpojok." Ucap Ace memperingatkan.
"Iya, aku mengerti. Apa kamu punya ide lain?"
"Hmm, aku tidak punya ide yang bagus." Sontak Ace menjawab. "Apa kamu masih memiliki potion?" Balas tanya oleh Ace.
"Hah, potion? Kurasa sudah habis terpakai semuanya. Haha...!"
"Baiklah, kalau begitu aku punya ide untukmu." Ucap Ace. "Ini ada potion yang bisa kamu gunakan."
Ace memberikan sebuah potion tingkat menengah kepada si laki-laki itu.
"Hah?! Terima kasih banyak."
"Cepat gunakan potion itu. Dan segera keluar dari sini. Satu lagi, laporkan segera kejadian yang terjadi kepada pihak Guild." Tegas Ace berkata.
"Oh, baiklah. Terima kasih banyak Ace!"
Si petualang yang nampak lusuh tersebut, segera menggunakan potion pemberian Ace. Seketika dia kembali menjadi segar.
"Tunggu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya si laki-laki tersebut.
"Tenang saja, aku punya caraku sendiri. Sekarang cepatlah keluar dari sini."
"Baiklah-...Sekali lagi terima kasih banyak."
"Dan satu lagi, kamu ikuti jalan ini saja. Lurus terus hingga sampai ke lingkaran teleportasi" Ace menunjuk kearah jalan di saat dirinya datang.
Si laki-laki petualang segera berlari kearah yang telah ditunjukkan oleh Ace. Tidak lama kemudian dia menghilang dibalik pepohonan yang rindang.
.
.
"Hmm...Baiklah, tinggal kalian bertiga dan aku disini!" Ucap Ace geram.
"Buzz-...!"
"Buuzz...!"
Ketiga serangga tersebut seakan marah kepada Ace. Mereka menyerang secara bergantian, terus menerus. Namun, dikarena kecepatan Ace telah meningkat.
Maka kemampuan mengelak nya pun juga telah bertambah.
"Haha...Kalian tidak bisa mengenai ku, bukan?" Sahut Ace sembari menghindari semua serangan monster serangga itu. "Sekarang giliran ku untuk menyerang..."
.
.
"Rasakan serangan balasan dariku! [Demon Stap] !"
Ace kemudian melancarkan serangan kepada tiga serangga tersebut secara bersamaan.
"Hyaa...!"
__ADS_1
"Sriinkk...!"
"Slaash...!"
Tidak butuh usaha lebih, Ace berhasil mengalahkan ketiga serangga tersebut dalam sekali serangan. Ketiga serangga tersebut hancur menjadi sebuah partikel-partikel kecil berwarna terang.
Dan menyisakan beberapa elixir yang cukup banyak. Elixir berupa kristal yang berwarna biru muda, dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Biasanya digunakan untuk menambah tingkat pertumbuhan seorang petualang.
"Wah, dengan elixir sebanyak ini aku bisa cepat naik ke petualang tingkat Kristal sebentar lagi.
Hmm...Tidak, tidak, bukan itu tujuan utamaku kesini." Ucap Ace.
Setelah Ace menyerap semua elixir tersebut dia segera pergi dari tempat itu. Dia maju lurus ke dapan, dengan cepat dia melompat diantara dahan pepohonan hutan hitam.
Suara riuh sebuh pertarungan tiba-tiba terdengar. "Ada apa didepan sana?" Gumam Ace, dan dia segera menuju ke sumber suara tersebut.
"Wah?! Pasukan Kerajaan." Ace bergumam.
Seketika itu Ace segera menyembunyikan dirinya diantara dahan dan dedaunan pohon. Nampak para pasukan Kerajaan yang sedang melawan gerombolan lebah petir tingkat 6.
"Hyaa! Serang yang di sana juga..."
"Awas...!"
"Khyaa-...Sriinkk...!"
Pertarungan dibawah terlihat bahwa para pasukan Kerajaan telah ditekan oleh para monster-monster tersebut. "Sial, komandan lihat lebah-lebah itu datang lagi!"
"Hmm...Meraka semua sudah kelelahan. Kenapa bisa lebah-lebah itu terus bermunculan?" Ace penasaran, dan dengan segera dia membuka pandangan yang lebih jauh.
Dengan kemampuan [Vision] miliknya.
Tidak disangka, dibelakang lebah-lebah tersebut ada seekor beruang bercangkang tingkat 8. "Astaga, pantas saja mereka kewalahan. Setidaknya beruang cangkang adalah monster langka, dan dilihat dari statusnya sudah mencapai tingkat 8." Ace pun kaget dengan penglihatannya.
.
.
Para pasukan Kerajaan juga terlihat tidak berdaya melawan beruang tersebut. Satu per satu dari mereka tumbang karena si beruang tersebut. "Komandan, kita sudah menggunakan semua potion. Bagaimana ini, apa rencana anda?" Tanya salah satu pasukan kepada sosok komandannya.
"Kita harus bisa menahan mereka, hingga bantuan datang. Kita tidak boleh membiarkan monster-monster ini turun ke tingkat bawah." Ucap komandan tersebut.
"Tapi komandan, semua pasukan sudah kelelahan, lihatlah!" Jawab si pasukan itu dengan sedikit membangkang.
"Chk...! Kau benar."
Sementara itu Ace yang mendengar percakapan mereka hanya bisa berdiam dan bersembunyi. Disaat itu pula salah seorang pasukan maju melawan beruang tersebut. Tidak berhasil melukai beruang itu, dan hanya membuat dia terpojok.
"Haaa-...Tolong!"
Beruang besar itu spontan melancarkan serangan cakarnya kepada si pasukan yang tidak berdaya tersebut.
"Sriinkk...!"
"Klaang...!"
Dalam sekejap Ace datang dihadapan si pasukan itu, menahan cakar beruang besar tersebut. Dengan salah satu belati, yang dia pegang di tangan kirinya.
"Cepat mundur. Jangan biarkan dirimu mati konyol ditempat seperti ini!"
"B-Baik, terima kasih tuan!" Si pasukan ini segera mundur sesuai perintah Ace.
__ADS_1
"Kekuatanmu memang besar, sebesar badanmu ya!" Ucap Ace kepada si beruang cangkang didepannya itu.
"Gooaarr...!?"
"Roaarrggh!"
Ace segera menghindar mundur, melihat kekuatan beruang itu sangatlah besar.
"Khaboom...!" Cakar beruang tersebut menghantam tanah, dan getarannya hingga membuat gelombang yang besar.
"Kekuatan yang luar biasa. Kau adalah salah satu monster langka, hal itu bukan sesuatu yang biasa." Sahut Ace kagum dengan beruang cangkang tersebut.
"Gooaarr!"
.
.
Seakan membalas ucapan Ace, aungan beruang itu menggetarkan seluruh tempat itu. "Siapa anak ini? Kenapa masih ada petualang didalam Dungeon?" Tanya si komandan kepada salah satu pasukan.
"Kami juga tidak tau komandan. Maafkan kami..."
"Hay, anak muda cepat kau keluar dari sini. Ini perintah langsung dari kerajaan!" Ucap komandan pasukan tersebut.
"Huh? Kurasa lebih baik kalian lah yang pergi. Di lihat dari mana pun juga, kalian sudah kalah telak." Jawab Ace.
"Hah...Beraninya kau!"
Si komandan yang tidak tau malu tersebut sontak marah kepada Ace. Namun memang benar yang diucapkan oleh Ace. Mereka bahkan sudah tidak berdaya melawan lebah petir yang terus muncul.
Ditambah harus melawan beruang bercangkang dan mempertahankan wilayah tersebut.
"Sudahlah komandan, anak ini memang benar."
"Sial, awas kau anak muda!"
"Sebaiknya kita memulihkan kekuatan kita terlebih dahulu." Salah satu pasukan menyarankan.
"Baiklah, sampai bantuan datang kita bantu anak ini. Dan mari kita lihat kemampuan anak sombong ini." Ucap komandan memerintahkan.
"Baik, komandan!"
.
.
Ace yang sedang berhadapan dengan beruang itu, tidak sedikit pun melepaskan pandangannya dari monster tersebut.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang, huh?"
"Rooaar!"
Beruang tersebut ternyata berteriak memanggil sekumpulan lebah petir lainnya. Datang 5 ekor lebah petir yang siap menyerang Ace kapan pun.
"Hay, permainan macam apa ini? Bisa-bisanya kau meminta bala bantuan!" Ucap Ace sedikit kesal kepada beruang itu.
Seperti tersenyum beruang itu balas mengejek Ace. "Sial, awas kau monster gendut." Sahut Ace semakin kesal.
"Baiklah, aku juga akan serius."
Ace mengeluarkan satu lagi belati di tangan kanannya. Belati yang sedikit lebih panjang dari yang kiri, dan memiliki warna agak terang.
__ADS_1
"Komandan, lihat anak itu!" Salah seorang pasukan menunjuk kearah Ace.
"Itu-...Belati Azure !" Ucap komandan kaget melihat belati milik Ace.