
Tidak lama Ace telah sampai di area cahaya tersebut. Terdapat lilin disetiap dinding gua yang mengarah kesuatu tempat didalam gua itu. "Akhirnya ada bagian yang terang juga" Ucap Ace bernafas lega.
"Ada apa didepan sana ya ? Semakin membuat penasaran"
Ace berjalan semakin dalam, setelah itu dia sampai disebuah ruangan yang cukup luas. "Ruang apa ini ? Dan kenapa ada banyak lorongnya" Ucap Ace bingung.
Nampak beberapa lorong dari ruangan tersebut. Salah satunya lorong dimana Ace keluar, dan masih terdapat empat lorong didepan Ace. "Harus bagaimana ini, apa tidak ada yang bisa menolongku ?" Ucap Ace kesal.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari salah satu lorong. Dan terasa sebuah hembusan angin keluar dari dalam lorong tersebut. "Suara itu...! Apa ada sebuah pertarungan !" Sahut Ace penasaran.
"Tidak mungkinkan...? Lebih baik aku periksa saja"
Tanpa pikir panjang Ace segera berlari ke dalam lorong tersebut. Mengikuti cahaya lilin, serta menelusuri lorong itu hingga sampailah disebuah altar dengan banyak pasukan Kerajaan disana.
Terlihat banyak pasukan yang terjatuh tak berdaya disana. Dan mereka dalam keadaan terpojok. "Astaga, apa-apaan ini ? Makhluk apa itu...?!" Ucap Ace terperanga melihat sesosok naga es yang begitu buas.
"Semuanya, waspada !" Ucap seorang laki-laki kepada para pasukan yang lain.
"Grooaarrrgg !"
Nafas naga es tersebut sangat dingin, hingga membuat suhu ruangan itu menjadi beku. "Tidak mungkin..." Sahut Ace bergumam.
"Aarrgggh...!"
"Awas...!"
"Mundur !"
Banyak pasukan panik karena serangan tersebut. Beberapa pasukan terpental karena hembusan nafas naga itu. Dan ada pasukan yang membeku dan menjadi patung es tak berdaya. "Mengerikan...!" Sahut Ace kembali.
"Pasukan Pendukung cepat selamatkan pasukan yang menjadi es. Para pasukan perisai bentuk pertahanan" Ucap laki-laki itu.
"Para pemenah lindungi aku. Akan aku serang langsung naga itu..." Sahut laki-laki itu menambahkan.
"Baik, kapten !"
"Kapten...?!" Jelas Ace mendengar.
.
.
Laki-laki berarmor warna perak itu berlari menuju naga es tersebut. Dan para pemanah melepaskan tembakan mereka langsung kearah naga itu. Sontak si laki-laki itu melompat tinggi bersiap menebas kepala dari naga es.
"Wussh !"
"Wussh !"
Anak panah menghujani naga itu, dan bersamaan laki-laki tersebut berhasil menebas kepala naga es. Namun, karena kerasnya kulit si naga, serangan tersebut memantalkan laki-laki itu.
"Arggh... Keras sekali kulit naga ini !" Ucap laki-laki itu sembari terpental jatuh.
__ADS_1
"Kapten, anda baik-baik saja ?"
"Ya, tenang semua. Kulit naga ini sangat keras. Kita butuh rencana lain" Sahut laki-laki tersebut.
"Kita mungkin harus meminta bantuan kapten" Ucap salah satu pasukan yang telah kelelahan.
"Chk, cepat laporkan situasi disini kepada Kerajaan. Kita tidak bisa menahan lebih lama monster ini" Sahut laki-laki itu dengan kesal.
"Baik, kapten !"
"Wah, naga ini kelihatannya sangat sulit untuk dihadapi. Hmm... Apa ada titik lemahnya ?" Ucap Ace mengamati.
"Grooaarr...!"
Gemuruh aungan si naga hingga menggetarkan seluruh altar. Seketika salah satu pasukan melihat kearah Ace. "Hey, apa yang kamu lakukan disini ?" Ucap pasukan itu.
"Huh, siapa ? Kenapa bisa ada seorang petualang disini ?!" Sahut laki-laki tersebut melihat kearah Ace.
"Hehe... Maaf, aku hanya tersesat" Balas Ace mengelak.
"Grooaaarr !"
Naga itu kembali mengaung, dan seketika menggetarkan seluruh ruangan altar tersebut. "Suara dari naga ini sungguh membuatku jengkel" Ucap Ace menggerutu.
"Semua pasukan, persiapkan diri kalian" Sahut laki-laki tersebut memaksa para pasukan.
"Hay, kapten. Lihat pasukanmu sekarang, apa anda buta ?" Ucap Ace kepada laki-laki itu.
"Hey, aku kaptennya. Siapa kau berani bicara seperti itu kepadaku !?" Sahut laki-laki dengan penuh emosi.
"Tenang kapten, kurasa ada hal yang lebih penting dari pada perdebatan kita ini. Lihatlah kearah naga itu...!" Balas Ace dan menunjuk kearah naga tersebut.
"Huh, apa yang...?! Sial...!!"
Laki-laki dengan cepat melompat dan berguling menghindari serangan terbang dari naga itu. "Awas kau naga sialan !" Gerutu laki-laki itu.
"Kurasa anda harus tenangkan diri anda terlebih dahulu" Ucap Ace sedikit mengejek.
"Diam kau...! Hwuuaaa...!"
Sekali lagi naga tersebut menyerang laki-laki itu. Dan seketika si laki-laki tersebut kembali berguling untuk menghindari serangan itu.
.
.
"Hah, pemandangan yang membosankan. Aku pikir pasukan Kerajaan itu hebat, ternyata hanya seperti ini saja. Mengecewakan..."
"Apa kau bilang ?" Sahut laki-laki dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Kapten, sebaiknya tenangkan diri anda" Balas seorang pasukan.
"Hmm... Naga ini sangat kuat. Dia berbeda dari monster langka lain" Jelas laki-laki itu.
"Ya, dia termasuk dalam monster langka peringkat tertinggi. Tapi dilihat dari serangannya, kurasa dia berada di tingkat 12" Ucap Ace menganalisa.
"Tingkat 12 ?! Itu sangat jauh dari tingkat kita yang sekarang !" Sahut para pasukan kerajaan dan terlihat mereka sangat panik.
"Tenangkan diri kalian. Jika kita bekerja sama, pasti kita akan bisa mengalahkannya" Sahut laki-laki itu menyela.
"Tapi, kenyataannya kita hanya seperti semut didepan naga itu" Panik para pasukan itu berkata.
"Chk, diam kalian semua..." Gertak laki-laki tersebut dengan kesal.
"Hay, seharusnya kalian bekerja sama !" Sela Ace berkata.
.
.
"Aku ada sebuah rencana. Tapi, kita harus saling bekerja sama. Apa kalian paham ?" Ucap Ace meyakinkan mereka semua.
"Hah, apa yang akan kau lakukan bocah ?" Sahut laki-laki yang ada disampingnya itu.
"Mudah saja, cari celah kelemahan naga itu" Jawab Ace percaya diri.
"Bagaimana cara kita mendekati naga itu ?" Tanya laki-laki itu. "Baiklah, dengarkan ini. Para pasukan perisai alihkan serangan naga itu. Bersamaan, para pemanah serang naga itu, dan sebisa mungkin kalian harus kecoh penglihatan naga itu" Jelas Ace berkata.
"Dan para spiritualis, lancarkan serangan bantuan untuk para pasukan perisai. Sementara itu, kapten, jadilah umpan untuk naga itu" Ucap Ace menambahkan.
"Apa ? Kenapa harus aku yang menjadi umpannya. Kenapa tidak kau saja !?" Bantah laki-laki itu.
"Sudahlah, kalau tidak mau juga tidak masalah. Tapi, coba lihat semua pasukanmu. Apa yang akan mereka katakan jika kau menolaknya..."
"Chk, baik, baiklah. Aku akan jadi umpannya. Puas kau !" Kesal laki-laki itu kepada Ace.
"Woah, Hehe... Pilihan yang bijak. Hebat !" Ucap Ace dan sedikit tertawa.
"Tunggu ! Apa yang akan kau lakukan ? Apa perananmu ?!" Balas laki-laki itu bertanya.
"Ah, aku akan mencari celah kelemahannya" Tenang Ace menjawab.
"Hah, sial kau bocah. Hmm... Baiklah, kita lakukan sesuai rencana anak ini. Semuanya, bersiap !" Ucap laki-laki itu memerintahkan.
"Haha... Tidak aku sangka, kau setuju dengan rencana ini" Sahut Ace.
"Memangnya ada rencana lain ? Sementara menunggu bantuan datang, apa salahnya menjalankan rencana bodohmu ini !?" Jelas laki-laki itu meyakinkan.
"Hmm... Benar juga. Aku mohon bantuannya, kapten !" Balas Ace kepada kapten pasukan itu.
"Baiklah, mari kita selesaikan ini" Ucap laki-laki itu.
__ADS_1