
Ace sampai dipenginapan, dan masih terlihat sepi pelanggan. "Selamat pagi semua !" Ucap Ace ketika memasuki penginapan.
"Selamat pagi juga, senior Ace" Sahut Carmen yang sedang membereskan meja.
"Selamat pagi, senior Ace !" Anna menyapa dan terlihat keluar dari dapur. Dan membawa alat kebersihan dari dalam dapur.
"Aku belum terlambatkan ?" Tanya Ace.
"Belum, malahan tumben sekali senior datang sepagi ini !?" Balas Carmen.
"Iya, tidak biasanya senior datang pagi" Sahut Anna menambahkan.
"Eh, aku hanya kebetulan bangun pagi" Jawab Ace mencari alasan.
"Oh, aku kira karena senior Ace takut dengan amarah senior Lucia" Ucap Carmen dengan asal bicara.
"Anu, bukan, Haha... Ini murni bangun pagi" Sahut Ace kembali.
Sontak Ace segera membantu Carmen membereskan meja. Dan nampak Anna sedang membersihkan lantainya. Tidak lama keluarlah Erin, dengan alat kebersihan dari lantai atas. Kemudian ketiga gadis itu terlihat asyik membereskan ruang penginapan bersamaan dengan Ace.
.
.
"Huh, dingin sekali. Kenapa malah tambah dingin ? Kayu api ini tidak sedikit pun dibiarkan berkurang. Tapi, hawa dingin ini tambah semakin dingin" Ucap Helos yang masih didepan api unggun.
"Kurasa memang ada yang tidak beres dengan Dungeon ini. Dan kenapa Zed lama sekali !" Liria sedikit kesal menunggu kedatangan Zed.
Tidak lama kemudian datanglah Zed dengan membawa sekantong pil penahan rasa dingin. "Maaf, aku lama ! Ada beberapa yang harus aku urus tadi. Dan makanlah pil ini, agar kalian tidak merasa kedinginan" Ucap Zed memberikan pil tersebut kepada dua kapten itu.
"Ya, sedikit lebih lama lagi, aku rasa kami akan menjadi beku disini" Sahut Helos dan segera memakan pil itu. Sontak tubuh Helos menjadi hangat, dan tidak merasa kedinginan lagi.
"Kau lama karena pil ini, bukan ?" Tanya Liria dan juga segera memakan pil tersebut.
"Ya, pil ini sangat langka. Aku harus menunggu proses pembuatannya. Dan harganya pun cukup mahal" Jawab Zed. "Oh, dan nampaknya kalian sudah berhasil membuat kemah ! Apakah ada perkembangan sejauh ini ?" Balas tanya Zed kepada dua kapten itu.
"Aku rasa kami belum mendapat apa pun sejak kedatangan kami tadi" Ucap Helos menjawab.
"Hmm... Tidak masalah, dan kita akan mengurangi jumlah pasukan yang ikut dengan kita. Sebagian akan ditugaskan untuk menjaga kerajaan selama kami tidak ada" Ucap Zed memberitahukan kepada seluruh pasukannya.
"Kenapa bisa kapten ?"
__ADS_1
"Kami juga ingin membantu !"
"Tidak perlu bertanya lagi, ini perintah. Yang pasti, jangan sampai kejadian ini diketahui oleh sang ratu. Apa kalian ingin membuat ratu khawatir ? Jika mengerti, setengah dari pasukan disini segeralah kembali ke kerajaan" Sahut Zed memerintahkan.
"Zed ? Apa yang kau pikirkan ? Apa kau ingin bunuh diri ?!" Tanya Liria kaget dengan perkataan Zed.
"Tenang, Liria. Kita akan mendapat bantuan yang lebih banyak lagi" Jawab Zed dengan tenang.
.
.
Sementara itu dipenginapan mulai terlihat ramai pelanggan. Serta para penyewa pun sudah mulai bangun dan beranjak pergi. Para pelayan terlihat sibuk, dan Ace nampak sedang menyiapkan beberapa masakan didapur.
"Anna, tolong meja sebelah sana..." Ucap Lucia menunjuk kearah salah satu meja.
"Silahkan tuan dan nona..." Carmen terlihat sedang memberikan pesanan kepada pelanggan.
"Iya, silahkan ditunggu..." Erin dengan sigap menulis beberapa pesanan pelanggan.
"Huh, seperti biasa, cukup ramai untuk hari ini" Sahut Lucia bergumam.
"Hmm... Tentu saja, karena kita memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi mereka merasa nyaman datang ketempat ini" Ace menjawab sembari membuat pesanan para pelanggan.
"Sudahlah, ini pesanan meja 10, cepat bawa kesana !" Ucap Ace.
"Eh ? Kenapa aku juga...?!" Balas Lucia kesal menerima pesanan itu.
"Cepat antar !"
"Huft !"
Ace kembali memasak hidangan lain, dan masih terlihat setumpuk menu yang harus dia buat.
Hari mulai siang, suhu panas di Eleanor mulai meningkat. Hampir semua pelanggan penginapan memesan minuman dingin. Disalah satu meja terlihat 4 orang petualang, dua laki-laki manusia, seorang pria ras halfbeast serigala dan seorang gadis elf. Nampak serius mengobrol, dan obrolan mereka terdengar oleh Ace dan yang lainnya.
"Ya, aku rasa ini misi yang bagus. Guild berani mengeluarkan hadiah yang cukup menarik" Ucap salah satu laki-laki manusia.
"Ya, aku juga setuju. Hadiahnya tidak bisa diabaikan" Balas si pria serigala.
"Ayo segera kita ikut, dengan begitu kita akan mendapat kesempan itu juga" Ucap si gadis elf bersemangat.
__ADS_1
"Ya, ya, apa salahnya membantu pasukan kerajaan mengatasi masalah kali ini..." Sahut seorang laki-laki lain.
Sontak Ace kaget mendengar percakapan mereka. Dan ingin segera memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi didalam Guild. "Ace, apa kamu ingin pergi ? Kau terlihat sangat gelisah" Ucap Lucia bertanya.
"Maaf Lucia, tapi kau benar. Aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi" Jawab Ace.
"Kalau begitu segera pergilah. Aku yakin ada seseorang yang sangat ingin kau datang" Balas Lucia.
"Eh ?! Apa kau yakin ? Bagaimana dengan penginapan ini ?"
"Aku bisa mengurus penginapan ini. Lagi pula masih ada pegawai lain"
"Lucia, terima kasih..."
Ace segera pergi meninggalkan penginapan dan Lucia. Sontak Ace berpesan kepada tiga pegawai lain untuk selalu membantu Lucia. Dengan cepat dia berlari menuju kantor pusat Guild. Disana nampak sangat ramai, banyak petualang berbaris untuk mengantri.
"Wah, ramai sekali. Sebenarnya apa yang terjadi ?!" Ucap Ace melihat kerah kerumunan para petualang.
Dengan cepat dia menuju ruangan ketua Miya. Disana terlihat lebih banyak berkas bertumpuk hingga memenuhi ruangan tersebut. "Kak Miya ? Ada apa ini sebenarnya ?!" Tanya Ace.
"Eh ? Ace kau datang, tidak aku sangka kau juga akan datang" Balas Miya yang kaget dengan kedatangan Ace.
"Kurasa ini sudah melebihi kapasitas yang bisa Guild tampung" Sahut Ace menambahkan.
"Hehe... Sebenarnya kami sepakat untuk membuat tugas berkelompok, dan misi mereka untuk membantu pasukan kerajaan mengatasi masalah di Dungeon tingkat 7" Jawab Miya.
"Hah, Apa ? Ada masalah di Dungeon tingkat 7 ?!" Kaget Ace mendengar jawaban Miya. "Kapan hal itu muncul ?"
"Ya, kami juga tidak tau pasti. Tapi, kemarin ada beberapa petualang yang kembali dari Dungeon tingkat 7 dengan keadaan yang cukup kritis" Sahut Miya.
"Astaga, masalah sebelumnya baru selesai. Sudah datang masalah lain" Balas Ace geram.
"Sudahlah Ace, kau tidak perlu ikut campur lagi" Ucap Miya.
"Heh ? Kak Miya, apa maksudmu ?"
"Aku juga sudah tau, masalah sebelumnya kau juga ikut membantu menyelesaikannya. Kapten Zed memberitahukan kepadaku" Sahut Miya.
"Apa ? Kapten Zed, jadi dia kesini. Hehe... Aku sudah tidak bisa menutupinya ya, maaf kak Miya, tapi aku tidak bisa tinggal diam disini. Jadi aku juga akan pergi kali ini" Ace dengan serius menegaskan.
"Tapi ? Jika anggota aliansi tau, maka ratu juga akan mengetahuinya..."
__ADS_1
"Tenang saja, ini juga karena permintaan anggota aliansi yang lain. Karena terbatasnya kewenangan kami, maka mereka memintaku untuk bertindak secara diam-diam" Sahut Ace menjelaskan.
"Eh ? Jadi, aliansi tidak mengabaikan masalah ini ?" Sontak Miya bertanya, dan terlihat cukup senang mendengar perkataan dari Ace.