Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 12


__ADS_3

Pagi datang di Eleanor, suara burung terdengar merdu bernyanyi membangunkan Ace yang masih tertidur. "Hoamm...! Sudah pagi ?!" Ucap Ace sembari meregangkan badannya.


Ace berjalan kearah jendela dikamarnya, membuka kaca jendela tersebut dan sontak angin pagi berhembus kearah wajahnya. "Selamat pagi Eleanor !" Ace berteriak kearah matahari terbit.


"Hari ini harus lebih cepat ke penginapan. Aku tidak ingin Lucia kecewa lagi" Ucap Ace.


Dia segera membersihkan tubuhnya, dan mengganti pakaian. Sontak dengan cepat dia pergi menuju penginapan. "Ugh... Perutku lapar, aku lupa sarapan..." Ace berlari dan meloncat diatas atap beberapa bangunan. Dengan cepat dia melaju kearah sebuah kios roti panggang didekat pasar utama Eleanor.


"Itu dia, kak Elvina !"


Melihat Ace datang dari atas bangunan sontak Elvina bertanya. "Selamat pagi Ace ! Mau pergi kemana, pergi sepagi ini ?"


"Selamat pagi juga kak Elvina, aku ingin ke penginapan. Hehe..."


"Seperti biasa, kau memang seorang yang bertanggung jawab ! Kamu ingin pesan apa ?" Tanya Elvina sembari membalik beberapa roti yang telah dia panggang.


"Aku ingin farian yang baru, apa kak Elvina punya ?" Sahut Ace.


"Tentu ada, pas sekali kamu memesannya. Menu baru ini belum aku jual, karena aku khawatir dengan rasanya. Mumpung kamu disini, kamu bisa jadi pelanggan pertama menu baru ini" Balas Elvina dengan senang.


Gadis elf berkulit agak gelap itu terlihat sangat mahir membolak-balik roti diatas panggangan. Harum dari roti yang dilapisi mentega dan dipanggang memunculkan aroma yang enak. "Aroma dari roti ini sangat enak, kak Elvina memang yang terbaik" Ucap Ace memuji.


"Haha... Ini belum apa-apa. Sebentar lagi menu baru akan selesai, setelah aku memberi sentuhan terakhirku...!" Balas Elvina.


Dia kemudian memberi beberapa topi diatas roti panggang itu. Tidak lama kemudian jadilah sebuah roti panggang dengan susu dan beberapa jenis beri diatasnya. "Selesai, ini pesananmu..." Ucap Elvina sembari memberikan roti itu kepada Ace.


"Wah... Kelihatannya enak, aroma ini membuat ingin segera memakannya" Sahut Ace.


"Kalau begitu segeralah kamu coba"


"Baiklah, akan aku coba" Ace segera memakan roti panggang tersebut. "Hmm... Ini... Enak ! Rasa susu dan berinya menyatu dengan sempurna" Ucap Ace memberikan pendapatnya.


"Wah, benarkah ? Terima kasih Ace, berarti aku bisa menambahkan farian baru ini kedalam daftar menuku"


"Ya, ini enak. Kurasa ini sudah saatnya aku pergi. Terima kasih kak Elvina" Setelah Ace membayar sejumlah koin perak, dia segera berlari menuju ke penginapan.

__ADS_1


.


.


"Kita segera berangkat, Liria, Helos. Kalian duluan masuk kedalam Dungeon. Bawa perlengkapan kalian sebanyak mungkin. Aku akan pergi ke kantor Guild terlebih dahulu" Ucap Zed meminta kepada kedua kapten kainnya.


"Baiklah, Zed. Akan kami tunggu kau didalam" Sahut Helos.


"Baik semuanya, kita akan masuk ke dalam Dungeon. Pastikan sudah membawa cukup perlengkapan" Ucap Liria kepada para pasukan kerajaan.


Mereka serentak memasuki lingkaran teleportasi, menuju ke dalam Dungeon tingkat 7. Terlihat cukup banyak pasukan kerajaan yang berpartisipasi, dan Zed segera menuju kantor pusat Guild.


"Katua Miya, apa dia ada !?" Tanya Zed kepada seorang pengurus Guild.


"Tentu, dia ada diruangannya..."


"Terima kasih..."


Zed segera menuju ruangan Miya, dan disana terlihat Miya yang masih sibuk dengan beberapa berkas. "Miya, apa kau sedang sibuk ?" Ucap Zed yang tiba-tiba masuk.


"Eh ? Kapten Zed, Iya... Maafkan aku, ada beberapa berkas yang harus aku batalkan" Sahut Miya yang nampak pucat.


"Ya, aku tau. Tapi masalah ini tidak bisa dibiarkan. Aku berharap kalian segera menyelesaikannya" Ucap Miya sedih.


"Tenang saja, pasukan kerajaan sudah masuk ke dalam Dungeon. Sebisa mungkin akan kami selesaikan" Balas Zed menenangkan Miya. "Oh, iya Miya. Apa kau mengenal Ace ?" Tanya Zed menambahkan.


"Ace ? Tentu, dari mana kau bisa tau dia ?!"


"Sebenarnya, masalah di Dungeon tingkat 5 kemarin. Selesai berkat bantuan dari Ace" Balas Zes menjawab.


"Tidak mungkin, kenapa didalam laporan tidak tertulis mengenai hal itu ?" Sahut Miya bertanya kembali.


"Aku yang menyuruh, agar tidak memberikan semua laporan" Zed menjawab dan segera meminta maaf. "Maafkan aku Miya, kupikir kami bisa menyeleaaikan semuanya sendiri. Ternyata kerajaan tidak sehebat itu" Ucap Zed menjelaskan.


.

__ADS_1


.


"Wuussh !"


"Angin disini cukup dingin, apa benar ini Dungeon tingkat 7 ?" Ucap Helos menggerutu.


"Tentu saja, di Dungeon kali ini terdapat 4 teritori beriklim dingin. Dan monster kali ini memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di lingkungan ini" Balas Liria.


"Sudahlah, sebaiknya kita segera mendirikan kemah. Kita tunggu Zed terlebih dahulu, baru kita bergerak" Sahut Helos yang sudah merasa dingin.


"Hmm... Baik semua, segera dirikan kemah disekitar sini. Jangan lupa tetap bersama, kita masih harus mengamati wilayah disekitar sini" Liria memerintahkan pasukannya untuk membuat kemah.


Sontak para pasukan itu bersama-sama saling membantu untuk mendirikan kemah. Sebagai kapten, Liria dan Helos nampak sibuk dengan memberi arahan. Serta sesekali terlihat mereka ikut membantu mendirikan kemah.


Kayu bakar telah terkumpul ditengah kemah, untuk dijadikan api unggun besar. Mereka segera menyalakan api dan membakar kayu-kayu tersebut. Api mulai berkobar, hangatnya api mulai menyebar keseluruh kemah.


"Wah... Akhirnya selesai juga. Aku merasa hidup kembali" Ucap Helos sembari menghangatkan tubuhnya didekat api unggun.


"Ya... Dan aku berharap hal ini tidak memancing para monster di wilayah sekitar sini" Sahut Liria khawatir.


"Tenang saja, jika kita tidak ceroboh kali ini, aku yakin pasti mereka tidak akan bisa mengalahkan kita" Balas Helos percaya diri.


Sementara itu dikantor Guild, nampak Zed sedang berdiskusi dengan Miya. "Miya, aku tau Ace adalah salah satu anggota Aliansi Prajurit Bayaran. Kita semua tau, bahwa aliansi tersebut masih menyandang peringkat terkuat. Apakah bisa kau meminta bantuan dari mereka ?" Tanya Zes sekaligus memohon.


"Huh, sebelumnya maafkan aku kapten Zed. Tapi aku sudah pernah meminta bantuan kepada mereka. Dan hasilnya mereka tidak ingin terlibat, kurasa hanya sang ratu yang dapat memerintah mereka"


"Huf, sangat disayangkan... Aku mengerti. Tapi aku tak ingin ratu megetahui kejadian ini dan membuat dia khawatir" Balas Zed kembali.


"Ya, aku juga berpikir sepertimu"


"Oh, iya Miya. Sebenarnya aku kesini untuk meminta bantuan kepada para petualang diseluruh Eleanor. Dengan bantuan para petualang, aku berharap akan sedikit pasukan kerajaan yang dikirim kedalam Dungeon. Dan sang ratu tidak akan mencurigai hal ini" Jelas Zed.


"Bagaimana menurutmu Miya ?" Sahut Zed menambahkan.


"Tentu, itu ide yang bagus. Dengan sesikitnya pasukan yang keluar dari dalam kerejaan. Maka sang ratu tidak akan memperdulikannya" Jawab Miya yang sependapat dengan Zed.

__ADS_1


"Baiklah, segera gunakan alasan misi dan tugas untuk menarik para petualang. Aku harus segera masuk ke dalam Dungeon. Jadi semua yang disini aku serahkan kepadamu, Miya" Ucap Zed dan segera pergi meninggalkan Miya.


Dengan sigap Miya menulis beberapa misi dan tugas berkelompok. Semua itu untuk mencari bantuan dari para petualang. Tidak lupa dia memberikan beberapa hadiah yang cukup menarik.


__ADS_2