Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 20


__ADS_3

Berlarilah pria setengah serigala membawa kapak besar miliknya. Dia melompat kearah singa es tersebut. "Kapten, awas ! Hyaa...!" Dia berteriak sembari memperingatkan Helos.


"Ugh...! Baiklah..." Helos segera melepaskan pedangnya dan melompat menghindar.


Pria setengah serigala itu menebaskan dengan kuat kapak besarnya kearah kepala singa itu. Melihat gerakan si pria dengan kapak tersebut. Singa es sontak membuang pedang yang digigitnya, dan kemudian membuat perisai es didepannya.


"Braakk !"


"Klaaank !"


Kapak besar milik pria setengah seringala itu membentur perisai es dengan keras. Namun, tidak menghasilkan dampak yang serius terhadap perisai es tersebut. "Astaga, kesar sekali perisai ini...!" Ucap pria itu menggerutu.


"Huf, singa itu memang kuat. Tapi kenapa bisa sekuat itu ?! Hal ini tidak bisa dibiarkan, jika terus seperti ini maka keseimbangan di semua Dungeon akan kacau..." Sahut si perempuan ahli sihir yang nampak kesal.


"Cih, singa ini terlalu kuat. Hanya serangan sihir yang dapat mengalahkannya..." Ucap Helos kesal.


"Kapten, kami akan menyerangnya sekali lagi. Dan untuk para petualang yang lain, cepat serang ketika dia melemah..."


Sebelum perempuan itu menyelesaikan perkataannya, pria setengah serigala telah terpental akibat serangan singa es.


"Uaggh...!"


"Rooaarr !"


Dan seketika itu juga singa es mengaung serta menghentakkan kaki depannya ke lantai altar. Dalam sekejap lantai altar berguncang dengan keras, dan muncul retakan besar disertai duri-duri es yang muncul dari dalam tanah. Gelombang tersebut menyerbu kearah para petualang dengan cepat.


Dikarenakan kaget, banyak dari petualang itu tidak dapat menghindari gelombang serangan tersebut. "Sial, itu adalah gempa es ! Teknik yang hebat, bagus untuk meratakan musuh dalam sekali serang...!" Ucap Helos yang juga terkena serangan itu.


"Aaggh...!"


"Uggh !"


"Chk, apa kita hanya bisa menunggu bantuan saja !? Sebelum itu datang, mungkin kita tidak akan bertahan..." Ucap pria setengah serigala yang terluka di beberapa bagian tubuhnya.


"Kita tetap harus percaya diri, mereka akan segera datang ! Tahan saja monster itu..." Sahut perempuan si ahli sihir yang juga nampak terluka.


"Sudahlah, jangan bertengkar ! Kita hanya perlu bertahan, aku yakin bantuan juga akan segera datang" Ucap Helos menyela, dan juga terlihat beberapa luka ditubuhnya.


.


.


"Oh, iya, Ace ! Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya ?" Tanya Liria.

__ADS_1


"Aku ingin ke tempat kapten Helos, aku juga mengkhawatirkan kelompoknya"


"Hmm... Tapi jalan kesana cukup jauh. Apalagi kamu harus kembali ke persimpangan jalan ini terlebih dahulu" Balas Liria.


"Ya, aku tau. Aku harap ada sebuah jalan pintas menuju kesana !" Jawab Ace.


"Kapten, kami akan segera membagi kristal-kristal ini. Bagaimana dengan bagian anda, kapten ?!" Ucap seorang petualang kepada Liria.


"Baiklah, aku akan mengambil bagianku terlebih dahulu...!" Liria menyerap bagian yang dia minta. Sesuai perjanjiannya dia menyerap 2 persen kristal elixir tersebut.


Kemudian diikuti Ace dengan bagian yang sama, serta dia mengambil kelima rune yang ada didepannya itu. "Kapten, coba lihat disini...!" Teriak salah satu petualang dari balik pohon besar yang sudah terlihat tua itu.


"Iya, ada apa ?!" Liria segera menghampiri pria itu dan melihat apa yang telah dia temukan. Diikuti oleh Ace dibelakangnya, mereka sontak kaget melihat sebuah lungkaran sihir teleportasi didalam pohon besar itu.


"Wah, ini lingkaran teleportasi !" Ucap Ace kaget.


"Ternyata pohon besar ini kosong didalamnya, seperti pipa yang menjulang tinggi dan hidup" Balas Liria kagum.


"Diameter pohon ini sekitar 6 meter dan dengan tinggi lebih dari 10 meter. Aku tidak yakin lingkaran ini masih berfungsi..." Sahut pria ras elf yang tiba-tiba datang.


"Memang benar, kalau tidak kita coba. Mana mungkin kita akan tau ?!" Ace menyela.


"Sebaiknya jangan gegabah, Ace ! Masih banyak hal yang belum diketahui dalam Dungeon ini" Sahut Liria.


Seketika lingkaran tersebut menyala kebiruan. Cahayanya menerangi seisi pohon tersebut hingga ke langit-langit. Ace perlahan menghilang diantara partikel-partikel cahaya yang berwarna kebiruan itu.


"Berhati-hatilah, Ace !" Gumam Liria mengkhawatirkan Ace.


.


.


Ditempat lain, terdapat sebuah kuil kecil dengan ornamen singa dan terdapat lingkaran sihir dilantainya. Cahaya mulai muncul dari lingkaran sihir tersebut. Bersamaan terkumpulnya partikel-partikel berwarna kebiruan tubuh Ace mulai berpindah ketempat itu.


"Woossh !"


"Eh ? Dimana ini !?" Ucap Ace yang kagum melihat ruangan didalam kuil itu. "Terlihat tidak asing... Seperti singa !?" Jelas Ace sembari mengingat sesuatu.


"Oh, totem singa es ! Berarti disini tempat dimana kapten Helos dan kelompoknya berada !" Ucap Ace. "Jadi ini jalan pintas ketempat ini... Tapi ini seperti sebuah kuil kuno, hmm... Sebaiknya aku periksa keluar !" Ace langsung berjalan keluar kuil itu.


Ace dibuat kaget dengan adanya kabut dingin disekitar kuil tersebut. Hingga menghalangi pandangan, dan juga hembusan dari angin dinginnya cukup kuat.


"Huh, kabut ! Aku benci hal seperti ini..." Ace menggerutu. "Aku harus temukan secepatnya kelompok kapten Helos ! Aku harap tidak terjadi sesuatu dengan mereka"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Ace segera berlari lurus untuk mencari kapten Helos dan kelompoknya. Berharap tidak terjadi sesuatu, Ace tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari arah depan.


"Apa itu ?! Apa mungkin...!"


Ace bergegas berlari kearah sumber suara itu, dan seketika dia berhenti karena suatu hal. Nampak didepannya terdapat sebuah jurang yang cukup tinggi. "Woah !! Jurang es...?!"


"Astaga, tempat ini dipenuhi tebing dan es. Sungguh tempat yang mengerikan...!"


Ace terperangah melihat sekelilingnya, terlihat tebing-tebing es yang cukup tinggi. "Eh ? Itu mereka...!" Ucap Ace melihat para petualang dibawahnya yang sedang melawan singa es.


"Aku harus cepat kesana !"


Kemudian Ace mencari jalan turun dari atas tebing tersebut. Tidak lama berkeliling dia menemukan sebuah jalan setapak menuju kebawah. Tanpa pikir panjang dia langsung berlari menyusuri jalanan itu.


"Groooaarr !"


"Ugh... Suara singa ini keras sekali, semakin mendekat suaranya semakin membesar !" Ace merasa terganggu dengan suara singa es yang menggema didinding tebing.


"Semuanya, bertahan...!" Teriak Helos.


"Ugghh !"


"Arrggh..."


"Kapten, ini sudah batas kami !" Sahut perempuan si ahli sihir.


Dengan cepat Ace melompat kearah singa es itu. Dan mengeluarkan 3 bola peledak, serta melemparkannya kearah singa tersebut. "Rasakan itu singa jelek..." Ucap Ace menyeringai.


"Boomm !"


"Rooaarr !"


Ketiga bola peledak mengenai kepala dari singa es, seketika meledak dengan sangat keras. "Ace !? Kau datang..." Ucap Helos kaget melihat kearah pria yang sebelumnya pernah menyelamatkannya itu.


"Hehe... Tenang saja kapten, aku juga akan membantu !"


"Oh, terima kasih, Ace ! Apa Zed yang memintamu untuk datang ?!" Tanya Helos penasaran.


"Sebenarnya tidak, aku datang karena keinginanku sendiri" Jawab Ace. "Aku juga sudah bertemu dengan Liria dan kelompoknya..."


"Oh, benarkah ? Bagaimana keadaan mereka...?"


"Tenang saja mereka baik-baik saja. Dari pada mengkhawatirkan mereka, lebih baik segera kalahkan singa ini. Nampaknya anda sangat kesulitan disini ?!" Balas Ace dan bertanya.

__ADS_1


__ADS_2