
"Fiuuhh... Akhirnya...!" Ucap Carmen lega.
"Ya, tanganku hampir keriting" Balas Anna.
"Terima kasih semua ! Atas kerja kerasnya" Sahut Lucia dengan senang.
"Hehe... Tidak masalah senior, ini kan memang pekerjaan kita" Jawab Carmen juga ikut senang.
Penginapan telah sepi palanggan, hari sudah semakin malam. Mereka menutup pelayanan untuk hari ini. Terlihat juga para kapten yang sangat puas dengan makanan yang tersaji. Hampir semua piring kosong dan bersih, tidak menyisakan semua makanannya.
"Apa kalian menikmatinya ?" Ucap Ace yang tiba-tiba datang menghampiri ketiga kapten itu.
"Oh, Ace ! Terima kasih atas hidangannya. Sungguh nikmat, sampai-sampai jantungku rasanya ingin berhenti berdetak" Sahut Zed menjawab.
"Ya, tidak aku sangka kau benar-benar bisa memasak" Balas Helos memuji.
"Hmm... Selain hebat dalam pertarungan, rupanya kau juga hebat dalam memasak. Aku yakin siapa pun yang menjadi pilihanmu nanti, dia pasti akan sangat bangga denganmu" Ucap Liria.
"Ahaha... Kau ini, aku tidak sehebat itu" Ace mencoba mengelak.
"Ehemm... Ace...!" Ucap Lucia menyela.
"Eh... Iya, ada apa Lucia ?" Ace dengan raut pucat menjawab.
"Baiklah, kami pamit dulu. Terima kasih, Ace, untuk makanan enaknya" Ucap Liria berpamitan, dan setelah Zed menyelesaikan pembayarannya mereka segera meninggalkan penginapan. "Kami pulang dulu, dan sebaiknya kalian segera berbaikan. Jika Geralf tau kalian bertengkar, aku rasa dia akan sangat kecewa" Sahut Zed.
Setelah ketiga kapten meninggalkan penginapan, tempat itu benar-benar sepi pelanggan. Kemudian para pegawai segera pergi untuk beristirahat, sedangkan Lucia dan Ace nampak masih ingin mengobrol.
"Senior Lucia, kami pergi beristirahat dulu. Semua penyewa juga sudah beristirahat, dan semua piring sudah selesai dicuci" Ucap Anna dan ketiga pegawai itu segera pergi ke ruang yang ada dibelakang.
"Ya, Anna, terima kasih. Beristirahatlah kalian" Balas Lucia. "Dan Ace... Maaf sudah mencurigaimu" Ucap Lucia malu kearah Ace.
"Eh, tidak apa-apa Lucia. Aku sudah memaafkanmu" Jawab Ace.
"Hiks...!" Lucia tiba-tiba memeluk Ace yang sedang berdiri didepannya.
"Anu...?! Lucia, ada apa denganmu ?" Balas Ace dan segera membalas pelukan Lucia.
"Hmm... Aku tidak ingin kehilangan kamu juga !" Ucap Lucia sembari meneteskan air matanya.
"Heh, apa maksudmu ? Aku tidak akan pergi kemana-mana" Jawab Ace dan mengelus kepala Lucia.
__ADS_1
.
.
Malam di Eleanor, jalanan kota terlihat sangat sepi. Ace kembali menuju rumahnya, disalah satu bangunan bekas sebuah villa di bukit sebelah barat daya kota. Bangunan itu nampak tidak terawat, namun didalamnya terlihat rapi dan sangat nyaman.
"Hari yang sangat melelahkan" Ucap Ace dan segera membersihkan badannya.
Setelah mengganti baju tidur, Ace segera menuju kamar tidurnya. Dia merebahkan badannya, dan menatap langit-langit.
"Master Geralf, seandainya anda masih disini. Kurasa masalah seperti ini tidak akan terjadi..." Ace memikirkan masalah diantara dirinya dan Lucia.
Memejamkan matanya dan terlelap dalam mimpi. Ace melewati hari ini dengan sangat melelahkan. Dia nampak nyaman tidur diatas kasur serta dengan selimut hangatnya.
.
.
"Lapor, kapten Zed ! Ada keadaan aneh kembali terjadi di Dungeon tingkat 7. Kantor Guild sudah mengkonfirmasi keadaan tersebut, laporan berdasarkan petualang yang kembali dari Dungeon dan dengan keadaan salah satu petualang yang sangat kritis" Ucap seorang pasukan Kerajaan melaporkan.
"Yang benar saja ?! Apa ratu sudah mengetahuinya ?" Balas Zed kaget.
"Saya rasa belum, karena pesan ini khusus ditujukan untuk para kapten"
Sementara itu ditempat lain, diatas menara penjaga sebelah timur kerajaan. Helos menerima pesan yang sama. "Chk... Masalah seperti apa kali ini ?! Tidak bisakah kita bersantai sehari saja" Ucap Helos kesal dengan kejadian tersebut.
Dan didalam kamar pribadi Liria. Dia juga mendapat laporan yang sama dari salah satu pasukan kerajaan. "Astaga, kami sudah merayakannya. Dan muncul masalah lagi ?" Sahut Liria mendengar laporan itu.
"Segera persiapkan diri kalian. Dan umumkan kepada pasukan lain untuk bersiap. Jangan sampai berita ini terdengar oleh sang ratu. Aku tak ingin membuat dia khawatir" Ucap Zed memerintahkan.
"Baik, kapten Zed !"
Pasukan tersebut segera pergi meninggalkan Zed sendirian. Nampak kesal diraut wajah Zed, mengingat masalah di Dungeon sebelumnya yang masih baru saja terselesaikan. "Huh... Aku rasa harus bekerja sama dengan para petualang lain untuk menghadapi masalah kali ini" Ucap Zed bergumam.
.
.
Didalam kantor pusat Guild masih terjadi kekacauan antara pengurus dengan para petualang. "Ketua, aku kira kejadian ini sudah terselesaikan. Kenapa masih muncul lagi kekacauan yang sama ?" Ucap salah satu petualang yang nampak sangat lusuh.
"Ya ! Ada apa sebenarnya ini ?"
__ADS_1
"Segera selesaikan masalah ini !!"
"Kami ingin menjelajah seperti yang dulu"
Banyak petualang yang berkomentar, karena munculnya masalah di Dungeon tingkat 7 kali ini. Dan terlihat banyak petualang keluar dengan keadaan yang mengkhawatirkan. Seperti sebelumnya, banyak protes terlontar kepada pihak Guild.
"Aku harap kalian tenangkan diri dulu. Kami telah mengkonfirmasi laporan kalian, kejadian ini akan segera ditangani oleh pasukan Kerajaan. Aku harap kalian bisa sedikit lebih bersabar" Ucap ketua Miya menangani protes para petualang.
Para kerumunan petualang mulai meninggalkan kantor pusat Guild. Keadaan didalam kantor kembali tenang. "Ketua, hal ini semakin parah. Sebenarnya ada apa dengan Dungeon kali ini, Huh ?" Ucap salah satu pengurus Guild.
"Aku juga kurang tau, tapi firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu yang buruk. Aku berharap kejadian ini tidak sampai melanda Eleanor" Sahut Miya khawatir.
"Hmm... Sebaiknya kita segera menyelesaikan tugas-tugas kita. Biarlah masalah ini ditangani oleh pasukan kerajaan" Balas si pengurus itu.
"Ya, baiklah. Hari sudah semakin larut, mari cepat selesaikan dokumen-dokumen itu. Oh, iya... Untuk misi dan tugas yang melintasi Dungeon tingkat 7 keatas segera batalkan" Jawab Miya menambahkan.
"Ok, segera diperiksa, Ketua !" Ucap si pengurus.
Mereka berdua dan beberapa pengurus Guild lain segera menuju ruangan masing-masing. Miya nampak sibuk dengan tumpukan kertas berisikan permintaan misi dan tugas yang harus dia tanda tangani. Banyak pengurus sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Eleanor semakin larut, malam mulai menyelimuti seluruh kota. Gelap membentuk bayangan disudut-sudut kota, serta gemerlap lampu menerangi jalanan didalam kota.
.
.
"Grooaarrr !"
"Rooaarr !"
"Kwaakk !"
Didalam Dungeon tingkat 7 disalah satu teritori. Nampak monster singa es dan elang api yang menghadapi seseorang petualang. "Meski kalian monster langka tingkat 12, setidaknya aku masih bisa memfaatkan kalian ! Haha...!" Ucap si petualang dengan jubah misterius itu.
"Belenggu Bayangan...!"
Si petualang mengeluarkan dua bayangan yang langsung menyerang kedua monater itu. Setelah serangan mengenai kedua monster tersebut, tidak lama kemudian kedua monster itu terdiam kaku.
Tatapan mata kedua monster itu seperti kosong. Mereka terlihat telah dikuasai oleh si petualang tersebut. "Haha...Untuk monster langka sebesar kalian, ternyata hanya seperti cangkang tak berisi !" Sahut si petualang itu dengan senangnya.
"Hahaha...!"
__ADS_1
"Dewiku, akan aku rebut menara ini untukmu !" Teriak si laki-laki petualang misterius itu.