
Para petualang yang telah ditugaskan oleh Zed mulai memasuki jalan masing-masing. Kelompok pertama menuju ke tempat kapten Helos, dengan cepat mereka berlari diantara tebing-tebing es.
Sementara itu kelompok kedua telah memasuki rawa es. Dan tidak perlu waktu yang lama mereka telah menemukan kelompok kapten Liria yang telah beristirahat. Sementara itu kelompok pertama masih harus melewati tebing es dengan diselimuti kabut dingin.
"Kapten, kami bantuan yang di perintahkan oleh kapten Zed. Apa kalian baik-baik saja ?" Tanya seorang pria petualang pendukung.
"Terima kasih, kalian telah datang ! Sekarang kami baik-baik saja. Dan aku minta segera bantu petualang yang masih membutuhkan pertolongan" Jawab Liria memerintahkan.
"Baiklah kapten, kalau begitu akan segera kami kerjakan !" Balas si petualang tersebut. Dan nampak dia dan beberapa petualang pendukung lain segera pergi untuk membantu petualang yang terluka.
Disaat itu juga seorang wanita ras elf dengan jubah putih datang menghampiri Liria. "Kapten, aku senang kelompokmu bisa selamat. Dan apa boleh aku bertanya satu hal ?!" Ucap wanita itu.
"Eh ? Iya, tentu saja boleh. Kau ingin bertanya apa ?" Jawab Liria dan membalas bertanya.
"Aku dengar dari kapten Zed, kau melaporkan bahwa kelompokmu berhasil mengalahkan burung elang api. Karena dibantu oleh seseorang bernama Ace, apa itu benar ?" Sahut wanita itu bertanya.
"Oh, soal itu !? Iya memang benar..."
"Lantas dimana dia, dimana Ace !?" Ucap wanita itu menyela.
"Dia pergi ke tempat kapten Helos, dan belum juga kembali lagi" Balas Liria.
"Oh, begitukah ?! Jadi aku harus kembali ke persimpangan untuk pergi ke sana juga" Sahut wanita itu dan bergegas meninggalkan Liria.
"Tunggu...!" Teriak Liria.
"Hmm... Ada apa ?" Wanita itu kembali berhenti.
"Kau tidak perlu kembali, lewat jalan pintas saja. Didalam pohon itu ada sebuah lingkaran teleportasi. Sebelumnya Ace juga melewati lingkaran itu" Ucap Liria memberitahu.
"Oh, benarkah ?! Terima kasih banyak, kapten" Wanita itu segera berlari menuju pohon besar tersebut.
Tidak berfikir lama, dia langsung memasuki lingkaran teleportsi itu. Seketika tubuhnya menghilang bersamaan dengan cahaya yang muncul dari lingkaran teleportasi. Dalam sekejap mata, sampailah wanita itu di dalam kuil es. "Benar-benar berfungsi..." Ucap wanita itu kagum.
"Sekarang tinggal mencari keberadaan Ace... Dan bagaimana keadaan disini ya !?" Dia berjalan keluar kuil dan melihat disekitar masih ada kabut dingin yang begitu pekat. "Astaga... Ini akan sulit, berbeda dengan tempat kapten Liria. Disana tidak ada kabut setebal ini" Ucap wanita itu kaget.
.
__ADS_1
.
Sementara itu kelompok bantuan pertama masih harus menghadapi beberapa monster es, diantaranya sekelompok serigala es, dan beberapa kelompok landak petir. Didalam kabut dingin mereka bertarung melawan monster-monster itu.
"Ada jalan didepan, apakah itu jalan keluar dari tempat ini ?" Gumam wanita ras elf penasaran.
Dia berjalan memasuki jalanan setapak yang dihimpit oleh tebing es. Berjalan menuruni tempat itu hingga sampailah dia di altar es. "Itu mereka...!!" Ucap wanita itu melihat kapten Helos dan beberapa petualang dari belakang.
Disaat dia menghampiri mereka, terdengar suara pertarungan antara Ace dan singa es. "Siapa yang bertarung..." Gumam wanita itu. "...Ace ?!" Sahut wanita itu kaget melihat Ace yang dalam keadaan tidak terkendali.
"Rooaarr !"
"Hyaaa..."
"Shriinkk"
Singa es menyerang Ace dengan cakarnya, dan dibalas oleh Ace dengan pedang besarnya. Bayangan-bayangan Ace mulai menyerang singa tersebut, kemudian singa es menghindar dan kembali menyerang.
Pertarungan mereka kembali berlanjut, suara pedang beradu dengan cakar-cakar singa es membuat bising ditelinga. Seketika Ace terkena serangan cakar langsung ditubuhnya. Dan membuatnya terlempar cukup jauh.
"Shriinkk"
"Brruukk"
Terlihat Ace sangat kesakitan, akibat terbentur keras ke lantai altar. Singa es kemudian menghembuskan nafas dinginnya sekali lagi, melancarkan serangan duri-duri es kearah Ace. "Ace...!!" Ucap wanita ras elf yang berlari dengan cepat menghampiri Ace yang masih tergeletak.
Sontak membuat Helos dan petualang lain menjadi kaget. Wanita itu kemudian menancapkan tombaknya ke lantai. "Dinding Hutan...!" Teriak wanita itu, dan muncullah akar pohon yang membentuk sebuah dinding pertahanan didepannya.
Serangan duri es kemudian membentur dinding tersebut. Seperti perisai besi, dinding akar itu mampu menahan serangan yang kuat dari singa es. "Ughh... Siapa kau...?!" Terlihat Ace berdiri dengan bantuan pedang besarnya.
"Wanita itu hebat, dia mampu menahan serangan sekuat itu sendirian" Ucap salah satu petualang kagum.
"Hmm... Nampaknya dia berada di peringkat emas tingkat 8. Memang mudah baginya menahan serangan monster langka ditingkat 10, seperti singa es itu" Sahut si perempuan ahli sihir.
"Aku pernah melihat dia... Dimana ya ?!" Ucap Helos sembari mengingat tetang wanita dihadapannya itu.
.
__ADS_1
.
Dijalanan kota Eleanor nampak ramai pertarungan antara prajurit bayangan dan pasukan kerajaan. Serta beberapa petualang yang dirasuki oleh bayangan-bayangan itu. Aeria terlihat sibuk menahan serangan dari para petualang yang telah dikendali oleh bayangan tersebut.
"Cih, mereka sangat merepotkan. Jika aku serang langsung tubuh mereka pasti tidak akan bisa bertahan. Tapi para prajurit bayangan ini juga terlalu merepotkan !" Ucap Aeria yang sedang bertahan dari serangan petualang lain.
"Pembelah Jiwa...!" Seorang wanita lain muncul dengan cepat menebas beberapa petualang yang kerasukan. Menggunakan katananya dia mengeluarkan tebasan yang tidak melukai para petualang itu.
"Slaassh !"
"Woossh"
Dalam sekejap makhluk bayangan muncul dari dalam tubuh petualang yang kerasukan. Dan bayangan-bayangan itu melebur dan menghilang. Seketika para petualang tersebut sadar dan kembali menjadi diri sendiri.
"Huh, Yuna. Untuk apa kau datang kemari...?" Tanya Aeria kepada wanita dengan rambut putih seperti sutra itu.
"Tentu saja membantumu, kau keberatan ?" Jawab Yuna dan balas bertanya.
"Huh, terserah kau saja !" Sahut Aeria.
"Dasar kau ini... Sebagian dari mereka tidak akan bisa kau serang hanya dengan kekuatan fisik saja. Ngomong-ngomong bagaimana keadaan disini ?!" Ucap Yuna.
"Iya, aku tau hal itu...! Seperti yang kau lihat, cukup buruk. Para prajutit bayangan terus bermunculan. Kita perlu tau sumber dari mereka semua" Balas Aeria kesal, dan sembari menyerang beberapa prajurit bayangan yang menghampirinya.
"Ya, aku sudah meminta Einel untuk mencari lokasi sumber kemunculan mereka. Aku khawatir dia berada Eleanor !" Ucap Yuna sedikit khawatir.
"Jika memang dia datang ke Eleanor, cukup kalahkan dia sekali lagi. Dan untuk selamanya ! Hyaaa..." Sahut Aeria yang menghantamkan kapaknya ketanah lagi.
"Boommm !"
"Hmm... Aku harap kita bisa...! Hahyaa..." Yuna juga kembali mengeluarkan katananya, dan menebas dengan cepat kearah prajurit bayangan.
"Slaasssh"
"Jangan khawatir, kita juga masih mempunyai satu anggota yang hebat. Pasti kita bisa mengalahkannya lagi !" Ucap Aeria dengan yakin.
"Ya, kau benar...! Mungkin Ace memang bisa...!" Sahut Yuna memikirkan Ace.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat sibuk bertarung melawan serbuan prajurit bayangan. Bersama dengan pasukan kerajaan mereka mempertahankan agar para prajurit bayangan tidak memasuki wilayah kerajaan.