Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 4


__ADS_3

Ace bersiap untuk menyerang balik beruang cangkang tersebut. Namun, kelima lebah petir menghadangnya. "Hehe... Saatnya untuk serius!" Ucap Ace.


"Buzz!"


"Buzz!"


[Demon Stap]


"Sekarang, rasakan serangan ku ini."


Ace menyerang terlebih dahulu, melaju dengan cepat kearah 3 lebah petir. Seketika ketiga lebah tersebut terjatuh, dengan beberapa luka tebasan di tubuh mereka.


"Komandan, anak itu luar biasa." Ucap seorang pasukan.


"Ya, aku juga melihatnya. Dia menggunakan teknik Demon Stap, yang merupakan salah satu teknik seorang pembunuh tingkat tinggi di Eleanor." Ucap si komandan menjelaskan.


"Dengan kata lain dia sudah di tingkat atas." Balas salah satu pasukan lainnya.


"Aku rasa begitu, karena aku seperti pernah melihat belati anak itu. Tapi, aku tidak ingat..." Si Komandan berfikir keras.


"Lihat komandan!"


Ace kembali menyerang dengan Demon Stap miliknya. Kali ini dua lebah petir yang tersisa, dengan mudah dikalahkannya.


Namun serangan terakhir ditangkis oleh si beruang cangkang tersebut.


"Sriink!"


"Chk, keras juga pertahanan mu."


Ace mengenai salah satu lengan beruang tersebut, yang nampak memiliki sebuah cangkang keras.


"Gooaarr..." Gerutu si beruang.


Beruang tersebut membalas serangan Ace. Cakar kirinya dengan keras menghantam tanah didepannya. Sontak memunculkan gumpalan tanah yang menyerupai gelombang di atas tanah.


"Bhoom!"


Serangan tersebut langsung menuju kearah Ace. Dengan sigap Ace menghindarinya ke sisi kiri beruang tersebut. "Sial, serangan gelombang tanah. Hebat juga kau!" Sahut Ace sembari menghindari serangan itu.


"Rooaarr!"


"Grrgggh!"


"Akan aku balas kau! [Demon Stap]"


Dengan kecepatannya sekarang, si beruang pun sulit untuk menahan serangan Ace. Dengan bertubi-tubi dia menebas tubuh beruang tersebut. "Hehe... Dengan kecepatan ku sekarang ini, pasti akan mudah membuat celah. Rune hijau langka ini memang berguna sekali." Ucap Ace bergumam.


.


.


"Iya, aku ingat!" Tiba-tiba si komandan berkata sesuatu. "Ingat tentang apa komandan?" Sahut seorang pasukan.


"Belati Azure itu-...Iya, aku mengingatnya dengan jelas. Dia adalah anak yang waktu itu." Ucap komandan membuat penasaran semua anggota pasukannya.


"Tidak salah lagi, dia salah satu anggota Aliansi Prajurit Bayaran!" Sahut komandan menambahkan.


"Apa?"

__ADS_1


"Yang benar saja...?"


"Woah...!"


"Kita ada harapan kali ini!"


Riuh suara para pasukan yang lain mendengar ucapan si komandan tersebut. "Kali ini kita pasti bisa mengatasi masalah ini komandan." Ucap salah satu pasukan dengan yakin.


"Iya, jika Aliansi Prajurit Bayaran bergerak. Pasti situasi ini akan segera terselesaikan." Sahut komandan kembali.


"Tidak aku sangka, anak sangat hebat." Ucap seorang pasukan menambahkan.


"Benar, dikarenakan sulitnya ujian untuk menjadi anggota Aliansi Prajurit Bayaran. Dia layak disebut seorang yang hebat." Ucap Komandan.


Disaat itu beruang bercangkang tersebut menghantam Ace dengan cakarnya. Dengan keras Ace terlempar cukup jauh.


"Arrggh!"


Teriak Ace terpental membentur tanah.


"Goaarr-...Rooaarr!"


"Sial, aku lengah. Pertahanan mu memang kuat, aku memujimu loh!" Sahut Ace menilai kekuatan beruang tersebut.


"Woah! Dia terkena serangan itu...!" Ucap salah satu pasukan.


"Tenang, kurasa dia masih baik-baik saja." Sahut si Komandan.


.


.


"Aku rasa saatnya mengakhiri pertarungan ini. Persiapkan dirimu, beruang gendut!"


[Demon Stap]


"...Kecepatan penuh!"


Dengan aura biru yang muncul dari belati Azure miliknya. Seluruh tubuh Ace seakan di selimuti energi yang luar biasa. Mata kanan Ace terlihat bersinar kebiruan.


Dan si beruang nampak sangat marah. Monster tersebut berlari menghampiri Ace, dan bersiap untuk menerkamnya.


Seketika Ace melancarkan serangan langsung yang sangat cepat.


"Selesai sudah!"


"Sriink!"


Tanpa terlihat oleh mata, kecepatan Ace seakan telah membutakan penglihatan. Seketika dia berada di belakang beruang cangkang tersebut.


Dan beruang itu nampak terdiam kaku dalam posisi bersiap untuk menerkam Ace. Kilauan cahaya biru seketika muncul menjadi goresan-goresan yang terlukis di tubuh beruang itu.


Beruang terjatuh ke depan, di belakang Ace. Dan partikel-partikel terang mulai bermunculan, diantara cahaya terang tersebut terlihat aura hitam keluar dari tubuh beruang cangkang itu.


"Rupanya memang ada yang tidak beres di Dungeon tingkat atas." Sahut Ace yang menyadari aura hitam tersebut.


"Lihat komandan, anak itu berhasil!"


"Iya, ini sebuah kemajuan yang besar." Sahut komandan dengan bangga.

__ADS_1


.


.


Tubuh beruang tersebut melebur menjadi partikel kecil yang cukup banyak. Menyisakan setumpuk kristal elixir, dan sebuah rune kuning langka dengan tato beruang cangkang.


"Hmm... Rune langka lagi!" Ucap Ace.


"Hay, anak muda. Maafkan ucapan ku sebelumnya." Ucap Komandan yang seketika menghampiri Ace.


"Oh, soal yang tadi. Lupakan saja, aku tidak terlalu peduli. Lagi pula aku juga sudah melupakannya." Sahut Ace.


"Apa? Beraninya kau..."


"Sudahlah komandan, lupakan saja." Balas salah satu pasukannya menenangkan.


"Ehem-...Karena kau sudah membunuh beruang ini. Kami ucapkan terima kasih banyak." Ucap komandan dengan berat hati.


"Tidak perlu, lagi pula aku hanya mempertahankan diriku sendiri." Sahut Ace.


"Kau bocah..."


"Untuk kalian semua, segera ambil kristal-kristal ini. Dan jangan lupa segera laporkan kejadian ini kepada Guild. Untuk rune langka ini aku ambil."


Ace meminta semua pasukan untuk menyerap kristal elixir dari lebah dan beruang tersebut. Tidak lama kemudian, semua pasukan telah menyerap elixir itu dengan rata.


"Baiklah, aku akan pergi dulu. Jaga diri kalian, dan Komandan, kurasa anda harus mengurangi sifat buruk anda." Ucap Ace dan dia segera pergi menuju teritori berikutnya.


Ace melompat ke dahan pepohonan dan dengan cepat meninggalkan sekumpulan pasukan Kerajaan tersebut. "Masalah ini, kurasa akan sedikit bertambah parah!" Ace bergumam.


Tidak lama setelah meninggalkan pasukan Kerajaan. Ace memasuki teritori Dungeon tingkat 5 yang berikutnya, yaitu gurun kematian. "Huh...Aku benci tempat ini." Ucap Ace.


Setelah melewati rawa tak berujung, para petualang harus menyeberangi gurun kematian. Didalam gurun terdapat bermacam monster beracun yang mematikan.


"Mari kita lihat, apa yang akan aku temukan di tempat ini?"


Ace berlari dengan cepat, melewati beberapa kabut berpasir. Angin gurun membawa pasir-pasir tersebut, berterbangan hingga menutupi seluruh dataran itu.


"Aku benci ini, aku harus segera menemukan tempat untuk berlindung." Ace segera menuju tumpukan tebing batuan.


"Untung saja ada tempat ini..."


Ace berdiam diantara batuan yang membentuk gua kecil. Cukup untuk dirinya berlindung hingga kabut pasir menipis.


"Berapa lama lagi kabut ini akan menipis?"


Sembari Ace melihat keadaan sekitar, dan mencoba melihat apakah ada orang lain disekitarnya menggunakan [Vision] miliknya.


Benar saja, nampak dari kejauhan sebuah cahaya yang cukup terang.


"Apakah ada petualang lain di sana?"


Dengan cermat dia mengawasi cahaya tersebut. Sekejap terdengar suara sebuah senjata, dan sekali lagi terdengar teriakan dari sebuah pertarungan.


"Oh, tidak, apakah para pasukan Kerajaan lagi? Seharusnya mereka tidak bertarung disaat seperti ini. Atau mungkin, penyebab kabut ini adalah salah satu monster dari gurun ini? Aku harus cepat memeriksanya..."


Kemudian Ace segera menuju titik cahaya tersebut. Cahaya semakin dekat, tidak lama dia melihat beberapa pasukan Kerajaan dan seorang gadis berpangkat kapten.


Mereka terlihat sedang menghadapi Kupu-kupu beracun yang sangat besar.

__ADS_1


"Astaga, kupu-kupu beracun. Monster langka tingkat 10! Kenapa serangga ini juga muncul..." Sahut Ace kaget melihat monster besar itu.


"Semua pasukan bersiap di posisi masing-masing! Para pemanah dan Ahli sihir persiapkan serangan kalian." Nampak si kapten tersebut dengan cermat memberi perintah kepada pasukannya.


__ADS_2