Ayo Pergi Ke Dungeon !

Ayo Pergi Ke Dungeon !
Chapter 15


__ADS_3

Para petualang memasuki teritori pertama di Dungeon tingkat 7 ini. Hamparan tanah es nampak sangat gersang. Bebatuan es berada dimana-mana, angin dingin bertiup dengan kencang. "Untung saja kita sudah memakan pil dari kapten Zed. Hawa dingin disini benar-benar tidak terasa sama sekali" Ucap salah satu petualang.


Mereka terus berjalan menelusuri padang es itu, dan kabut es mulai turun. Kabut tersebut membuat jarak pandang semakin terbatas. "Semuanya berhati-hati, kita tidak tau apa yang akan terjadi. Tetap dalam kelompok masing-masing" Ucap Liria memerintahkan.


"Lihat kapten, didepan sana ?" Tunjuk seorang petualang melihat kearah percabangan dua jalan didepan mereka.


Kedua jalan tersebut memiliki dua totem penanda yang berbeda. Jalan disebelah kanan memiliki totem singa es. Dan dijalan sebelah kiri memiliki totem elang api.


"Itu jalan menuju teritori selanjutnya, disini kita akan berpisah. Aku akan pergi ke jalan yang ada di kanan" Sahut Helos.


"Kapten Helos, sebaiknya kau berhati-hati" Ucap Liria mengingatkan.


"Tenang saja, Liria. Aku akan baik-baik saja, selama kita bekerja sama pasti kita bisa mengalahkan monster yang menghadang" Sahut Helos menatap kearah grup yang mengikutinya. "Ayo segera pergi, kita tidak bisa berlama-lama disini" Sahut Helos mengajak pergi.


"Baik, kapten"


"Aku duluan, Liria. Kalian juga berhati-hatilah" Balas Helos mengingatkan.


"Iya, tentu saja kami akan baik-baik saja ! Ayo grup dua kita segera pergi ke jalan sebelah kiri" Ajak Liria kepada grup yang dia pimpin.


Mereka segera berjalan melewati jalanan tersebut. Kedua grup itu tidak mengetahui rintangan apa yang akan menghadang mereka nantinya. Grup pertama terlihat sangat bersemangat, Helos dan kelompoknya memasuki teritori gurun batuan es. Banyak bebatuan es disepanjang jalan, nampak juga bongkahan es besar yang membentuk sebuah tebing es. Dan angin dingin bertiup semakin kencang.


"Kapten, kita sudah jauh berjalan. Dan belum juga mendapat petunjuk, menurutku kita beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga" Ucap seorang laki-laki yang nampak membawa perisai besar dan pedang.


"Hmm, baiklah, kau benar petualang. Kita cari tempat berlindung, kita akan beristirahat sebentar" Helos mengarahkan grupnya menuju sebuah gua yang terlihat cukup besar. "Haey petualang, siapa namamu ?" Tanya Helos kepada laki-laki tersebut.


"Aku Loran, senang bisa berkenalan dengan anda kapten" Jawab Loran.


"Ya, aku juga. Jika kita harus bekerja sama maka hal pertama adalah mengenal nama mereka" Sahut Helos. "Segera siapkan api unggun. Kita akan awasi wilayah sekitar secara bergantian. Laporkan apa saja yang kalian lihat, ingat jangan pergi sendiri untuk menghadapi masalah ini" Ucap Helos menjelaskan.


.


.


"Kapten ! Awas !"

__ADS_1


Teriak seorang petualang yang menunjuk kearah gerombolan tikus api. Tikus-tikus itu seperti berlari menghindari sesuatu, dan para petualang segera bersembunyi menghindari tikus itu.


"Bersembunyi, cepat ! Kita tidak perlu melawan mereka, kita lihat apa yang sebenarnya terjadi didepan sana" Ucap Liria.


"Berhati-hatilah, disini banyak rawa es. Salah sedikit kalian bisa masuk kedalam lubang rawa" Liria menambahkan serta mengingatkan.


"Baik, kapten !"


Grup kedua segera maju setelah gerombolan tikus api itu menghilang. Terus menelusuri rawa es, diantara kabut es mereka melihat sebuah kobaran api yang sangat terang. "Lihat, kapten. Api apa itu ?" Ucap seorang pria ras halfbeast serigala.


"Ayo kita periksa, dan tetap tenang. Semua bersiap untuk serangan" Sahut Liria memerintahkan.


Semakin mendekat kabut juga semakin menipis. Tidak disangka, kobaran api itu adalah elang api monster langka tingkat 12. "Astaga, ini tidak mungkin, bukan ?!" Si pria itu kaget melihat elang besar berselimutkan api berdiri didepan mereka.


"Pelankan suara kalian, kita tidak ingin memancing perhatiannya. Aku rasa dia selesai berburu !" Ucap Liria menenangkan para petualang yang nampak panik.


Terlihat elang tersebut telah sibuk dengan mangsanya. Nampak paruh tajamnya mengoyak daging dari tikus api buruannya. Dengan lahap dia menelan daging tikus itu.


"Perhatikan sekitar, kita akan menyergap dia dari belakang. Aku ingin petualang dengan panah siap menembak dari tempat ini. Yang lain, sergap dari belakang bersama-sama. Aku akan memancing perhatiannya..." Liria memerintah.


"Tapi kapten ? Apa tidak terlalu beresiko ?" Tanya salah satu petualang lain.


.


.


Ace terlihat senang sekali, dia bergegas kembali ke tempat penyulingan. "Paman Ymir...! Aku sudah dapat inti batu besi itu" Ucap Ace mengagetkan.


"Guubrrak !"


"Klaantannk !"


"Ace bisakan kau masuk dengan cara normal !" Sahut Ymir yang kembali dari tangga.


"Hehe... Maafkan aku paman. Cepat segera pasangkan rune ini" Balas Ace yang tidak sabar.

__ADS_1


"Huft... Kau ini dasar. Baiklah letakkan semua bahan diatas lingkarang sihir ini. Dan jangan lupa 20 inti batu besinya juga" Sahut Ymir yang telah menyiapkan lingkaran sihirnya.


"Baiklah, paman"


Ymir memulai proses pemasangan rune, belati Azure nampak bersinar. Inti batu besi perlahan melebur bersama dengan masuknya rune kedalam belati tersebut. Cahaya hijau kebiruan serta dengan kilatan merah membentuk ulang belati itu. Nampak cukup rumit proses kali ini, tapi bagi Ymir itu bukan hal yang sulit.


"Selesai, dan sempurna seperti baru dipoles" Ucap Ymir dengan bangga telah menyelesaikan pekerjaannya.


"Wah, terima kasih paman. Ini benar-benar seperti baru !" Balas Ace kagum. "Tidak sia-sia aku pergi ke toko nona Urlic" Sahut Ace menambahkan.


"Haha... Tentu saja. Semua yang memakai inti batu besi dijamin akan berhasil" Ucap Ymir.


"Oh, iya paman, berapa biayanya ? Aku buru-buru, jadi aku segera pergi" Tanya Ace yang tidak sabaran.


"Akan pergi kemana kau ? Tapi itu sudah bukan hal yang aneh buatku. Beri saja aku 250.000 koin perak, itu sudah aku diskon"


"Terima kasih paman, ini koinnya... Aku pamit dulu !" Ace segera berlari keluar tempat itu. Angin dari langkah Ace hingga menggetarkan ruangan penyulingan.


"Woossh !"


"Ace !! Bisakah kau keluar dengan cara biasa !?" Ymir nampak kesal dengan kebiasaan Ace. "Huh, dasar anak itu... Dan kau Geralf, memang seleramu itu buruk. Tapi, pilihanmu tidak buruk" Ucap Ymir bergumam sembari menatap pintu.


"Cepat, harus cepat !"


Ace berlari dan semakin menambah kecepatannya. Dia segera menuju ke Menara Dungeon, dan masih terlihat cukup banyak petualang diluar menara. Tanpa pikir panjang Ace segera masuk ke dalam menara tersebut. Serta langsung menuju lantai ke 7 dan segera memasuki lingkaran teleportasi.


"Wuzzz !"


"Sampai juga !" Sahut Ace ketika dia memasuki wilayah dingin. "Eh ? Kenapa banyak petualang lain ? Apa yang terjadi ?!" Gumam Ace sembari memeriksa.


"Kemah... Itu kapten Zed ?! Sebaiknya bertanya langsung kepadanya" Ucap Ace menghampiri Zed.


"Eh ? Ace, kau kesini ?" Tanya Zed yang tidak sengaja melihat Ace menhampiri dirinya.


"Ya, kapten. Ada apa ini sebenarnya ? Kenapa ada banyak petualang disini ?" Balas Ace dan bertanya.

__ADS_1


"Sebenarnya...!"


Zed menjelaskan semuanya kepada Ace, dan dia mengerti sekali situasinya. Karena Ace juga merasakan hal yang sama, maka dia tidak banyak berkomentar.


__ADS_2