
"Kerjaan segini saja tidak akan membuat aku menyerah ataupun mengeluh, lipatan segunung pun aku akan jabanin," gumamnya Alisha yang sedari tadi tersenyum merapikan, melipat dan membersihkan serta mengatur kembali barang-barang anak asuhnya kembali ke tempatnya semula.
Alisha dengan telaten memunguti semua barang yang tercecer di atas lantai tersebut. Nathan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku ajaib kedua saudaranya itu.
"Semoga saja Bunda tidak menyerah menghadapi kelakuan mereka, sabar ya bunda," cicitnya Nathan yang menatap iba ke arahnya Alisha yang duduk di depan lemari pakaiannya di dalam ruangan khusus berganti pakaian.
Beberapa saat kemudian, ketiga anak itu sudah selesai mandi. Nathan yang pertama kali keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum sumringah melihat kamarnya sudah rapi seperti semula bahkan lebih bagus dari sebelumnya itu.
"Woooo amazing!! Bunda Alisha bisa bereskan semua kekacauan yang sengaja dibuat oleh kakak Najwa dan adik Nala," ujarnya Nathan yang bola matanya berbinar dengan terang saking takjub dan bahagianya melihat kamarnya yang sudah bersih dan rapi.
Alisha menolehkan kepalanya ke arah kedatangan Nathan,"apa kamu suka dengan kamarmu sekarang?" Tanyanya Alisha yang menyambut kedatangan Nathan dengan menggandeng tangannya Nathan lalu berjalan menuju kamar ganti.
"Aku suka banget Bunda, apa Bunda yang mengerjakan semua ini atau dibantu sama meid?" Tanyanya Nathan yang masih tidak dapat percaya dengan apa yang dilakukan oleh Alisha.
"Alhamdulillah, kalau kamu suka dengan hasil pekerjaannya Bunda," ujarnya Alisha dengan tersenyum ramah.
Najwa dan Nala yang baru saja keluar dari kamar mandi pun ikut terkejut dengan apa yang terjadi di dalam kamar pribadinya. Kamar tidur yang awalnya sungguh sangat berantakan sekarang sudah mulai nampak rapi, bahkan suasana dan penataannya lebih rapih, bersih dan nuansanya mencerminkan ketenangan.
Nala dan Najwa saling bertatapan satu sama lainnya saking tidak percayanya karena hanya dalam waktu beberapa menit saja, kamarnya mereka sudah kembali menjadi tertata rapi.
"Apa kalian senang dengan kamarmu?" Tanyanya Alisha yang berjalan ke arah Najwa dan Nala yang terdiam kebingungan dan mulut mereka menganga membentuk huruf O.
"Sepertinya cara yang kami pilih tidak tepat, aku harus mencari cara yang lebih ekstrim dari ini," batinnya Nala.
"Baby Sitter yang dulu-dulu baru seperti ini sudah nyerah, kapok dan cabut dari sini, tapi beda dengan perempuan ini, apa aku harus cari cara yang lain agar ia tidak betah dan minta berhenti bekerja merawat dan menjaga kami?" Najwa membatin dan terdiam berpikir keras untuk mencari cara agar Alysha berhenti jadi pengasuhnya.
Najwa memanggil adiknya dengan memberikan kode agar Nala lebih mendekatinya dengan mengayunkan tangannya. Nala yang diberikan kode segera melaksanakan arahan dari kakaknya tersebut dengan mendekatkan wajahnya ke arah wajahnya Najwa.
"Kita harus menjalankan rencana B, karena rencana A kita tidak berhasil kamu setuju kan dengan rencanku kan?" Tanyanya dengan berbisik-bisik agar Nathan dan Alisha tidak mendengarnya.
__ADS_1
Nathan dibantu oleh Alisha untuk berpakaian, sedangkan kedua saudaranya yang lain memilih untuk berpakaian sendiri.
"Hanya pekerjaan seperti itu tidak akan membuat aku untuk menyerah dan pergi dari sini, kalian belum kenal siapa aku sebenarnya," cicitnya Alisha yang tersenyum penuh kemenangan.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Najwa sudah duduk dibangku kelas satu sekolah menengah pertama sedangkan sikembar Nala dan Nathan duduk di bangku sekolah dasar kelas 4.
Sepeninggal ketiga bocah kecil itu, Alisha baru bisa bernafas lega karena sudah istirahat dari pekerjaannya untuk sementara waktu. Ia pun melihat jam yang terpasang dengan baik dan kuat di dinding yang tenyata sudah pukul 9 pagi.
"Pantesan perutku sudah kriuk-kriuk ternyata sudah waktunya sarapan," lirihnya sembari memegang perutnya itu.
Alisha berjalan ke arah dapur, ia melihat beberapa rekan kerjanya sudah duduk saling berhadapan dengan temannya yang lain yang kebetulan sama-sama pekerja di kediaman Tuan Sungkar.
"Apa dia Baby Sitter terbaru ketiga anaknya Tuan Muda Adnan?" Sahutnya Erna yang menatap ke arah datangnya Alisha.
"Iya, dia adalah keponakannya Mbak Ainun," jawabnya Edah sambil sesekali menyendok makanan ke dalam mulutnya itu.
"Iya katanya sih Mbak Ainun gitu, emangnya ada dengan hal itu?" Tanya balik Erna.
Eka menenggak minumannya sebelum menjawab pertanyaan dari Erna kawannya.
"Aku lihat dia tidak seperti gadis desa dan kalau aku perhatikan dari wajahnya sih umurnya masih sangat muda mungkin sekitar 18 atau 19 tahun gitu," ungkapnya Eka yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh temannya yang mengatakan kalau Alisha adalah gadis yang terlahir dari desa.
"Iya juga sih! aku juga mengira pas pertama kali lihatnya aku pikir keluarganya Nyonya Selma," timpalnya Erna.
"Semoga saja dia betah jadi pengasuhnya anaknya Tuan Muda Adnan, kalian kan tahu yang terakhir bekerja sebagai Baby Sitter mereka yah yang paling lama itu adalah dua hari!' sarkas Eka.
"Sudah… sudah… Alisha berjalan ke sini entar dia menganggap kita sedang ghibah, gosip dan kepoin hidupnya anak baru itu," jelasnya Edah.
Pembicara dan perbincangan mereka berhenti ketika Alisha sudah mendudukkan bokongnya di atas meja makan yang ada di dapur khusus untuk pegawai.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mbak!" Ucap salamnya Alisha dengan seulas senyuman ramahnya itu.
"Waalaikun salam Alisha, ayo gabung sini kita makan bersama," pinta Edah.
Alisha tersenyum ramah lalu menjawab tawaran dari mereka," makasih banyak kak,di sini saja," jawab Alisha
..........
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…
__ADS_1