
Apa yang dialami oleh Najwa tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh Nala adik bungsunya. Ia pun sangat terkejut dan diluar ekspektasinya melihat reaksi Nathan yang tidak terduga itu.
Alisha keheranan melihat reaksi anak-anak tersebut, tapi dia tidak mau suudzon pada anak kecil tiga orang yang berada di dalam kamar bersamanya itu. Alisha menatap mereka satu persatu ia berniat untuk mengulang salamnya kembali.
"Assalamualaikum anak-anak, selamat pagi, gimana kabarnya kalian hari ini?" Tanyanya Alisha yang senyuman ramah di wajahnya sama sekali tidak pudar sedari tadi walaupun Ia dicuekin dan seolah-olah mereka sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya di dalam kamar pribadi mereka.
Alisha hanya tersenyum melihat apa yang ketiga anak kecil itu. Sudah berulang kali ia mengucapkan salam tapi, sedikit pun tidak ada yang menjawabnya.
"Apakah mereka selama ini tidak pernah mendengar orang yang mengucapkan salam yah?" Batinnya Alisha.
Najwa berjalan ke arah Alisha yang berdiri nampak bengong dan keheranan melihat reaksi dari ketiganya.
"Ooohh kamu yah pengasuh kami yang baru, kalau gitu tolong bantu kami mandi terus persiapkan semua perlengkapan sekolah kami dan…," Najwa memotong perkataannya.
Nathan yang melihat dan mendengar langsung perkataannya Najwa ikut keheranan karena menurutnya tadi terlihat dari raut wajah kakaknya itu seperti seseorang yang bahagia mendengar ada baby Sitter baru mereka pengganti yang kabur tanpa pamit itu.
"Apa kakak Najwa akan bersikap terhadap Bunda Alisha yah seperti sikap dan kelakuan kami yang suka usil dan ngerjain setiap kali ada baby sitter baru kami?" Batinnya Nathan anak kedua di keluarga tersebut.
Najwa kemudian membuka semua pintu lemari yang ada di dalam sana lalu menarik keluar isinya lalu menghamburkan semua isinya ke atas lantai.
"Tolong bersihkan semua ini barulah kami bisa mandiin adik-adikku, saya mau kamarku ini sudah rapi dan bersih sebelum aku selesai mandi," tuturnya Najwa lalu berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Nathan yang sedari tadi menyambut kedatangan Alisha di dalam kamarnya dengan pelukan segera melepaskan pelukannya saat Alisha tanpa banyak bicara dan protes segera melaksanakan perintahnya Najwa.
"Kakak!" Cicitnya Nathan sembari menggelengkan kepalanya ke arah Najwa.
"Satu hal lagi, saya tidak ingin melihat ada kotoran atau sampah atau apa pun itu di atas sini, ingat baik-baik jika tidak gaji kamu akan saya suruh Ayah untuk potong 30%, camkan itu baik-baik!!" Ancam Najwa lalu menuju kamar mandi.
Alisha mengehentikan aktifitasnya untuk kembali mendengarkan ceramah dan omelan dari Najwa. Alisha hanya terdiam saja dan tidak mau berargumen ataupun beradu mulut dengan Najwa. Alisha hanya menjadi pengamat dari sikap anak-anak tersebut.
"Kakak Najwa!! Dimana kakak simpan baju aku?" Pekik Nala yang sedang mencari pakaiannya di dalam lemari sambil membongkar semua pakaian yang sudah tertata rapi di dalam lemarinya sembari berteriak ke arah kamar mandi di mana kakak sulungnya berada.
Najwa tersenyum kegirangan mendengar teriakan dari adiknya," Nala sudah mulai beraksi, aku yakin pengasuh itu akan marah-marah, bosan dan kabur dari sini, aku suka gayamu Nala," umpat Najwa.
Alisha sangat tahu dengan pasti jika apa yang dilakukan anak-anak tersebut sengaja dan sadar karena hanya ingin membuatnya capek, kelelahan dan berujung dengan marah-marah dan Paling parahnya ia akan kabur dari kediaman keluarga Sungkar.
"Kerjaan segini saja tidak akan membuat aku menyerah ataupun mengeluh, lipatan segunung pun aku akan jabanin," gumamnya Alisha yang sedari tadi tersenyum merapikan, melipat dan membersihkan serta mengatur kembali barang-barang anak asuhnya kembali ke tempatnya semula.
Alisha dengan telaten memunguti semua barang yang tercecer di atas lantai tersebut. Nathan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku ajaib kedua saudaranya itu.
"Semoga saja Bunda tidak menyerah menghadapi kelakuan mereka, sabar ya bunda," cicitnya Nathan yang menatap iba ke arahnya Alisha yang duduk di depan lemari pakaiannya di dalam ruangan khusus berganti pakaian.
................
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…
__ADS_1