Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 19


__ADS_3

"Sudah selesai mujinya dan kagumnya?? kalau sudah bagaimana kalau kita turun sudah hampir dimulai acaranya," sarkas Nawja yang berusaha menetralkan perasannya yang masih kagum itu.


Najwa menutupi kekagumannya itu dengan cara berpura-pura marah dan tidak setuju dengan candaan mereka.


"Alisha cantik walaupun hanya gadis kampung tapi, aku tidak bisa memungkiri jika kecantikannya mampu membuat kami terhipnotis oleh penampilannya yang langsung berubah dalam secepat kilat." cicitnya Najwa.


"Bunda Alisha sangat cantik, Nathan sangat suka loh Bunda!" ujarnya Nathan yang tidak hentinya mengagumi kecantikan dan kemolekan tubuh Alisha dalam balutan gaun pesta dengan warna gold itu.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka menuruni satu persatu undakan tangga. Nawja berjalan bergandengan tangan dengan adik bungsunya Nala. Sedangkan Nathan bersama dengan Alisha yang sudah disulap beberapa menit saja yang kelihatan seperti putri dari negeri kerajaan dongeng.


Semua mata tertuju pada mereka karena MC pengisi acara segera menyerukan nama mereka. Sedangkan MC tersebut pun ikut kebingungan melihat Alisha karena namanya tidak ada di dalam daftar list nama anggota keluarga yang akan disebut olehnya dalam acara pesta ulang tahun keturunan Sungkar.


Para undangan yang kebanyakan dari kalangan kaum berada di buat takjub dan terpesona melihat penampilan dari Alisha. Bu Selma yang sedang menjamu dan menemani beberapa tamu dari rekan bisnis anak dan almarhum suaminya dulu,ikut heran dan bertanya-tanya siapa perempuan yang berada di sampingnya Nathan.


"Siapa perempuan itu yah, kenapa baru kali ini aku melihatnya dan ia sangat cantik dan jika dibandingkan dengan semua tamu dia yang paling dari segalanya," batin Bu Selma.


Yuanita yang sedari tadi terus lengket dan tidak terpisahkan dengan Adnan bagaikan perangko dengan amplop saja hingga, mereka bergandengan dengan mesranya hingga seolah-olah mereka takut jika ada yang akan merebut salah satu dari mereka pun ikut terperangah melihat Alisha.


"Perempuan itu siapa? Kok aku baru lihat apa dia temannya Najwa yah?" Batinnya Adnan.


"Ihh siapa sih perempuan gatel itu beraninya ia menggoda kekasihku, aku harus mengabari segera paman untuk menambah dosis ramuan cinta yang seperti biasa yang aku suruh buat," Yuanita membatin dengan raut wajahnya yang langsung berubah dari sumringah dan pongah sekarang jadi dongkol marah dan jengkel bercampur menjadi satu di dalam hati dan pikirannya.


"Cantik!" Satu kata yang mampu meluncur dari bibir seksinya Adnan.


Entah kenapa ia tanpa pikir panjang langsung melepas tangannya Yuanita dari pergelangan tangannya. Ia tidak menyangka dengan langkah kakinya yang berjalan ke arah Alisha. Apakah karena ramuan cinta yang diberikan oleh Yuanita sudah berkurang atau kah ada efek pengaruh lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi.


Najwa yang melihat hal tersebut segera menyunggingkan senyumnya lalu memberikan kode kepada Alisha dan adik-adiknya sesuai kesepakatan mereka sebelumnya.


"Sepertinya cara yang aku ambil cukup berhasil juga, kalau seperti ini aku harus membuat kesepakatan baru dan cara yang baru bersama Mbak Alysha agar bisa mengusir wanita jadi-jadian itu dari rumahku ini," gumam Najwa.

__ADS_1


Alisha hanya terdiam dan sesekali hanya tersenyum menanggapi teguran dan sapaan dari tamu yang berdatangan memeriahkan acara tersebut.


"Apa aku harus seperti ini terus yah? Bagaimana kalau aku keceplosan dan lupa dengan perjanjian aku dengan Nona Nawja bisa gawat kalau seperti itu," lirihnya Alisha.


Adnan terus melangkahkan kakinya menuju tangga untuk menyambut kedatangan anak-anaknya. Lalu meninggalkan Yuanita yang berdiri seperti patung dengan mimik wajah yang berubah-ubah dan sulit untuk digambarkan perasaan yang muncul di dalam hatinya Yuanita.


Adnan terus tersenyum bahagia ke arahnya Alisha sedangkan Alisha sudah mulai nerves, grogi, salah tingkah hingga keringat dingin mulai bercucuran di sekujur tubuhnya.


"Ya Allah… Tuan Adnan berjalan ke arah kami, apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini jadinya?" Cicitnya Alisha yang menggenggam tangannya Nathan cukup kuat.


Nathan yang menyadari apa yang dirasakan oleh Alisha segera menggenggam dan mengelus punggung tangannya Alisha lalu tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Nathan seolah memberikan kekuatan dan pikiran positif agar Alisha tidak perlu khawatir dan ketakutan seperti itu.


Alisha yang menyadari dengan sikapnya tersebut segera berusaha untuk percaya diri dan tenang," ya Allah bantulah aku untuk bersikap tenang dan apa adanya agar tidak ada yang curiga dengan rencana yang disusun oleh Nona Muda."


Nawja dan Nala sudah bergabung dengan neneknya sedangkan Nala dan Alisha disambut oleh uluran tangannya Adnan. Tapi, semua orang kembali dibuat tercengang karena, ternyata bukan hanya tangannya saja Adnan yang mengarah ke hadapan Alisha melainkan ada tiga orang yang telah bersamaan untuk memperebutkan Alisha.


"Sepertinya semakin menarik," cicitnya Najwa.


"Kok Alisha tidak ada yah? Apa dia baik-baik saja?" Gumam Bu Selma lalu memandang ke arah Bibi Ainun.


Sedang bibi Ainun yang ditatap seperti itu segera berjalan ke arah Nyonya besar rumah itu.


"Bi Ainun! Alysha nya mana? Kok dia tidak ikut gabung dengan kita?" Tanyanya Bu Selma.


"Eehh Alisha… oh iya Alysha pulang kampung Bu, tadi sekitar 1 jam yang lalu ia mendapatkan telpon dari kampung katanya Neneknya Bu Maryamah sedang tidak sehat," jelasnya Bu Ainun dengan sedikit gagap.


Najwa dan kedua adiknya yang melihat situasi dan kondisi yang tercipta dan berjalan sesuai dengan rencananya.


"Mbak Alisha akan aku berikan bimbingan khusus kalau seperti ini, tapi siapa orang yang pantas dan bisa mengajarinya secara kilat yah?" Lirih Najwa yang sedari tadi tersenyum kegirangan.

__ADS_1


Nala berjalan ke arah kakaknya sambil membisikkan kata," kakak sepertinya rencana kita berjalan mulus."


Najwa hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan adik bungsunya itu. Sedang Alisha terus melirik sekilas ke arah Najwa agar dia mendapatkan petunjuk apa yang harus Ia kerjakan selanjutnya.


Ada tiga pria yang berdiri di hadapan Alisha yang sama-sama bersamaan mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan lembut tangannya Alisha sang Baby Sitter pilihan tersebut.


Adnan Arkana Sungkar pria duda keren beranak tiga dengan usianya yang baru menginjak usia yang ke 29, pria kedua Aldiano Smith Loil dan satunya lagi pria yang masih single pengusaha kaya dan sukses diusianya yang masih muda juga Alvian Dharmawan.


Dengan hati yang mantap dan pasti Alisha sudah memilih siapa pria yang akan disambut uluran tangannya.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…


__ADS_2