Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 21


__ADS_3

Keadaan tersebut membuat beberapa orang atau tamu yang datang menjadi panik dan geger serta heboh melihat orang nomor satu di perusahaan Sunk Global menjadi pusat perhatian dikarenakan tubuhnya yang Hampir saja terjatuh.


"Ayah!!!!" Jeritan ketiga anaknya.


Nyonya Selma pun ikut berteriak saat tubuh putra tunggalnya kebanggaannya itu oleng dan terhuyung ke belakang.


"Adnan!! Putraku!!" Jerit Bu Selma yang langsung menjatuhkan gelas yang kebetulan berada di dalam genggamannya.


Prang……..


Tubuh Adnan sudah dalam pangkuan Alisha. Sedangkan yang lainnya sudah mengelilingi tubuhnya Adnan yang sudah tidak berdaya. Pingsannya Adnan bersamaan dengan dihancurkannya botol kecil yang berisi ramuan cintanya Yuanita.


Yuanita yang lihat keadaan sudah tidak kondusif dan aman untuk dirinya segera cabut dari tempat tersebut. Ia ambil langkah seribu untuk pergi dari sana.


"Aku harus pergi sementara waktu dari sini jika paman sudah menjalankan rencana dan mantra-mantra yang sering dia pakai barulah aku kembali ke sini," gumam Yuanita yang berjalan mengendap-endap sembari celingak-celinguk melihat sekitarnya.


Fadlan yang berjalan kearah tempat acara tanpa sengaja melihat sosok Yuanita yang seperti maling saja.


"Perempuan itu mau kemana? Aku harus segera menghubungi nomor hpnya Noah agar mengikuti kemana perginya wanita ular berkepala dua itu," cercanya Fadlan sembari merogoh kantong celananya.


"Anton!!! Teriak Bu Selma.


Anton yang namanya dipanggil oleh Nyonya besar rumah itu segera berjalan tergesa-gesa ke arah kerumunan orang.


"Tolong yang lain kembali ke tempat masing-masing dan jangan berkerumun di sekitar sini," perintah David bodyguardnya Bu Selma.


Orang-orang yang mendengar perkataan dari David segera berpencar dan bubar kembali ke tempat semula.


"Angkat Tuan Muda ke dalam mobil kita harus segera bawa ke rumah sakit," titahnya Bu Selma.


Beberapa pengawal dan anak buahnya segera menjalankan perintah dari Nyonya Selma. Mereka mengangkat tubuh jangkung dan kekar milik Adnan kedalam mobil.

__ADS_1


"Najwa tolong jaga adik-adik kamu saja di rumah, biarkan Nenek dengan…." Ucapan Bu Selma terpotong lalu mengarahkan pandangannya ke arah Alisha.


Sedang Alisha yang ditatap intens oleh Bu Selma segera tersenyum tipis lalu menjawab perkataan dari Bu Selma," Aliena Bu namaku."


Najwa yang mendengar perkataan dari Alisha seakan-akan jantungnya mau copot saja karena melupakan jika ia belum memberikan nama samaran untuk Alisha Baby Sitternya. Najwa pun menghembuskan nafasnya karena apa yang ditakutkan dan dikhawatirkan olehnya bisa tertutupi oleh perkataan dari Alisha yang diluar dugaan dan ekspektasinya.


"Alhamdulillah, Mbak Alisha cukup baik dan alami memerankan perannya sebagai calon istri untuk Ayah sementara waktu saja kalau wanita jadi-jadian itu sudah menghilang dari pandangan kami untuk selamanya," Najwa membatin sambil mengelus dadanya yang baru saja lega dan tertolong berkat bantuan dari Alisha.


"Aliena yah, tolong kamu temani Ibu antar Adnan yah!" Pintanya Bu Selma dengan penuh harap.


"Iya Bu, insya Allah..," balasnya Alisha lagi.


"Aku berharap besar padamu Mbak Alisha, aku akan memberikan imbalan dan bonus yang besar yang penting perempuan luck nut dan ter kutuk itu menjauh dan musnah dari kehidupan kami untuk selamanya dan seumur hidup kami tidak akan pernah muncul lagi," cicitnya Najwa.


"Bibi Ainun aku titip anak-anak yah, kasihan mereka karena Alisha sedang pulang kampung jadi tugas untuk menjaga mereka aku serahkan pada bibi sementara waktu, tidak apa-apa kan Bi?" Harap Bu Selma sebelum naik ke dalam mobil.


Bibi Ainun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan persyaratan dan permintaan dari Bu Selma.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah menuju rumah sakit terdekat dari rumahnya. Raut cemas dan khawatir nampak jelas di dalam matanya Bu Selma. Beliau tak hentinya memegang genggaman kepalan tangannya putra tunggalnya itu dengan air matanya yang sesekali menetes membasahi pipinya.


"Ya Allah… apa yang terjadi dengan anakku, apa kah semua ini terjadi gara-gara obat dan ramuan cinta yang diberikan oleh Yuanita kepadanya sehingga seperti ini," gumamnya Bu Selma.


Alisha segera mengelus lengannya Bu Selma seakan mencoba memberikan kekuatan kepada seorang perempuan yang berstatus ibu itu lebih tenang dan sabar menghadapi segala cobaan dan ujian yang datang dalam kehidupan mereka.


"Nyonya! Bersabarlah.. insya Allah Tu… ehh Mas Adnan akan baik-baik saja," tuturnya Alysha yang hampir berbicara sesuai dengan kesehariannya selama ini.


Bu Selma melirik sekilas ke arah Alisha dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.


"Ya elah… hampir saja keceplosan Untungnya segera teringat dengan perkataan dari Nona Muda Najwa, jika tidak akan terbongkar sudah rahasia dan rencana kami," Alisha membatin dan berusaha menetralkan perasaannya yang sedikit grogi dan salah tingkah.


Sekitar lima belas menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan loby rumah sakit. Adnan segera diangkat ke dalam UGD rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan intensif dari dokter.

__ADS_1


"Ya Allah… ampunilah hambaMu ini, dan kasihanilah aku agar anakku selamat dari musibah penyakit yang tiba-tiba menyerang tubuhnya." Bu Selma membatin dan sesekali terisak dalam tangisannya.


Dokter dan beberapa perawat segera menangani Adnan. Dengan seksama Adnan segera diperiksa luar dalam. Dokter dan suster cukup sibuk saat mencari apa masalah kesehatan yang terjadi pada tubuh Adnan.


"Semoga saja ini hanya penyakit ringan, aku juga ikutan takut jika ternyata Tuan Muda Adnan mengidap penyakit yang berbahaya kasihan ketiga anak-anaknya yang masih kecil, cukuplah Bunda mereka yang Engkau panggil dengan cepat ya Allah ya Robbi," lirihnya Alisha yang ikut sedih dengan jatuh sakitnya Adnan.


Alisha meneteskan air matanya membasahi pipinya lalu secepat kilat menghapusnya karena ia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya sedih terutama Bu Selma. Untung saja make up yang dipakainya adalah make anti air jadi tidak akan belepotan saat terkena air mata.


Jauhilah oleh kalian 7 dosa yang membinasakan. Salah satunya adalah sihir. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam telah memerintahkan kita untuk menjauhi sihir, seraya menjelaskan bahwa sihir termasuk dosa besar yang dapat membinasakan. Dan hal itu menunjukkan sihir itu benar-benar ada dan bukan khurafat atau cerita bohong.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2