
"Aku akan melaksanakan semuanya sesuai dengan rencana awal kita dan pesan kakak jangan ada yang bergerak tanpa petunjuk dari aku, intinya kalian harus nurut saja dengan semua yang aku katakan sebelumnya," timpalnya Najwa dengan seringai liciknya yang terbit dari ujung bibirnya itu.
"Oke! kakak, aahhhmmm, ngantuk banget," ujarnya Nathan yang sudah ngantuk berat dan sulit sudah membuka kelopak matanya itu.
"Bersiaplah Ayah dan Mbak Alisha, kalian besok akan menghadapi kejutan yang luar biasa dari kami, jadi bersiaplah dan persiapkan mental kalian," batin Najwa seraya tersenyum penuh maksud lalu menarik selimutnya untuk bersiap tidur karena jam di dinding sudah menunjukkan angka pukul jam 11 malam.
Ayam berkokok lantang pertanda pagi sudah menyambut semua insan yang seharian terlelap dalam tidurnya. Mentari pagi memberikan kehangatan keseluruh bumi dengan sinarnya yang kemilauan.
Alisha sejak jam 4 subuh sudah terbangun dari tidurnya. Sekejap mata ia mampu melupakan insiden dan peristiwa penting yang terjadi di dalam hidupnya. Hanya dengan mengistirahatkan dan menutup matanya beberapa jam saja.
Ia terbangun dengan suasana hati dan pikiran yang tenang dan presh. Alisha menyibak tirai yang menutupi jendela kamarnya dari terpaan sinar matahari langsung. Dia kemudian merentangkan kedua tangannya ke atas setelah jendela kamarnya terbuka.
"Syukur Alhamdulillah… Makasih banyak ya Allah Engkau masih memberiku kesempatan untuk bernafas hingga detik ini dan menikmati indahnya pagi hari ini," gumamnya.
Apa yang dilakukan oleh Alisha tak luput dari perhatian dan penglihatan dua orang pria yang baru saja turun dari mobilnya. Letak dan posisi kamarnya Alisha yang berdekatan dengan carport membuatnya menjadi perhatian langsung dari Fadlan dan Adnan.
Dua pria itu dalam diam mengagumi sosok Alisha yang begitu nampak diwajahnya yang berseri, alami natural dan semakin bersinar setelah wajahnya terpapar sinar matahari pagi itu.
__ADS_1
"Cantik! Apakah sudah ada pria lain yang mengisi hatimu Alisha?" Batinnya Fadlan dengan seulas senyuman tipisnya yang terbit dari sudut bibirnya itu.
"Lumayan cantik, gadis desa tapi auranya cukup terang dan membuat siapa pun terpesona dengan kepolosannya, keluguannya, kesederhanaannya dan kecantikan alami yang dimilikinya, maaf tapi aku sudah punya calon istri yang walaupun kami akan menikah dengan latar belakang insiden dan kejadian yang mewajibkan dan mengharuskan kami untuk menikah secepatnya," Adnan membatin.
Kedatangan dua orang anak kecil kembar mampu mengalihkan perhatian dari kedua pria ganteng dan tampan paripurna itu.
"Ayah!!" Teriaknya Nala dan Nathan yang berlarian dan berlomba untuk segera memeluk tubuh ayahnya.
"Bersiaplah Ayah, Najwa akan membuat sejarah baru dalam kehidupan Ayah hari ini," Gumamnya Najwa dengan seringai liciknya yang sedari tadi terbit dari sudut ujung bibirnya itu.
****************
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Duren I Love You
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
__ADS_1
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
I love you all Readers…