
"Saya serahkan semuanya pada Tuan Muda mau panggil aku apa saja, aku sama sekali tidak permasalahkan hal tersebut," terangnya Alisha.
"Hore!!!! Hari ini Nathan sudah punya Bunda, aku tidak akan cemburu dan iri lagi sama teman, aku harus segera tanya kakak Najwa sama adik Nala, pasti mereka akan bahagia aku yakin itu," pungkasnya Nathan yang sangat sumringah bahagia karena kehadiran dan permintaannya dipenuhi oleh Alisha.
Nathan segera turun dari pangkuannya Alisha kemudian berlari kencang ke arah kamarnya kedua saudaranya itu. Raut wajahnya sangat kegirangan baru kali ini wajahnya seperti itu.
Alisha hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu dari anak majikannya. Ia tidak menyangka jika salah satu dari cucunya Bu Selma ternyata sifatnya yang dikatakan nakal hanya karena butuh kasih sayang dari seorang ibu.
"Ya Allah… lancarkan semua pekerjaanku dan semoga dengan aku bekerja disini menjadi ladang pahala dan pundi-pundi saldo pahalaku kelak bertambah," batinnya Alisha lalu bergegas untuk merapikan alat perlengkapan shalatnya itu.
Alisha merapikan terlebih dahulu seisi kamarnya lalu berjalan menuju ke arah kamar cucu pemilik rumah tersebut. Dengan langkah kakinya yang pasti ia menapaki satu persatu keramik marmer lantainya.
"Kakak Najwa bangun sudah pagi loh,apa kakak tidak mau masuk sekolah?" Tanyanya Nathan sambil membangunkan tidur kakaknya dengan menggoyang tubuhnya Najwa.
Karena kakaknya belum bangun, ia segera berjalan ke arah ranjangnya Nala. Apa yang dilakukan sebelumnya oleh Nathan juga dilaksanakan kepada adik kembarnya.
"Nala!! Bangun dong dek!! Sudah pagi loh, kita kedatangan baby Sitter baru apa kalian tidak ingin melihatnya?" Tanyanya Nathan dengan sangat antusias.
Dengan penuh kesabaran dan pantang mundur tidak menyerah sama sekali, akhirnya apa yang dikerjakan oleh Nathan berhasil juga kedua saudaranya pun bangun dari tidurnya. Nathan yang berjalan kesana kemari untuk bergantian membangunkan saudara-saudaranya itu.
Nala mengucek matanya dan menyesuaikan beberapa cahaya yang masuk kedalam retina matanya itu. Rambutnya yang seperti rambut singa karena baru terbangun dari tidurnya itu.
__ADS_1
"Apa!!! Ada pengasuh baru lagi yang datang??" Pekik Nala yang ingin memastikan bahwa apa yang barusan di dengarnya adalah nyata bukan hanya kabar angin lalu saja.
Raut wajahnya yang keheranan dan langsung berubah tersenyum licik," ada korban baru lagi nih untuk kami kerjain,aku ingin melihat apa dia sama seperti yang lainnya yang telah lalu atau apa dia beda." Batinnya Nala yang sudah duduk di atas ranjangnya dengan seringai liciknya.
Najwa yang mendengar teriakan dari adik bungsunya itu segera bangkit dari tidurnya dengan terburu-buru. Ia memandang ke arah adiknya itu yang sudah duduk dengan wajahnya yang sudah mengisyaratkan bahwa ada sudah banyak pikiran dan ide yang muncul dari dalam pikirannya untuk mengerjai Alisha sang baby Sitter barunya itu.
"Kenapa Nala nampaknya seperti ada yang dipikirkan sekaligus dia rencanakan aku harus segera mendekatinya lalu bertanya kepadanya," gumam Najwa.
Najwa segera menyibak selimutnya yang sedari semalam setia memberikan kehangatan pada tubuhnya itu. Ia pun memakai sandal kamarnya lalu perlahan berjalan ke arah Nala yang tersenyum penuh kelicikan.
Tapi, baru ingin membuka mulutnya untuk bertanya pada adiknya itu, pintu kamar mereka terbuka lebar dan muncullah wajahnya Alisha yang tersenyum sumringah ke arah ketiga anak kecil itu.
"Assalamualaikum, selamat pagi anak-anak," sapanya Alisha yang tersenyum penuh keramahan ke hadapan anak asuhnya tersebut.
Nala yang ditatap oleh kakaknya mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya saking tidak percayanya melihat reaksi Nathan yang luar biasa.
"Apa yang terjadi dengan pada adikku Nathan, tidak biasanya dia bersikap seperti itu dan paling dia yang paling pertama akan mengerjai dan bertingkah usil jika ada baby Sitter baru yang didatangkan oleh Ayah?" Batinnya Najwa dengan bola matanya membulat sempurna dan mulutnya menganga lebar membentuk huruf O besar.
Apa yang dialami oleh Najwa tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh Nala adik bungsunya. Ia pun sangat terkejut dan diluar ekspektasinya melihat reaksi Nathan yang tidak terduga itu.
Alisha keheranan melihat reaksi anak-anak tersebut, tapi dia tidak mau suudzon pada anak kecil tiga orang yang berada di dalam kamar bersamanya itu. Alisha menatap mereka satu persatu ia berniat untuk mengulang salamnya kembali.
__ADS_1
"Assalamualaikum anak-anak, selamat pagi, gimana kabarnya kalian hari ini?" Tanyanya Alisha yang senyuman ramah di wajahnya sama sekali tidak pudar sedari tadi walaupun Ia dicuekin dan seolah-olah mereka sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya di dalam kamar pribadi mereka.
......................
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…