Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 22


__ADS_3

"Semoga saja ini hanya penyakit ringan, aku juga ikutan takut jika ternyata Tuan Muda Adnan mengidap penyakit yang berbahaya kasihan ketiga anak-anaknya yang masih kecil, cukuplah Bunda mereka yang Engkau panggil dengan cepat ya Allah ya Robbi," lirihnya Alisha yang ikut sedih dengan jatuh sakitnya Adnan.


Alisha meneteskan air matanya membasahi pipinya lalu secepat kilat menghapusnya karena ia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya sedih terutama Bu Selma. Untung saja make up yang dipakainya adalah make anti air jadi tidak akan belepotan saat terkena air mata.


Kecemasan, ketakutan dan kekhwatiran jelas terlihat di wajahnya Bu Selma. Air matanya masih sesekali menetes membasahi pipinya.


Bu Selma takut jika penyakit anaknya yang pernah dideritanya kambuh kembali lagi. Penyakit yang disebabkan saat masih kecilnya dulu terjatuh dari atas tangga dengan cara berguling-guling dari anak undakan tangga yang paling atas hingga ke atas lantai dasar.


Kecelakaan itu mengakibatkan Adnan harus dioperasi dan hampir sebulan lamanya ia dirawat intensif di rumah sakit. Karena itu lah Bu Selma sangat ketakutan apa lagi hanya Adnan satu-satunya anaknya di dunia ini sebelum suaminya meninggal dunia.


"Ibu perbanyak zikir, istighfar dan mengingat kepada sang pencipta sang pemilik penguasa alam semesta, insya Allah… Mas Adnan akan baik-baik saja," tutur Alisha yang sedari tetap memberikan semangat dan motivasi kekuatan untuk tegar dan sabar menghadapi ujian saat ini.


Bu Selma membalas mengelus punggung tangannya Alisha," makasih banyak Nak,untung kamu ada disini temani Ibu, jadi ibu merasa ada temannya dan tidak merasakan kesepian untuk menjaga putranya Ibu,ada sih sebenarnya anak gadis yang sudah saya andalkan dalam menjaga cucu saya tapi katanya ia harus terpaksa pulang kampung karena neneknya sakit,"


"Kalau boleh tahu siapa dia Bu, apa keluarganya Ibu juga?" Tanyanya Alisha yang pura-pura tidak mengetahui maksud dari Bu Selma itu.


"Dia hanya gadis kampung yang baik hati dan tulus menjaga ketiga cucuku, kalau orang-orang menganggap sebagai baby Sitter cucuku tapi, bagiku ia adalah calon istri putraku," jawab panjang lebar Bu Selma.


"Huhuhu!" Alisha tersedak air liurnya sendiri hingga wajahnya yang putih mulus dan glowing itu memerah akibat batuknya tersebut.


"Apa yang terjadi padamu nak? Bu Selma melirik ke arah Anton berada di mana body guard nya berdiri sedari tadi, Anton!! Cepat kemari bawa air minum," teriak Bu Selma dengan suara yang cukup menggelegar memekakkan telinga memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Bu Selma segera menepuk pelan punggungnya Alisha untuk membantu meredakan batuknya tersebut.


"Kamu kenapa, kenapa terbatuk-batuk seperti ini?" Tanyanya Bu Selma yang heran melihat Aliena.


"Aku baik-baik saja kok Bu, Ibu tidak perlu cemas dengan kondisiku," jawab Alysha.


Berselang beberapa menit kemudian, percakapan mereka berlanjut saat Alisha sudah membaik dan kondisinya sudah stabil.


"Emangnya keluarganya Ibu sekarang mereka ada di mana?" Tanyanya Alisha yang berusaha mengorek informasi tentang silsilah keluarga besar Sungkar.


"Anggota keluarganya Ibu dan dari bapak semuanya ada di luar negri yang ada di dalam tanah air hanya keluarga jauh saja, itupun mereka juga sibuk dengan kehidupan dan dunia mereka masing-masing," jelasnya Bu Selma.


"Ooihh gitu yah Bu, aku kira ada sepupu atau adiknya ibu atau mungkin saudaranya Adnan?" Selidik Alisha kembali.


"Mas Sanjaya aku sangat merindukan dirimu, emang aku sudah menjadi milik kakakmu tapi, hingga detik ini hati ini hanya untuk kamu seorang tidak akan tergantikan dengan siapa pun juga, dan aku yakin dengan apa yang Mas juga rasakan didalam lubuk hatinya Mas buktinya hingga detik ini Mas juga tidak pernah menikah dengan wanita manapun sekalipun tidak pernah," batinnya Bu Selma.


Alisha diam-diam yang memperhatikan perubahan raut wajah dan mimiknya Bu Selma. Ia menautkan kedua alisnya karena di sana ada seulas senyumannya dan juga tetesan embun yang membasahi pipinya dalam kebisuan dan kediamannya Bu Selma.


"Apa yang terjadi dengan Ibu Selma, apa ada sesuatu yang mengganjal pikirannya itu ataukah terlalu khawatir dengan kondisi dan keadaan dari Tuan Muda Adnan yah? Tapi, kalau khawatir pasti ia akan sedih saja tanpa ada senyuman yang terbit dari wajahnya itu, aku yakin ada yang lain yang sedang dipikirkan oleh Nyonya besar Selmae jadi kepo, hehehe," batin Alisha yang ikut tersenyum dan tertawa cengengesan melihat reaksi dari Bu Selma tersebut.


Lamunannya buyar ketika tubuhnya digoyangkan dengan pelan oleh Alisha yang berperan sebagai Aliena gadis sebagai kakak dari temannya Najwa.

__ADS_1


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2