
"Kenapa harus hari ini aku bertemu dengannya padahal sejak ia memutuskan untuk menerima keputusan dan lamaran dari Papa dan Mama untuk Abang, aku sudah memutuskan untuk pergi dari tanah air," batinnya Pak Samuel Sananta.
"Makasih banyak Pak Dokter atas bantuannya, semoga Mas Adnan segera sembuh," timpalnya Alisha yang mencoba berusaha untuk menetralkan suasana kebisuan yang terjadi pada Bu Selma dan Pak Dokter Sananta.
Dokter Sananta adalah saudara kembarnya Pak Sanjaya Papanya Adnan. Awalnya Bu Selma menjalin hubungan dengan Pak Sananta tapi, karena perjodohan yang terjalin antara Bu Selma dan Pak Sanjaya yang sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua keluarga besar mereka.
Dengan berat hati, Bu Selma terpaksa menerima lamaran tersebut. Awalnya Bu Selma sama sekali tidak mengetahui jika calon suaminya adalah kakak kandung dari pacarnya. Tapi, pas di hari akad nikah mereka barulah ketahuan.
Apa boleh mau dikata nasi sudah jadi bubur. Bu Selma sudah menjadi istri sahnya Sanjaya. Sedih, hancur, dan Kecewa sangat dirasakan oleh kedua insan sejoli itu. Dengan berat hati harus saling mengikhlaskan satu sama lainnya.
Sejak hari itu, Sananta memutuskan untuk pergi dari tanah air Indonesia dan memilih menetap di luar negeri menjadi dokter umum. Tapi, beberapa hari yang lalu Dokter Sananta terpaksa pulang ke tanah air Indonesia karena ada sesuatu hal yang beberapa bulan belakangan ini menjadi pengganjal pikirannya.
"Aliena tolong masuklah ke dalam temani Adnan, Ibu akan menyusul sebentar kalau urusan ibu sudah selesai," pintanya Bu Selma yang memandang ke arah Alisha berada.
"Baik Bu," jawab singkat Alisha.
Alisha melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang ICU sambil menunggu Adnan untuk dipindahkan ke kamar perawatan vvip tapi, langkahnya terhenti saat Bu Selma kembali bersuara.
"Tunggu Fadlan,ia akan datang segera ke rumah sakit untuk bawakan kamu pakaian ganti! Kasihan kamunya nanti yang harus berjalan dan beraktivitas dengan gerakan yang terbatas untuk ke mana-mana," Tutur Bu Selma.
Alisha menolehkan kepalanya ke ibu Selma sambil menganggukkan kepalanya. Bu Selma tersenyum tulus pada Alisha yang dianggapnya sebagai Aliena.
__ADS_1
"Ya Allah… bagaimana nih, pasti kalau ganti pakaian makeup aku akan luntur seketika jadi mereka akan menyadari siapa aku," batinnya Alisha yang mulai nampak cemas dan ketakutan akan penyamarannya ketahuan oleh orang lain.
Bu Selma segera melangkahkan kakinya menuju ruangan dokter Sananta karena ada hal penting yang harus Ia katakan dan ini adalah hal yang sangat penting. Sudah lama Bu Selma ingin mengatakan hal tersebut sejak suaminya meninggal dunia. Tapi,selalu ia tidak berhasil bertemu dengan dokter Sananta.
"Aku harus katakan kejujuran ini pada Mas Sananta, aku tidak ingin membawa rahasia ini sampai mati," batin Bu Selma.
Sedangkan di ruangan lain masih di dalam sekitar area lokasi rumah sakit. Alisha baru beberapa menit mendudukkan pantatnya ke atas sofa di dalam kamar perawatan Adnan. Pintu kamar tersebut terbuka lebar. Alisha spontan menolehkan kepalanya ke arah pintu.
Alisha reflek berdiri dan tersenyum ke arahnya Fadlan yang berjalan ke arahnya dengan menenteng beberapa paper bag. Salah satunya disodorkan ke arah Alisha.
"Ini titipan dari Nyonya Besar Selma Nona Muda," ujarnya Fadlan dengan sedikit membungkukkan badannya ke depannya Alisha.
"Ya Allah… aku tidak pantas mendapatkan penghormatan seperti itu karena aku hanya orang biasa walaupun aku anak dari keturunan orang kaya dan sultan aku pun tidak akan mau diperlakukan terlalu berlebihan karena aku hanya manusia biasa saja dan posisi kita di matanya Tuhan semuanya sama yang bedakan hanya amal ibadahnya saja," gumam Alisha yang tidak enak hati diperlakukan seperti ini.
Menurutnya perlakuan mereka terlalu istimewa dan berlebihan sekali. Karena ia hanya menyamar sebagai Nona Alina karena permintaan dari Nona Najwa anak asuhnya sendiri. Ia memenuhi permintaan dan persyaratan tersebut demi kebaikan keluarga besar Sungkar dan lainnya.
Bu Selma terus melangkahkan kakinya menuju ke ruangan praktek dokter Sananta. Dia sudah memantapkan hati dan pilihannya untuk memutuskan berkata jujur dan berterus terang di depannya dokter Sananta.
"Aku tidak ingin membawa rahasia ini sampai aku mati dan aku tidak ingin menjadi beban hingga akhir hayatku, ia percaya atau tidak itu haknya lah yang penting aku sudah jujur," cicitnya Bu Selma.
****************
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…
__ADS_1