
"Jadi aku yang akhirnya menjadi perawat khusus dari Tuan Muda, aihts padahal aku sudah ingin berkencan dengan Angelina kalau gitu celap celupnya harus dibatalkan dulu," cicitnya Fadlan.
"Iya, Nyonya Selma," jawab singkat Alisha yang secepatnya mengemas seluruh barang-barangnya yang sempat dia pakai saat pertama kali kedatangannya ke rumah sakit.
Adnan kembali terdiam tak bergeming sedikitpun hanya raut wajahnya dan tatapan sorot matanya yang menyiratkan bahwa ada perang batin yang sedang terjadi padanya.
"Aku harus mempengaruhi Nona Najwa dan kedua adik kembarnya itu agar mereka tidak setuju dengan rencana pernikahan aku dengan Ayah mereka, tapi kalau Nala sudah pasti jelas akan menolak tapi kalau Nathan aku harus bekerja ekstra untuk mempengaruhi mereka intinya, aku tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi," umpatnya Alisha sembari tersenyum tipis.
Dengan hati yang gamang, bimbang,ragu dan tidak mau kena masalah dari anak-anak asuhnya itu sehingga Alisha berjalan lunglai dan gontai masuk ke dalam mobil yang diperintahkan oleh Nyonya Selma untuk menjemputnya di rumah sakit.
"Apa yang harus aku lakukan kalau aku menikah dengan Tuan Adnan pasti mereka akan terus-menerus membullyku bahkan akan mengerjai aku juga dengan berbagai macam cara dan taktik hingga aku pergi dan dari kehidupan mereka," batinnya Alisha.
Alisha duduk di atas jok kursi mobil dengan lesu dan tidak bersemangat. Ia duduk tanpa sepatah katapun juga. Pak supir yang diam-diam memperhatikan Alisha menautkan kedua alisnya melihat Alisha yang tidak seperti biasanya.
"Alisha! Apa yang terjadi padamu, apa kamu baik-baik saja? tanyanya Mang Ridho.
Alisha spontan menengadahkan kepalanya ke arah Pak Ridho berada, ia langsung menutup mulutnya saking terkejutnya dan tidak percayanya karena Pak Ridho ternyata mengetahui siapa dia sebenarnya.
"Apa Mang Ridho tahu siapa saya?" Tanyanya seraya menunjuk ke arah dadanya sendiri.
Mang Ridho pun menyunggingkan senyumnya sebelum menjawab pertanyaan dari Alisah," Mang sangat tahu dan mengenalimu walau pun kamu memakai make up apa pun kamu tetap Alisha yang baik hati dan ceria.
Mang Udin berbicara sambil tertawa cengengesan di hadapan Alisha lalu segera menyalakan kunci stok kontak mobilnya.
"Mang! Jangan tanya Nyonya Selma dan Tuan Muda Adnan kalau aku adalah Alisha, ini adalah rencana yang dilakukan oleh Nona Najwa Mang, aku terpaksa harus berpura-pura jadi Aliena anak dari salah satu pengusaha rekan bisnisnya Tuan Muda Adnan, nanti kalau mereka tahu bisa gawat Mang," jelasnya Alisha yang memaksakan senyumannya.
"Aku sih dukung rencananya non Najwa sih Alisha, malah kalau boleh jujur aku mau kamu yang jadi Ibu sambungnya mereka, secara mamang lihat kamu baik, perhatian yang tulus, cantik, ramah, sopan, calon istri yang sholeha dan apa yah Intinya kamu sangat cocok bersanding dengan Tuan Muda Adnan," ungkap Pak Ridho.
__ADS_1
Alisha melototkan kedua matanya dan reflek terbatuk-batuk menanggapi perkataan dari Mang Ridho.
Uhuk.. uhuk..
Mang Ridho segera memberikan sebotol minuman air mineral kemasan yang masih tersegel.
"Ini cepatlah minum airnya," tuturnya Mang Ridho sembari tersenyum penuh maksud dengan menyodorkan sebuah botol berisi full air minum.
"Makasih Mang," jawab Alysha lalu segera meminum air putih itu secepatnya dengan sekali tegukan saja.
Setelah meminum beberapa tegukan akhirnya batuknya sudah reda. Alysha mengelus perlahan dadanya dengan pelan agar membantu meredakan rasa sisa batuknya yang masih sesekali terdengar.
"Jadi gitu yah tanggapannya sebagian orang tentang saya, padahal saya melakukan semuanya karena murni dari dalam hati dan tidak pernah memikirkan ataupun membayangkan sebelumnya," batin Alisha.
"Kamu gadis yang baik, walaupun kamu lahir dan besar di kampung kamu memiliki keistimewaan yang sama sekali tidak dimiliki oleh orang lain, itulah yang membuat banyak pria yang menyukai dirimu," Pak Ridho membatin.
"Aku harus segera bertemu dengan Nona Najwa untuk membicarakan semuanya dan mencari solusi yang paling tepat, karena tidak mungkin juga aku harus terus-terusan menyamar sebagai Nona Aliena Alorna," gumam Alysha.
Berselang beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah terparkir rapi di dalam carport rumahnya Bu Sungkar. Alisha berjalan terburu-buru ke dalam rumah, ia berjalan cepat naik ke atas salah satu undakan tangga.
"Aku tidak boleh mudanya lebih lama lagi, menurut Aku lebih cepat lebih baik," gumamnya Alisha.
Alysha membuka pintu itu dengan sangat hati-hati. Ia mengedarkan pandangannya ke arah anak asuhnya. Tapi ternyata mereka sudah terlelap dalam tidurnya.
"Sebaiknya esok saja aku bicara dengan mereka," lirihnya Alisha sambil menutup rapat pintu tersebut.
****************
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Duren I Love You
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
__ADS_1
I love you all Readers…