
Pintu itu di dorong dengan kuat oleh Nathan dengan tangan kecil dan imutnya. Ia sama sekali tidak peduli dengan sang pemilik kamar. Sedangkan pemilik kamar saking seriusnya dan khusuk dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an tersebut sama sekali tidak terganggu maupun terusik dengan apa yang dilakukan oleh Nathan.
Nathan berlari lalu memeluk punggung Alisha yang masih tertutup rapat oleh mukenah warna putihnya itu.
"Bunda Aurel!!!! Pekik Nathan dengan senyum bahagianya.
Nathan memeluk erat tubuhnya Alisha sedangkan Alisha cukup dibuat terkejut dengan aksi spontan Nathan.
"Aaahhh!! Siapa itu!!" Jerit Alisha yang cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Nathan.
Alisha kaget setengah mati sewaktu Nathan tiba-tiba tanpa aba-aba langsung memeluknya dari belakang.
"Bunda!! Nathan kangen sama bunda!" Tuturnya Nathan anaknya Adnan cucu kedua dari Bu Selma pemilik rumah tempat kerjanya Alisha.
"Ka-mu sia-pa a-ku bu-kan bunda kamu," balasnya Alisha yang terbata dalam berbicara karena perasaannya masih ketar ketir ketakutan dan shock serta terkejut dengan kejadian tersebut akibat ulahnya salah satu dari anak majikannya tersebut.
Baru ingin menyingkirkan tangannya Nathan dari tubuhnya, Nathan segera buka suara sehingga, Alisha membatalkan niatnya itu lalu menetralkan perasaannya tersebut.
"Bunda, jangan pergi lagi yah, Nathan sangat merindukan bunda, aku tidak ingin sendirian terus tanpa Bunda, kakak Najwa sama adek Nala tidak mau bermain denganku," ujarnya Nathan disela isakan tangisannya.
Suara tangisannya Nathan membuat hatinya Alisha terenyuh dan tersentuh sedemikian rupa. Ia tidak menyangka jika anak kecil yang akan menjadi anak asuhnya ternyata menyimpan kerinduan yang mendalam terhadap mendiang ibunya yang tidak pernah sekalipun dia lihat.
__ADS_1
"Bunda, Nathan iri lihat teman setiap hari diantar oleh Bundanya, aku selalu diantar sama Ayah tapi, Nathan juga bosan dan pengen kayak teman-teman Bunda!" Ujarnya Nathan yang masih menangis sambil memeluk punggungnya Alisha.
"Ya Allah… kasihan sekali anak ini, diusianya yang baru menginjak 6 tahun harus hidup tanpa Bundanya," batinnya Alisha.
Bu Selma terus melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan dari interaksi keduanya. Air matanya pun setetes demi setetes mengalir membasahi pipinya.
Alisha berinisiatif untuk memutar tubuhnya lalu wajah mereka saling bertatapan. Nathan mengucek kedua matanya dan memastikan dengan baik siapa perempuan yang sudah dipanggil dan dianggapnya adalah perempuan yang telah melahirkan dia ke dunia ini.
Nathan spontan menundukkan kepalanya dengan mimik wajahnya yang sedih dan sendu. Ia tidak menyangka dan menduga jika, perempuan yang berbalut dengan mukenah dan di seluruh tubuhnya bukanlah Bundanya. Ia kembali terisak dalam tangisannya. Bahkan tangisannya semakin menjadi saja.
"Sepertinya dia kecewa karena sudah tahu siapa aku, ya Allah… aku sungguh kasihan dengan nasibnya terlahir dari keluarga kaya tapi, harus haus, miskin kasih sayang dari seorang sosok wanita yang bernama sama ibu," Alisha membatin.
Alisha menarik pelan tubuhnya Nathan kedalam dekapan hangat pelukannya. Usia dan umur Alisha boleh masih sangat muda dan minim pengalaman mengasuh anak,tapi saat itu ia membuktikan dan menunjukkan kepada dua orang yang diam-diam memperhatikan apa yang dilakukannya berdecak kagum. Karena Alisha mampu menundukkan, meruntuhkan tembok egonya Nathan.
Ia kemudian memutuskan diam-diam untuk meninggalkan tempat tersebut, ia tidak ingin ada orang yang melihat ia berada di sana menyaksikan apa yang terjadi dengan salah satu anak kembarnya.
Alisha mengelus punggungnya Nathan pelan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Nathan yang mendapatkan perlakuan seperti itu entah atas dasar dan dorongan apa yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam diri Nathan.
Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menjalar dari dalam hati dan perasaannya bocah kecil itu. Perlahan tapi pasti Nathan sudah bisa lebih tenang dari sebelumnya.
"Ya Allah… syukur Alhamdulillah aku tidak salah memilihnya menjadi pengasuh pilihan untuk ketiga cucuku dan semoga Nala dan Najwa juga sayang dan tunduk seperti Nathan yang selama ini paling nakal, egois dan keras kepala dibandingkan saudaranya yang lain," Nyonya Selma membatin.
__ADS_1
...****************...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…