Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 7


__ADS_3

Alisha mengelus punggungnya Nathan pelan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Nathan yang mendapatkan perlakuan seperti itu entah atas dasar dan dorongan apa yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam diri Nathan.


Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menjalar dari dalam hati dan perasaannya bocah kecil itu. Perlahan tapi pasti Nathan sudah bisa lebih tenang dari sebelumnya.


"Ya Allah… syukur Alhamdulillah aku tidak salah memilihnya menjadi pengasuh pilihan untuk ketiga cucuku dan semoga Nala dan Najwa juga sayang dan tunduk seperti Nathan yang selama ini paling nakal, egois dan keras kepala dibandingkan saudaranya yang lain," Nyonya Selma membatin.


Nathan melepaskan pelukannya ditubuhnya Alisha. Ia lalu menangkupkan kedua tangan kecilnya di kedua pipinya Alysha dengan tatapan matanya yang berbinar binar terang.


"Kamu bukan bundanya Nathan, kamu siapa?" Tanyanya Nathan yang meminta jawaban dari mulutnya Alisha.


"Saya pengasuhnya Tuan Muda Nathan, jadi mulai hari ini semua yang akan mengurus Nathan adalah saya, Tuan Muda dari mulai bangun tidurnya hingga kembali tidur," jelasnya Alisha yang memangku tubuhnya Nathan.


"Apa Mbak Alysha bersedia antar aku kemanapun aku pergi?" Tanyanya lagi Nathan yang sangat berharap pada Alisha agar menjawab yes pertanyaannya.


Alisha Hanya menganggukkan kepalanya ke arah Nathan yang sudah tidak sabaran menunggu jawabannya Alisha.


"Serius Mbak?" Tanyanya lagi yang semakin berharap dan kepo juga.


"Iya, insya Allah… Mbak akan menemani Tuan Muda kemanapun perginya Nathan," balasnya Alisha.


"Ohh gitu yah,kalau begitu Mbak temani aku sarapan terus mandi tapi aku boleh minta sesuatu gak sama Mbak?" Tanyanya lagi Nathan yang berharap kali ini Alisha masih tetap memenuhi permintaannya itu.

__ADS_1


"Emangnya kamu mau minta sama Mbak apa Tuan Muda, insya Allah yang penting yang kamu minta baik dan bisa Mbak lakukan," ujarnya Alisha yang masih memangku Nathan dui atas kedua pahanya.


Wajahnya Nathan seperti mengisyaratkan keraguan dan kebimbangan dan hal ini baru terjadi padanya selama hidupnya yang hampir 7 tahun usianya.


Alisha yang melihat raut wajahnya Nathan yang berubah dari antusias sekarang jadi ragu dan khawatir. Ia kemudian kembali memegang kedua pundaknya Nathan anak asuhnya itu.


"Kok terdiam, apa yang sebenarnya terjadi? Kamu tidak perlu khawatir dengan semua itu, kan Mbak sudah bilang katakan saja sama Mbak apa pun itu pasti Mbak akan usahakan untuk penuhi keinginannya kamu," tuturnya Alisha yang tersenyum teduh di hadapan anak kecil itu.


"Apa aku boleh panggil Mbak Bunda saja dan mulai hari ini Mbak harus antarin Nathan kesekolahan tungguin aku sampai pulang gimana? Apa Mbak tidak keberatan?" Tanya Nathan.


Alisha tersenyum menanggapi perkataannya Nathan yang menurutnya hal yang sangat mudah saja, baginya yang penting anak asuhnya bahagia insya Allah selama itu baik dia akan penuhi keinginannya mereka.


"Mbak setuju dan itu hanya masalah kecil saja, tapi apa kamu tidak malu sama teman atau sama yang lain kalau panggil Mbak bundanya Nathan?" Tanya balik Alisha yang sungguh tidak percaya dengan permintaan dan permohonannya anak asuhnya tersebut yang menurutnya tidak biasa.


"Sama sekali Nathan tidak marah, Nathan malahan suka karena mulai hari ini Nathan sudah punya Bunda yang baik hati dan sangat cantik," timpalnya Nathan sembari mengecup sekilas pipi kirinya Alisha.


"Alisha orang pertama yang bisa membuat Nathan banyak bicara dan akrab sedangkan baby Sitter sebelumnya baru pertama bertemu pasti Nathan akan buat ulah yang pastinya akan berusaha sekuat tenaga agar baby Sitternya kabur dan memilih untuk berhenti tapi dengan Alisha sangat berbeda dari yang lainnya, entah apa yang dimiliki dan apa yang dilakukan oleh Alisha sehingga mampu menundukkan hati dan keegoisan cucuku itu," batinnya Bu Selma yang masih setia berdiri di ambang pintu kamarnya Alisha.


"Saya serahkan semuanya pada Tuan Muda mau panggil aku apa saja, aku sama sekali tidak permasalahkan hal tersebut," terangnya Alisha.


"Hore!!!! Hari ini Nathan sudah punya Bunda, aku tidak akan cemburu dan iri lagi sama teman, aku harus segera tanya kakak Najwa sama adik Nala, pasti mereka akan bahagia aku yakin itu," pungkasnya Nathan yang sangat sumringah bahagia karena kehadiran dan permintaannya dipenuhi oleh Alisha.

__ADS_1


Nathan segera turun dari pangkuannya Alisha kemudian berlari kencang ke arah kamarnya kedua saudaranya itu. Raut wajahnya sangat kegirangan baru kali ini wajahnya seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…


__ADS_2