
"Nona Alina baik-baik saja kah, kok hanya mandi dan berganti pakaian harus butuh waktu sekitar hampir satu jam,apa jangan-jangan dia ketiduran di dalam sana yah, Tuan Muda Adnan juga hingga detik ini belum sadarkan diri padahal kata dokter Sananta tadi tidak ada masalah yang serius yang dihadapi oleh Tuan Muda yang perlu kami khawatirkan," dengusnya Fadlan sambil berjalan kesana kemari seperti setrikaan saja.
Sekitar lima menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka bersamaan dengan terbukanya kedua matanya Adnan sehingga pandangan matanya langsung tertuju pada Alisha yang berjalan ke arahnya dengan langkah kakinya yang sedikit ragu dan bimbang serta grogi dan salah tingkah menjadi ujian yang harus Ia pecahkan dan hadapi dalam rangka menyelesaikan misi dari anak asuhnya itu.
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Alisha membuka pintu kamar mandi dengan berharap dan penuh keyakinan agar rencana yang diembannya itu bisa berjalan sesuai dengan rencananya anak asuhnya.
"Semoga saja tidak ada yang menyadari siapa saya sebenarnya," batinnya Alisha.
Alisha memutar kenop pintu dengan harapan tinggi semua taktiknya bersama anak asuhnya berjalan lancar.
Ciiiittt…
Pintu itu terbuka lebar, keluarlah Alisha dari dalam kamar mandi bertepatan dengan terbukanya matanya juga Adnan. Tatapannya langsung tertuju pada Alisha. Ia memandang ke arah Alisha hingga tanpa matanya tak berkedip sedikit pun.
Adnan segera mengucek matanya untuk memastikan apa yang barusan nampak bayangan seseorang yang tiba-tiba muncul di dalam kornea matanya.
"Cantik!" Gumamnya Adnan yang memuji kecantikannya Alisha.
Fadlan yang terlalu serius membaca laporan keuangan dari perusahaan pun ikut menolehkan kepalanya ke arah Alisha yang berjalan sangat pelan seakan-akan ai adalah iringan pengantin saja.
"Ya Allah lancarkan lah semuanya, aku berpura-pura jadi Nona Aliena sahabatnya Non Najwa karena demi kebaikan dan keselamatan keluarganya dari ancaman Nona Yuanita, aku memilih untuk berakting jadi Aliena untuk beberapa hari kedepan," batinnya Alisha.
Alisha rasanya ingin mencari lubang atau bersembunyi saja jauh dari tempat tersebut karena sangat tidak nyaman diperhatikan dengan secara intens oleh dua pria yang sangat tampan.
"Kalau seperti ini terus, aku harus segera memeriksakan kondisi jantungku yang berdegup kencang, Najwa tolong Mbak dong, apa ada kantong ajaib Doraemon enggak di sini," Alisha membatin dengan salah tingkah.
Alisha baru kali ini dihadapkan pada kondisi yang seperti ini. Ia sudah sering bergaul dengan teman laki-laki waktu ia sekolah dulu karena aktif di OSIS dan sering ikut dalam kegiatan kejuaran lomba di cabang olahraga.
"Aku yakin aku bisa melewati tantangan ini semua kalau aku tidak bisa pasti aku akan tidak mungkin mendapatkan kepercayaan dari Nona Nawja dan kedua adik kembarnya," lirihnya Alisha.
__ADS_1
"Nona sudah selesai mandinya?" Tanyanya Fadlan yang berusaha untuk mencairkan suasana yang tercipta diantara ketiganya yang hanya terdiam dan tak bergeming dan saling bertatapan satu sama lainnya tanpa ada yang berniat untuk membuka mulut mereka.
"Iya Pak.. ehh iya Fadlan aku sudah mandi dan maaf aku agak lama di dalam karena…," ucapnya Alisha yang terpotong karena pintu depan kamar tersebut terbuka lebar.
Masuklah Bu Selma dengan raut wajahnya yang sulit terbaca oleh mereka. Ada guratan kesedihan, cemas, khawatir, juga bimbang yang datang melanda hatinya Bu Selma dalam waktu yang berbeda. Tatapan matanya sendu, kosong hingga ada sedikit embun air mata disana.
"Mama!" Cicitnya Adnan.
Bu Selma yang mendengar suara seruan dari putra sulung sekaligus tunggalnya itu segera menetralkan dan menormalkan perasaannya. Ia tidak ingin ada yang mengetahui apa yang terjadi padanya barusan.
"Adnan untuk sementara waktu tidak boleh tahu dengan apa yang aku alami barusan, aku harus menutupi kenyataan dari anakku sementara waktu lagian Mas Sananta masih koma dan tidak sadarkan diri," Bu Selma membatin.
"Nyonya Selma, apa Nyonya baik-baik saja?" Tanyanya Alisha yang berjalan kearahnya Bu Selma yang masih berdiri mematung di depan ranjangnya Adnan.
"Eehhh aku baik-baik saja kok cantik, Alhamdulillah kamu sudah berganti pakaian dan semakin nampak cantik saja," pujinya Bu Selma kepada Alisha.
"Syukur Alhamdulillah kalau begitu Bu, Mas Adnan juga sepertinya kondisinya sudah agak baikan," tuturnya Alisha yang tersenyum ramah.
"Baik Bu," jawab singkat Fadlan lalu bergegas meninggalkan kamar tersebut.
Karena Alisha merasa tidak dibutuhkan lagi karena Bu Selma sudah datang jadi ia segera berinisiatif untuk pergi dari sana dan mengekor di belakangnya Fadlan. Adnan yang melihat Alisha berjalan ke arah pintu segera mencegah Alisha.
"Aliena! Kamu mau kemana?" Tanyanya Adnan yang mencegah Alisha untuk kembali melangkahkan kakinya menuju pintu padahal tangannya sudah ingin meraih gagang pintu.
"Saya!" Tunjuknya pada dirinya sendiri.
Adnan menganggukkan kepalanya lalu bangun dari posisi baringnya sambil berbicara dengan Alisha, "Iya kamu, siapa lagi kalau bukan kamu," jelasnya Adnan.
Alisha langsung menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya dengan berjalan ke arah ranjangnya Adnan.
__ADS_1
"Iya, Aliena Ibu mau minta tolong sebenarnya sama kamu Nak,kalau bisa!" Sahutnya Bu Selma.
Alisha sudah berdiri di hadapannya Bu Selma," Ibu mau minta tolong apa padaku?' tanyanya balik Alisha.
Adnan tak bosan-bosannya memandang ke arah Alisha bahkan seolah-olah Ia tidak akan bosan untuk menatap intens ke arah Alina yang menurutnya cantik.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
__ADS_1
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
I love you all Readers…