
"Iya, Aliena Ibu mau minta tolong sebenarnya sama kamu Nak,kalau bisa!" Sahutnya Bu Selma.
Alisha sudah berdiri di hadapannya Bu Selma," Ibu mau minta tolong apa padaku?' tanyanya balik Alisha.
Adnan tak bosan-bosannya memandang ke arah Alisha bahkan seolah-olah Ia tidak akan bosan untuk menatap intens ke arah Alina yang menurutnya cantik.
Bu Selma memegang tangannya Aliena," Aliena, Ibu minta tolong gantiin Ibu disini dulu yah untuk jaga putranya Ibu," pintanya Bu Selma.
Alisah belum menjawab pertanyaan dari Bu Selma karena ia takut jika terlalu lama bersama dengan mereka maka penyamaran dan rahasianya akan terbongkar sudah.
"Ya Allah… kenapa aku harus berada di dalam situasi yang sangat sulit aku lakukan," batinnya Alisha yang bimbang menentukan pilihan apakah yang harus Ia tempuh.
Bu Selma yang melihat kearahnya Alisya yang terdiam mematung mengernyitkan keningnya.
"Mungkin Alina keberatan dengan permintaan aku ini, jadi sebaiknya aku batalkan saja niat aku tersebut," Bu Selma membatin.
Adnan tidak henti-hentinya menatap ke arah Alisha sedangkan yang ditatap sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Katanya dia adalah kakak dari temannya Najwa, tapi kok aku baru tahu yah?" Cicitnya Adnan.
Bu Selma mengelus punggung tangannya Alisha dengan penuh kelembutan," Nak Aliena ibu memohon padamu kali ini saja, kalau masalah kedua orang tuamu serahkan semuanya pada ibu, biarkan Ibu yang mengurus masalah ijin kepada mereka." Harap Bu Selma.
__ADS_1
"Orang tua," beo Alisya.
"Iya,kedua orang tua kamu!" Jawab Bu Selma.
"Eeehh masalah itu ibu tidak perlu risaukan karena aku sudah pamit dengan mereka Bu," jawabnya Alisha dengan spontan lalu menutup mulutnya.
Alisha terkejut dengan jawabannya sendiri padahal di dalam pikirannya belum terlintas perkataan seperti itu.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu nak, Ibu bahagia dengarnya, sebenarnya ibu bisa jagain putranya Ibu hanya saja kebetulan pamannya Adnan juga di rawat di rumah sakit ini," tuturnya Bu Selma yang tersenyum sumringah setelah mendengar perkataan dari Alisha.
"Alhamdulillah Aliena bersedia menemaniku disini, ini kesempatan yang baik sepertinya untukku agar lebih dekat dan untuk mengenal ia lebih jauh lagi, entah kenapa aku sangat bahagia melihatnya apa lagi senyumannya itu, seakan-akan aku kembali melihat senyumannya Aurel mendiang Istriku," lirihnya Adnan.
"Kalau gitu Ibu pamit dahulu, kamu tidak perlu cemas masalah pakaian ganti kamu, Ibu sudah menghubungi Fadlan untuk menyuruhnya membawa pakaian ganti untuk kamu," jelasnya Bu Selma yang kegirangan karena Ia bisa bebas dan leluasa menjaga pria yang sangat ia cintai.
"Ibu! Aku titip alat perlengkapan sholat juga jangan lupa," imbuhnya Alisha dengan menundukkan kepalanya karena sangat malu harus memerintahkan kepada Nyonya Besar tempat ia bekerja.
Bu Selma menolehkan kepalanya ke arah Alisha," kalau masalah itu maaf Ibu lupa, tapi insya Allah ibu akan perintahkan kepada Fadlan untuk segera mengambil alat shalat tersebut dan maaf yah ibu harus kembali merepotkan kamu," terangnya Bu Selma yang tersenyum tipis.
Berselang beberapa menit kemudian, Bu Selma sudah berada di dalam kamar perawatan Pak Sananta. Sedang Adnan harus pura-pura tertidur karena ia tidak ingin ketahuan diam-diam mengamati Alisha tanpa sepengetahuan dari Alisha sendiri.
****************
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
__ADS_1
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
I love you all Readers…