
Bukan hanya Alisha yang terkejut mendengar perkataan dari neneknya. Semua orang tidak menduga jika pengusaha kaya raya yang memiliki toko perhiasan di seluruh penjuru negeri bahkan sudah sampai di luar negri terutama negara Eropa itu adalah Ibu kandungnya Alisa.
"Ternyata Alisa anak orang kaya, pantesan atitudenya sudah dibawa sejak lahir, aku kalau gini jadi minder masa calon istriku lebih kaya dari saya," Adnan menatap sendu keduanya secara bergantian.
"Alhamdulillah calon mantuku kalau gini tidak malu-maluin karena cukup punya kemampuan untuk aku perkenalkan di lingkungan teman-teman sosialitaku," Bu Selma semakin menyayangi Alisha.
Hingga tawa renyah dan garing membahana dari mulutnya Alisha mencairkan suasana keterkejutan dari semua orang di dalam ruangan itu yang berdiri sendiri dari tempat duduknya masing-masing.
"Hahaha itu tidak mungkin banget Nyonya, Anda dapat nenek pasti salah, tidak mungkin saya memiliki seorang mama seperti Anda sudah kaya,tajir, cantik dan elegan lagi, anda dan nenek pasti lagi ngelawak, melucu yang menghiburku kan?" Tebaknya Alisha dengan asal sambil memegangi perutnya yang kram karena sudah terlalu lama tertawa terbahak-bahak.
"Alisha Stop! Nenek serius dialah perempuan yang telah melahirkanmu dengan susah payah yang menikah dengan putraku yang telah disia-siakan oleh putraku yang bego itu, dialah perempuan yang menerima segala kekurangan mantan suaminya yaitu ayahmu tapi, ayahmu saja yang tidak tahu diri tidak tahu terima kasih, tidak tahu bagaimana cara arti mencintai perempuan hingga tidak ada jalan lain baginya dengan terpaksa meninggalkan anaknya yang baru berusia enam bulan itu dengan terpaksa," ucapannya Bu Maryamah terpotong.
"Stop Ibu, tolong jangan dilanjutkan lagi itu semua sudah menjadi masa lalu kami dengan mas Eka Satya, biarlah itu menjadi kenangan sebagai pelajaran bagi kami untuk kedepannya, itu tidak mungkin pernah dirubah tapi, selayaknya sebagai manusia berfikir kita harus mengambil hikmah dari kisah masa laluku, tidak mungkin dirubah segalanya menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang kita inginkan, karena itu menjadi masa lalu yang paling membuatku mengerti arti hidup yang sesungguhnya,"jelasnya Bu Eliana dengan tegas sambil memegangi kedua tangannya Alisa.
__ADS_1
"Betul sekali apa yang kamu katakan, itu sudah menjadi kenangan masa lalu, ibu meminta maaf padamu atas semua kesalahannya putraku yang telah menyia-nyiakan istri sebaik kamu yang rela meninggalkan kehidupan mewahnya demi ayahnya Alisha tapi, bodoh putraku yang harus terjerumus pada minuman keras dan judi," ungkap bu Maryamah yang mengingat kesalahan terbesar dalam hidup anak dan cucunya.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka semua sudah duduk di atas sofa masing-masing. Alisa masih tercengang dengan kenyataan besar yang begitu tiba-tiba yang mengatakan jika dia bukanlah anak yatim-piatu melainkan masih memiliki seorang ibu yang sangat cantik dan baik hati yang paling penting kaya raya itu yang paling utama yang membuatnya tercengang dengan kenyataan yang begitu cepat.
"Alhamdulillah karena nak Adnan sudah melamar putriku, berarti aku percayakan padamu putriku, semoga kamu kedepannya bisa menjadi suami yang penuh tanggung jawab dan ingat kewajiban dan tanggung jawabmu sebagai seorang suami adalah bukan hanya di dunia tapi hingga akhirat, terkadang orang menganggap nikah itu gampang tapi andai mereka tahu arti nikah yang sesungguhnya mungkin banyak yang berfikir ulang untuk menikah karena tanggung jawab itu yang nantinya kalian sebagai suami akan pertanggungjawaban kelak dikemudian hari," jelasnya Bu Eliana.
Beberapa saat kemudian mereka, semua sudah bisa tertawa lepas penuh kebahagiaan karena, mereka sudah mendengarkan dan mengetahui apa yang terjadi pada kedua orang tua Alisha dulu.
Suaminya Bu Eliana pak Arsyad Mike Fadillah Zayn bersyukur karena ternyata ia memiliki anak perempuan dari istrinya sendiri. Selama menikah dengan Eliana ia tidak dikaruniai anak perempuan yang ada hanya seorang anak laki-laki yang diberi nama Aldian Zayn Maliq. Alisah semakin dibuat terkejut setelah mengetahui jika adiknya adalah Aldian yang ternyata sahabat baiknya sendiri di kampus.
Rasa sukur terucap dari bibir mereka semua yang hadir di tempat itu, Alisah dan Adnan saling malu-malu karena mereka akan menikah dan menjadi pasangan suami istri setelah hari raya idul adha.
Tawa bahagia mewarnai segala penjuru sudut ruangan itu. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah mereka tanpa ada rekayasa atau karena jaga image.
__ADS_1
Ketiga anaknya Adnan bahkan bersorak gembira saking bahagianya melihat papa dan baby Sitter Pilihannya akan menikah beberapa hari kedepannya.
"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku,"
Mampir baca novel baru aku judulnya "Terpaksa Menjadi Orang ketiga" ada give away kecil-kecilan khusus pembaca yang rajin" Caranya hanya baca, Like dan komentar.
Mampir dong Kak ke novel baru aku judulnya:
Satu atap dua hati
Pamanmu adalah jodohku
Belum Berakhir
__ADS_1
...--------TAMAT--------...