Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 43. Mulai Cemburu


__ADS_3

Alisha tanpa pikir panjang setelah mendengar dengan jelas bentakan dan gertakannya Afnan, ia segera berjalan mendahului Adnan dan sudah duduk manis di dalam mobil.


Adnan tersenyum penuh kemenangan karena gadis yang mampu menggetarkan hatinya dalam sehari itu tunduk dan patuh padanya. Bu Selma yang tanpa sengaja melihat kejadian itu tersenyum sumringah.


"Alhamdulillah sepertinya ada kemajuan dari perkembangan hubungan mereka," cicitnya Maminya Adnan.


Bu Selma mamanya Adnan sangat bahagia dan bersorak gembira saking bahagianya melihat gadis yang akan dijodohkan dengan putra tunggalnya itu semakin berpenampilan cantik dan sudah mampu membuat putranya berubah sedikit demi sedikit.


"Saya harus memberitahukan kepada ketiga cucuku berita gembira ini, karena aku yakin mereka akan sangat gembira jika mengetahui papanya ngotot mengantar baby Sitternya ke kampusnya."


Bu Selma segera mengambil hpnya dan mengirim chat pesan singkat ke grup Whatsapp ketiga cucunya yang beranggotakan mereka berempat saja.


Najwa yang sudah duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas sembilan itu tersenyum melihat pesan yang dikirim oleh neneknya.

__ADS_1


"Yes Alhamdulillah, ada kemajuan yang cukup bagus, aku akan membantu mereka berdua agar segera bersatu dan menikah, tapi aku akan menyuruh Papa untuk memutuskan hubungannya terlebih dahulu dengan perempuan penyebar guna-guna ilmu hitam itu Tante Yuanita agar tidak bisa datang lagi ke rumah,"


Sedangkan di tempat lain di dalam ruangan kelas adik keduanya yaitu Nala membelalakkan matanya saking tidak percayanya setelah membaca pesan singkat dari neneknya itu sampai-sampai ia jingkrak-jingkrak di dalam kelasnya, untungnya sudah waktu jam istirahat.


"Yes, akhirnya Papa mulai mencintai calon Bunda kami, hore aku sangat senang mengetahuinya!" Teriaknya Nala anak kelas tujuh SMP itu.


Beberapa teman kelasnya yang belum sempat keluar kelas terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Nala.


Nala mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut, "Hehe maaf, saya terlalu gembira soalnya jadi lompat-lompat, maafkan saya yah," ucapnya Nala sambil menundukkan kepalanya saking malunya plus bahagianya dengan fakta baru itu.


Di dalam ruangan sekolah dasar swasta yang masih dalam lokasi area tersebut hanya saja terpisah tembok tinggi antara SD dengan SMP swasta yang begitu kokoh bangunannya.


"Woooo papa nih yah selama ini nolak Mbak Alisha jadi istrinya gara-gara perempuan jahat itu ternyata terbakar api cemburu melihat penampilannya Mbak Alisa, ini bagus banget,"

__ADS_1


Nathan Faqih saking bahagianya mendengar kabar tersebut segera mentraktir seluruh temannya satu kelasnya hari itu kebetulan mereka baru saja istirahat.


Sedang di dalam mobil, seorang gadis muda yang baru berusia sembilan belas tahun itu sedang asyik bermain gadget tanpa peduli dengan supir yang duduk di sampingnya itu.


Adnan yang melirik sekilas ke arah Alisah dibuat geram, jengkel dan benci karena melihat perempuan yang mulai diperhatikannya asyik bermain hp tanpa peduli dengannya.


Entah apa yang terjadi padaku, setelah aku melihat dia tersenyum sendiri dalam memainkan hpnya itu, hatiku seolah terbakar api cemburu. Aku sangat marah memijatnya tersenyum di depan layar hpnya itu.


Tidak mungkin aku bertanya padanya tentang siapa orang yang telah menemaninya bermain hp, bisa-bisa dia kegeeran dan menganggap aku terlalu perhatian dan ikut campur dalam kehidupannya sedangkan hubungan kami hanya sekedar sebagai baby sitter dan majikan saja.


Aku tidak bertanya aku semakin kepo dan penasaran juga, tapi aku bertanya harga diriku aku pertaruhkan.


Afnan masih serius dan fokus mengendarai mobilnya tapi, pikiran dan lirikannya matanya tertuju pada perempuan berhijab yang sungguh pesonanya yang mampu membuatnya seperti kebakaran jenggot saja.

__ADS_1


__ADS_2