
Alisha Aldiva segera turun dari mobilnya setelah mesin mobil itu mati. Ia turun begitu saja, tanpa ada yang berbicara apapun.
Alisha yang sedang berjalan ke arah dalam kampusnya tiba-tiba datang tiga orang. Dua perempuan dan satu laki-laki dan mahasiswa laki-laki itu berjalan berdekatan dengan Alisha seolah mereka adalah sepasang kekasih saja.
Hal itu yang membuat Afnan kebakaran jenggot, ia marah, murka, cemburu, iri dan kesal melihat kedekatannya Alisha dengan pemuda tampan itu.
"Al kok aku merasa sejak tadi ada yang perhatikan kita yah?" Tanyanya Aldian sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling lokasi parkiran tersebut.
Ketiga temannya termasuk Alisha, Amirah, dan Aqilah ikut mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.
"Ahh Aldian itu firasat kamu saja yang terlalu sensitif, menurut aku sih enggak ada kok," sanggahnya Amirah.
"Iya yah mungkin aku saja yang terlalu perasa," imbuhnya Aldian lalu mengarahkan pandangannya ke arah dalam mobil yang mengantar Alisya.
__ADS_1
Alisha dan juga yang lainnya menertawai apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Kedekatan mereka memang akrab seperti layaknya sebagai keluarga dan saudara sendiri. Sehingga terkadang banyak orang yang menilai jika mereka sepasang kekasih padahal dengan yang lainnya begitu juga keempatnya dalam berperilaku.
"Saya yakin orang yang antarin Alisya yang menatapku seperti itu, memang aku itu bisa merasakan hal-hal seperti ini walau dalam jarak yang cukup jauh apalagi hanya dekat seperti ini,"
Adnan memukul setir mobilnya berulang-ulang kali untuk melampiaskan amarahnya itu.
"Sial!! Kenapa dengan pria itu kamu begitu mudahnya tertawa lepas menggandeng tangannya sedangkan denganku kamu seperti menjaga jarak saja!" Geramnya Adnan.
Beberapa hari kemudian, Adnan mengajak bertemu dengan Yuanita Sulaiman. Karena ia tidak ingin selamanya disangka masih punya hubungan khusus dengan perempuan pembawa guna-guna ilmu hitam itu.
"Tidak apa-apa, tidak perlu banyak bicara says ngajak kamu ketemu karena saya ingin meluruskan permasalahan yang terjadi diantara kita berdua selama ini, tujuanku adalah untuk mengatakan kepadamu jika hubungan kita cukup sampai disini, saya tidak mau mengenal perempuan yang tidak beres,tak benar dan tidak punya agama seperti kamu dan hubungan kita harus segera diakhiri saya mohon jangan pernah sekalipun ganggu hidupku atau kehidupan ketiga anak-anakku jika kamu berani mengusik mereka maka akibatnya akan fatal, saya akan melaporkan kamu ke polisi karena sudah banyak bukti kejahatan yang kamu lakukan aku ketahui dan pegang, kalau kamu macam-macam aku akan bertindak lebih dari ini!!" Ancamnya Adnan yang sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Yuanita untuk ngelak atau berbicara.
Adnan segera menghabiskan minumannya sebelum meninggalkan kafe tersebut sebelum terlambat. Takutnya Yuanita akan mengeluarkan sihir cintanya lagi.
__ADS_1
"Tapi mas, saya…" ucapannya terpotong karena segera disanggah oleh Adnan.
Afnan berdiri dari duduknya itu," Ingat baik-baik apa yang aku katakan ini bukan hanya sekedar ancaman, tapi kau tidak mengindahkan peringatan dan perkataan ku akibatnya akan lebih parah! Camkan itu baik-baik di dalam kepalamu!!" Gertaknya Adnan sambil memanggil pelayan untuk membayar bil tagihan makanan dan minuman yang sudah disantapnya itu.
Yuanita tidak berkutik lagi, jika dia macam-macam maka dia akan menderita seumur hidupnya. Lagian apa yang biasanya dia lakukan pada Afnan sudah mental jauh.
"Aku lebih cari aman saja dan cari pria yang lain takutnya aku malah mendekam dalam penjara."
Adnan segera mengemudikan mobilnya tanpa arah dan entah kenapa laju mobilnya menuntunnya ke tempat dimana ia kembali lagi-lagi terbakar api cemburu. Yaitu kampus tempat kuliahnya Alisha perempuan yang sudah hampir tiga bulan terakhir ini memporak porandakan hati dan jiwa raganya. Ketenangan hidupnya terganggu jika mengingat kedekatan Alisha dengan beberapa pria muda yang cukup ganteng.
Adnan segera berjalan ke arah dalam kafe yang letaknya berada di dalam area kampus. Ia tidak tahan melihat Alisa yang berdekatan dengan pria lain.
"Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, saya harus mencegah kedekatan mereka berdua sebelum terlambat,"
__ADS_1
Adnan pun berjalan menuju meja yang mereka berempat pakai. Kedatangannya menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa. Mereka tak menyangka bisa melihat pria wajahnya mirip dengan oppa-oppa Jhi Chan Wook.