Baby Sitter Pilihan

Baby Sitter Pilihan
Bab. 30


__ADS_3

"Ibu! Aku titip alat perlengkapan sholat juga jangan lupa," imbuhnya Alisha dengan menundukkan kepalanya karena sangat malu harus memerintahkan kepada Nyonya Besar tempat ia bekerja.


Bu Selma menolehkan kepalanya ke arah Alisha," kalau masalah itu maaf Ibu lupa, tapi insya Allah ibu akan perintahkan kepada Fadlan untuk segera mengambil alat shalat tersebut dan maaf yah ibu harus kembali merepotkan kamu," terangnya Bu Selma yang tersenyum tipis.


Berselang beberapa menit kemudian, Bu Selma sudah berada di dalam kamar perawatan Pak Sananta. Sedang Adnan harus pura-pura tertidur karena ia tidak ingin ketahuan diam-diam mengamati Alisha tanpa sepengetahuan dari Alisha sendiri.


Alisha duduk di sofa tapi sedari tadi tidak tenang, ia terus bergerak kanan kiri seakan-akan orang yang sedang digigit semut saja. Tangannya dan kakinya bergerak seolah-olah ia kesemutan dan kegelian saja.


"Ya Allah… apa aku harus terusan menjaga Tuan Muda Adnan, sedangkan aku kan hanya bekerja sebagai pengasuh anaknya, tapi kalau harus terus-menerus berakting jadi Aliena aku bisa lama-lama ketahuan juga," batinnya Alisha.


"Kenapa aku perhatikan semakin ke sini, Aliena mirip seseorang, tapi siapa yah.. aku merasa sangat mengenalnya dan sudah Sejak lama aku mengenalnya, apa kah ini semua hanya terdiam perasaan aku saja yah?" Adnan membatin.


Waktu terus berlalu, tapi Alisha masih saja seperti sebelumnya. Ia tak berbicara sedikit pun dan hanya bola matanya yang mengisyaratkan bahwa ada kegelisahan dan kegundahan dalam hatinya.


Adnan yang sudah ngantuk banget terpaksa tidak memejamkan matanya saking kesalnya dan penasarannya melihat reaksi dari Alisha yang semakin lama semakin menjadi saja.


"Dia sedang apa yah? Kok sedari tadi seperti seorang yang kesurupan saja," ketusnya Adnan.

__ADS_1


Alisha bangkit dari sofa dari posisi duduknya, "Kok cuacanya dingin banget yah, apa ada selimut di dalam lemari yah, mungkin sebaiknya aku cari saja dulu dan cek mungkin ada bedcover atau selimutnya Tuan Muda Adnan," gumaman Alisha.


Alisha berdiri yang awalnya sudah ingin tidur tapi, tiba-tiba tubuhnya menggigil kedinginan. Alisha lalu bangkit dari baringnya," kalau tidak ada selimut atau sarung di dalam lemari itu aku pasti akan semakin kesusahan untuk tidur." Alysha membatin.


Sorot matanya Adnan semakin menajam,ia memperhatikan dengan seksama apa yang sedang dilakukan oleh Alisha. Gadis yang diam-diam mulai membuat hatinya bergetar dan senyuman tipisnya selalu terbit dari sudut bibirnya.


Apa karena gara-gara pengaruh obat ramuan cinta Yuanita yang beralih ke Aliena yah readers..


Alysha membuka lemari yang berpintu tiga itu, tapi matanya melotot karena Ia terkejut melihat isi dari dalam lemari tersebut.


"ya Allah... ini rumah sakit atau rumah untuk tinggal selamanya sih? serasa orang pindahan saja harus bawa pakaian sebanyak ini, mungkin Tuan Muda Adnan akan terusan tinggal disini saja," ketusnya Alisha yang melihat isinya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra

__ADS_1


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:


like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2