
Bu Selma pun berlari ke arah luar, untung ia kembali melihat ada beberapa orang yang berjalan ke arahnya.
"Pak!!! Bu!!! Tolong!!! teriaknya Bu Selma kearah beberapa rombongan orang tersebut.
Raut wajahnya semakin pucat disebabkan terlalu khawatir dan cemas. ia takut jika terjadi sesuatu kepada mantan kekasih sekaligus iparnya tersebut.
"Tolong saya!!!" pekiknya Bu Selma yang berjalan terburu-buru ke arah rombongan beberapa orang tersebut.
"Pak! Tolong saya!!" Ujarnya Bu Selma dengan paniknya.
"Apa yang terjadi dengan Ibu?" Tanyanya salah satu dari mereka.
"Itu… sau-da-ra saya Pak pingsan tapi aku tidak tahu gara-gara apa," tuturnya Bu Selma yang sudah semakin nampak cemas.
"Kalau gitu ayo kita segera kesana, jangan nunggu lama-lama lagi," pinta ibu yang memakai hijab tersebut.
Mereka segera berlari dengan tergesa-gesa ke arah ruangannya Pak Sananta. Pintu ruangan itu segera dibuka dengan lebar oleh mereka.
"Mas Sananta, kamu akan segera diselamatkan jadi aku mohon bertahanlah," Ucapnya Bu Selma dengan air matanya yang perlahan menetes membasahi pipinya.
"Cepatan bawa ke ruangan UGD, agar dokter segera ditangani dengan tepat," timpal salah satu suster yang kebetulan melihat mereka yang sedang menggotong tubuhnya Pak Sananta.
__ADS_1
"Dokter!! Tolong ada yang butuh pertolongan nih," tuturnya Perawat tersebut.
Beberapa perawat dan dokter segera menangani Pak Sananta. Raut cemas dan khawatir nampak terlihat jelas di wajahnya Bu Selma. Ada gurat ketakutan yang sangat terlihat begitu nyata Jika, Bu Selma dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
"Ya Allah… apa yang terjadi dengan Mas Sananta sebenarnya kenapa si harus pingsan dan tidak sadarkan diri," gumamnya Bu Selma.
Bu Selma tidak bisa duduk tenang dan diam karena terlalu mengkhawatirkan kondisi dari mantan kekasihnya di kisah kehidupannya terdahulu sebelum ia menikah dengan Sanjaya Sungkar.
Beliau nampak mondar mandir di depan pintu ruangan unit gawat darurat. Ia tidak bisa tinggal diam padahal dia sudah diperingatkan oleh beberapa orang dan perawat agar bisa bersikap diam, sabar dan tenang duduk menunggu dokter setelah diperiksa oleh beberapa dokter terbaik.
Bu Selma bahkan sudah melupakan kondisi dari putra tunggalnya itu yang juga di rawat di rumah sakit yang sama. Sedangkan Alisha yang diberikan dua paper bag oleh Fadlan segera mengambilnya dan masuk ke dalam kamar ganti pakaian.
"Katanya Nyonya Besar! Kamu harus segera ganti pakaian Nona Muda karena pakaian yang dipakai Nona Aliena membuat pergerakan terbatas dan tidak bebas bergerak," jelasnya Fadlan.
Fadlan menatap intens ke arah Alisha yang berjalan meninggalkan Fadlan yang sudah mulai mendudukkan dirinya keatas sofa.
"Kenapa menurut aku ada kemiripan wajahnya dengan Alisha yah? Apa ini hanya perkiraan aku saja atau aku yang sudah merindukan Alisha yang baru sehari pulang kampung," lirihnya Fadlan.
"Apa aku harus telpon Nona Nawja yah atau pakai make up-nya sesuai kebiasaan aku saja," cicitnya sembari memutar otaknya untuk berfikir bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan-permasalahan pelik dan rumit yang sedang melanda pikiran dan hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
__ADS_1
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
I love you all Readers…