
Sorot matanya Adnan semakin menajam,ia memperhatikan dengan seksama apa yang sedang dilakukan oleh Alisha. Gadis yang diam-diam mulai membuat hatinya bergetar dan senyuman tipisnya selalu terbit dari sudut bibirnya.
Apa karena gara-gara pengaruh obat ramuan cinta Yuanita yang beralih ke Aliena yah readers..
Alysha membuka lemari yang berpintu tiga itu, tapi matanya melotot karena Ia terkejut melihat isi dari dalam lemari tersebut.
"ya Allah... ini rumah sakit atau rumah sih? serasa mau terusan tinggal disini saja," ketusnya Alisha yang melihat isinya.
"Masya Allah… yang nginap di kamar ini orang sakit yang dirawat atau mau pindahan rumah atau mau ngekos?? Sungguh banyak benar pakaian yang tersampir di dalam lemari ini," gumam Alisha yang terkejut melihat seisi lemari pakaian tersebut.
Alisha kemudian mengalihkan pandangannya ke arah rak lemari paling bawah, air melihat ada beberapa lipat bedcover dan selimut yang bisa dipakainya.
"Alhamdulillah… akhirnya dapat juga ini selimut, aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini tanpa gangguan cuaca yang dingin," lirihnya Alisha yang sengaja mengecilkan suaranya karena takut mengganggu kenyamanan istirahat dari Adnan.
Alisha bukannya langsung ke sofa untuk melanjutkan tidurnya yang baru beberapa dalam hitungan menit itu yang terpaksa terganggu oleh cuacanya yang sangat dingin.
"Ihhhss… rencanaku gagal kali ini.. padahal aku sengaja naikkan suhu udara dari pendingin ruangan kamar agar ia datang kepadaku dan mengatakan Mas aku kedinginan, apa aku bisa numpang tidur di sampingnya," batinnya Adnan yang sedikit kesal dengan kegagalan rencananya.
Adnan sebenarnya sudah sekitar setengah jam sadar sebelum Mama dan Alisha datang ke dalam kamarnya tersebut.
"Apa diluar sedang hujan yah? Karena selama aku tinggal di Jakarta yang baru hitungan bulan, baru kali ini aku merasakan dingin yang teramat sangat padahal kalau dibandingkan dengan cuaca di kampung mau musim hujan atau panas hampir cuacanya sama saja di malam hari hingga subuh," dengusnya dengan melangkahkan kakinya menuju balkon kamar tersebut.
"Gadis itu mau kemana? Apa yang ingin dia lakukan?" Batinnya Adnan yang diam-diam memperhatikan apa yang diperbuat oleh Alisha.
Alisha melilitkan selimut kesekujur tubuhnya. Ia sempat menggigil kedinginan menahan dinginnya cuaca dalam kamar itu.
__ADS_1
"Mungkin aku buka sedikit jendelanya mampu membuat tubuhku sedikit nyaman," cicitnya Alisha lalu memutar handle jendela.
Angin bertiup sepoi-sepoi hingga menerpa hidung mancung nan bangirnya. Rambutnya yang tergerai berterbangan hingga anak rambutnya mengenai wajahnya. Spontan ia merentangkan tangannya kesamping. Untungnya selimut yang dipakainya sudah ia ikat sedemikian rupa hingga tidak terlepas dan melorot ke bawah.
"Alhamdulillah… ini baru terasa enak, kenapa gak sedari tadi aku ke sini yah?' Lirihnya Alisha dengan raut wajahnya yang tersenyum sumringah.
Wajahnya berkilauan terkena sinar cahaya rembulan malam itu yang kebetulan bulan purnama.
"Subhanallah sungguh indah ciptaanMu ya Allah… aku sangat bersyukur karena Engkau masih berikan aku kesempatan untuk bernafas dan menikmati keindahan anugerah ciptaanMu ya Allah yang maha agung, maha sempurna dan maha besar," batinnya Alisha yang tersenyum penuh kebahagiaan.
Wajah cantiknya semakin memperlihatkan aura kecantikan alami. Make up yang dipakainya perlahan sudah pudar. Mungkin karena itu hari adalah pengalaman pertamanya memakai make up.
Adnan berusaha untuk melihat ke arah luar dan sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Alisha.
"Kenapa sih ia lama banget di luar, emangnya apa yang dia sedang perbuat?" Umpatnya yang sudah bangun dari baringnya karena terlalu penasaran dan kepo dengan apa yang sedang dilakukan oleh Alysha.
"Aoa jangan-jangan dia sedang menelpon pacarnya yah? Pantesan dia berjalan ke luar dan memilih mengangkat telpon di luar saja, aku yakin dia tidak mau aku nguping sehingga ia ketahuan," kesal Adnan yang kadang bangun kadang kembali berbaring lagi.
"Nenek… aku merindukan dirimu Nek… aku ingin sekali kembali ke kampung dan merasakan udara segar di kampung, di kota mah dingin kalau pakai AC kalau mati yah panas lagi," keluhnya.
"Apa aku lihat langsung saja apa yang ia lakukan di luar, kalau gini terus aku bisa mati penasaran," cercanya Adnan yang sudah mulai gelisah dan cemas dengan apa yang sedang dilakukan oleh Alisha di balkon kamarnya.
Karena sudah tidak sabar menunggu dan di dalam pikiran dan benaknya sudah berseliweran berbagai macam pemikiran yang tidak baik, ia memutuskan untuk berjalan ke arah luar mengikut jejaknya Alisha.
Matanya melotot melihat apa yang sedang dilakukan oleh Alisha," Aliena!!!!! Apa yang kamu lakukan??" Jeritnya Adnan yang kemudian mempercepat langkahnya.
__ADS_1
...****************...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung Baby Sitter Pilihan dengan cara:
like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi updatenya, dan tekan tombol gift poin atau koinnya serta iklannya juga kakak..
__ADS_1
I love you all Readers…