
Penolakan dari ketiga anaknya menohok hatinya itu. Perkataan dari mamanya juga mampu membuat hatinya tersentil. Hingga dua bulan kemudian sikap mereka masih dingin dan mendiamkan papanya tanpa ada yang berniat untuk mengakhiri pertengkaran dan perselisihan mereka semua.
Pagi itu, kebetulan Adnan tidak masuk kerja karena dia ambil cuti selama tiga hari. Niatnya adalah agar lebih dekat dengan ketiga anaknya seperti dulu. Ia tidak ingin hubungannya semakin renggang dan terpisah karena keegoisan mereka sendiri.
"Papa yang antar kalian yah, kebetulan papa juga ada urusan sedikit di luar," usulnya Afnan.
"Papa tidak perlu repot-repot kok,masih ada mamang Ilham Arief yang bisa antarin kami selamat sampai sekolah, jadi Papa tidak usah buang waktunya mungkin Tante Yuanita butuh perhatiannya Papa mungkin!" Ketusnya Najwa anak sulungnya Adnan.
"Benar sekali apa yang dikatakan kakak, lihat sana Mang Ilham sudah duduk dibalik kemudi mobil siap sedia ngantar jemput kami, jadi papa mungkin sebaiknya masuk sana saja duduk dengan tenang, daripada buang tenaganya," cibirnya Nala anak tengahnya atau anak keduanya itu.
Nathan menarik kedua tangan kakaknya itu dengan kuat, "Kakak yuk masuk mobil, saya tidak pengen gara-gara Papa saya terlambat ke sekolah, daripada nungguin pria itu pergi pasti masih lama iya kan!" Sarkasnya anak laki-laki yang disapa Nathan itu.
Najwa,Nala dan Nathan diantar oleh supir pribadinya ke sekolahnya masing-masing.
__ADS_1
"Maaf Tuan Muda kami pamit permisi ke sekolah dulu takutnya mereka terlambat dan takutnya kena hukuman jika terlambat," pamitnya Pak Ilham yang merasa tidak enak hati dengan majikannya itu.
Adnan sangat kecewa dan sedih yang berlebih-lebihan melihat kepergian dari ketiga anaknya itu.
"Astaghfirullah aladzim, kenapa anakku masih marah padaku sedangkan kejadian itu sudah hampir dua bulan lebih aku menunggu mereka, tapi apa karena kesalahanku terlalu besar sehingga mereka menghukumku seperti ini, padahal ini sudah dua bulan lebih kejadiannya berlalu," gumaman nya Syam Adnan.
Adnan masih terdiam mematung di tempatnya sambil terus memandangi kepergian mobilnya yang membawa ketiga buah hatinya itu. Ia terus meratapi dan menyesali kesalahannya selama ini yang telah keliru dan salah besar.
"Ini khilaf terdalam yang telah aku lakukan pada kalian anak-anakku," lirihnya Adnan.
"Ojek onlinenya lama banget datangnya padahal katanya tadi sudah ada di dekat sini," keluhnya Alisya sembari memeriksa beberapa buku yang ada di dalam genggaman tangannya dan juga tasnya sebagian.
"Hemm kamu mau ke mana?" Tanyanya Afnan yang mulai kepo dengan sikap dan aktivitas baby Sitter putra dan putrinya itu.
__ADS_1
Alisha yang mendengar perkataan berupa pertanyaan dari seseorang dengan suara yang cukup mampu dikenalnya itu segera menolehkan kepalanya dan menghentikan sesaat apa yang dilakukannya itu.
"Ehh Tuan Muda, saya mau ke kampus Tuan hari ini ada jadwal kuliah," jelasnya Alisah.
"Kalau gitu kamu cancel saja ojolnya saya yang akan antarin kamu," ucapnya Afnan yang langsung menarik tangannya Alisya ke dalam mobilnya yang sejak tadi mesin mobilnya belum mati juga karena dipanaskan.
"Tuan, tidak perlu repot-repot kok antarin saya insha Allah saya masih sanggup untuk bayar sewa ojol," tolaknya dengan halus Alisya yang sama sekali tidak ingin merepotkan majikan nya itu.
Adnan menatap intens dan tajam ke arah kedalam kedua pasang bola matanya Alisha, "Kalau kamu menolak saya akan potong gajimu setiap bulan dan kedua kamu stop kuliah!" Ancamnya Adnan dengan arogannya yang tidak terbantahkan.
Alisha tanpa pikir panjang setelah mendengar dengan jelas bentakan dan gertakannya Afnan, ia segera berjalan mendahului Adnan dan sudah duduk manis di dalam mobil.
Adnan tersenyum penuh kemenangan karena gadis yang mampu menggetarkan hatinya dalam sehari itu tunduk dan patuh padanya. Bu Selma yang tanpa sengaja melihat kejadian itu tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Alhamdulillah sepertinya ada kemajuan dari perkembangan hubungan mereka," cicitnya Maminya Adnan.