
Pembicara dan perbincangan mereka berhenti ketika Alisha sudah mendudukkan bokongnya di atas meja makan yang ada di dapur khusus untuk pegawai.
"Assalamualaikum Mbak!" Ucap salamnya Alisha dengan seulas senyuman ramahnya itu.
"Waalaikun salam Alisha, ayo gabung sini kita makan bersama," pinta Edah.
Alisha tersenyum ramah lalu menjawab tawaran dari mereka," makasih banyak kak,di sini saja," jawab Alisha
Satu bulan sudah berlalu, banyak tingkah usil dan jahilnya kedua anaknya Tuan Muda Adnan tapi tidak membuat gentar, mundur ataupun membuat Alisha mengeluh.
Malahan Alisha lebih semakin tertantang untuk menundukkan kedua anak itu yaitu Nala dan Najwa. Ia terus berusaha untuk meladeni kejahilan mereka dengan cara yang berbeda membuat keduanya geleng-geleng kepala.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya Nala dan Nathan. Adnan selaku ayahnya sudah berencana membuat pesta kejutan untuk kedua anaknya. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, Bu Selma merasa bersyukur karena sudah satu bulan Alisha bekerja sebagai seorang pengasuh untuk ketiga cucunya.
Awalnya setiap saat hampir setiap hari selalu was-was jika Alisha nasibnya kurang lebih sama seperti beberapa Baby Sitter yang disewanya selama ini untuk cucunya.
"Syukur Alhamdulillah… sudah hampir dua bulan Alisha bekerja di sini dan ketiga cucuku terbilang bisa ditangani kenakalannya dengan baik,saya berharap semoga kedepannya mampu untuk merubah dan memperbaiki karakter cucuku itu," batinnya Bu Selma yang sangat menaruh harapan kepada Alisha.
Tetapi, Ibu Selma patut bersyukur dan berterima kasih kepada Alisha karena ketiga cucunya itu sudah terbiasa berdoa sebelum melaksanakan kegiatan kecil dalam kesehariannya padahal selama ini baca basmalah saja sangat susah untuk mereka lakukan.
Seperti siang hari ini, mereka makan siang bersama di meja makan. Kebetulan hari ini hari minggu sebagai bertepatan dengan hari perayaan ulang tahunnya Nala dan Nathan.
"Ayah! Stop!!" Pekik Nathan saat melihat ayahnya mulai ingin menyendok makanan ke dalam mulutnya.
Sendok perak itu terpaksa menggantung di depan wajahnya Adnan lalu melirik ke arah putranya itu.
"Kok Ayahnya ditahan untuk makan Nak?" Tanyanya Bu Selma dengan penuh kelembutan.
Semua orang yang berada di dalam ruangan makan tersebut pun ikut menolehkan kepalanya ke arah Nathan.
"Nenek! Kalau mau makan itu harus baca doa dulu, kenapa harus baca doa agar apa yang kita makan dan minum itu semuanya yang masuk kedalam perut bisa bermanfaat dan berguna untuk kesehatan tubuh kita," jelasnya Nathan dengan mimik wajah yang cukup serius.
__ADS_1
Alisha yang berdiri di belakangnya Nathan cukup bisa dibuat terkejut. Ia tidak menyangka jika apa yang selama beberapa hari terakhir ini ia ajarkan pada Nathan juga diterapkan di hadapan orang tuanya dan juga anggota keluarganya yang lain.
Bu Selma menatap ke arah Alisha," aku yakin semua ini ajaran dari Alisha aku sangat bahagia mendengar cucuku sudah perlahan berubah menjadi lebih baik padahal Nathan adalah anak yang paling sering buat ulah yang berujung jengkel dan paling sukar untuk dibujuk atau pun diajari," batin Bu Selma.
Adnan yang mendapatkan perkataan sanggahan dari putranya sendiri segera menyimpan sendok makanannya.
"Yaelah… ini anak mimpi apa sih semalam sampai-sampai harus bertindak dan bertingkah aneh seperti ini, ada-ada saja," umatnya Adnan yang tidak setuju dengan sikap dari putranya itu.
Adnan dengan terpaksa dan yang lainnya mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nathan. Bocah kecil itu memimpin dan membaca doa sebelum makan. Bu Selma ingin menititkan air matanya saking dibuat terharu dan bahagia dengan perubahan kearah yang lebih baik dari anggota keluarga tersayangnya.
"Ya Allah… aku berharap semoga ini adalah awal yang lebih baik dari kehidupan anak dan cucuku, aku harus berterima kasih kepada Alisha sepertinya," lirihnya Nyonya Selma.
"Ihh kenapa sih harus baca doa segala lagian selama ini kami makan baik-baik saja walaupun tidak pernah berdoa kan yang penting makanannya bersih dan sehat itu sudah dijamin tidak akan membuat kami sakit," makinya Najwa yang memukul-mukul pelan piringnya tersebut. Tatapan matanya tertuju pada Alisha.
"Kapan yah pengasuh itu pergi dari sini? Padahal saya sama kakak sudah mengerahkan segala cara agar dia memilih pergi dan tidak akan kembali lagi ke sini," kesalnya Nala.
Mereka kembali melanjutkan makannya. Dengan sesekali mereka bercanda sambil menikmati dan menyantap semua hidangan yang disajikan di atas meja makan.
"Nathan kamu makan apa kok kelihatannya enak banget?" Tanyanya Nala yang kepo dengan apa yang dimakan oleh kakak keduanya itu.
Nathan mengangkat udang tepung yang cukup besar sebesar jempol ayahnya kehadapan Nala.
"Kamu mau?" Tanyanya Nathan yang mengarahkan sebuah piring yang berisi udang goreng tepung tersebut.
Nala dan Najwa yang melihat udang itu langsung mengambil beberapa potong tanpa banyak pikir lagi. Ia mengikuti cara makan yang dilakukan oleh Nathan. Wajah keduanya langsung berubah dari raut wajah yang penasaran hingga kenikmatan saking enaknya udang goreng yang berada di dalam tangannya itu.
"Ini namanya delicious banget," pujinya Najwa.
"Iya betul apalagi ditambah dengan cah kangkung tambah enak," pujinya Nala yang semakin lahap makannya.
Nyonya Selma bahagia melihat cucunya makan dengan lahap yang tidak seperti biasanya padahal jika dilihat menu makanan di siang hari itu hanya makanan biasa saja
__ADS_1
Nala pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dan sepaham dengan apa yang dikatakan Kakak sulungnya. Adnan dan nyonya Selma pun ikut menikmati makanan tersebut tanpa banyak pikir dan tanya.
Berselang beberapa saat kemudian, Adnan mengelap tangan dan mulutnya itu lalu mengedarkan pandangannya ke arah chefnya.
"Bu Sita! Tolong menu makanan seperti ini aku ingin kedepannya harus tersedia di meja makan tidak boleh tidak ada," titahnya Adnan lalu berjalan ke arah luar.
Bu Sita yang mendengar perkataan dari Tuan Muda Adnan segera mengarahkan pandangannya ke arah Alisha. Sedangkan yang ditatap hanya membalasnya dengan senyuman ramahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Hanya sekedar baby Sitter judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…
__ADS_1