Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Konflik Pertama


__ADS_3

"Kemana anak itu, kenapa jam segini belum juga keluar dari kamarnya?" tanya pria paruh baya tersebut pada istrinya di sela-sela menyantap sarapannya


"Biarkan saja Dad, mungkin bentar lagi." jawab wanita paruh baya tersebut santai yang di ketahui adalah istrinya sambil menyantap sarapannya pula


"Oh… ternyata masih ada yang peduli sama anak gadisnya." sindir seorang pria yang masih remaja yang di ketahui adalah anak laki-laki dari pria paruh baya tersebut


"Apa maksud kamu, Bryan?" tanya daddynya yang sedang menahan emosinya di pagi hari


"Aku nggak ada maksud, lagian aku juga tidak berkata apa-apa." jawabnya santai sambil terus memakan sarapannya


"Anak ini…" ucap daddynya yang sudah tersulut emosi oleh anak laki-lakinya, tetapi di cegah oleh istrinya saat tangan suaminya dipegang dan ditahan oleh istrinya


"Cukup Dad, cukup Brian." kata wanita paruh baya tersebut pada suaminya dan anak laki-lakinya yang bernama 'Bryan' sambil melirik mereka berdua bergantian


"Kalian ini selalu saja ribut kalau bertemu, aku heran. Kalian ini bapak sama anak, tetapi seperti musuh." terang wanita paruh baya tersebut pada suaminya juga pada anak laki-lakinya sambil terus menyantap sarapannya dengan santai seperti biasanya dan menggeleng kepalanya pelan


"Sayang… coba kamu susul ke kamar adikmu, mungkin saja Vri belum bangun." perintah Mommynya lembut pada Bryan sambil memegang tangannya agar mau melakukan perintahnya


"Iya, Mom." balas Brian patuh pada Mommynya dan berdiri dari duduknya menuju kamar adiknya


Sampainya di depan kamar adiknya, Brian langsung membuka kamar adiknya tanpa mengetuk pintu kamar adiknya terlebih dahulu

__ADS_1


"Kamu sudah siap, dek?" tanya Bryan pada adik kesayangannya setelah melihat adiknya hanya duduk saja di pinggir tempat tidurnya


"Sudah dari tadi." jawabnya ketus pada kakaknya tanpa melihat siapa yang bertanya karena gadis tersebut juga sudah tahu siapa yang datang ke kamarnya


"Lalu kenapa kamu tidak keluar?" tanyanya lagi pada adiknya bingung yang masih belum mengerti dengan mood adiknya yang seperti ini di pagi hari


"Apakah harus aku jawab?" tanya baliknya sinis pada kakaknya sambil melirik kakaknya dengan matanya yang begitu mematikan


"Oke, oke, aku ngerti." jawabnya cepet yang sudah mengerti dengan sikap adiknya yang seperti ini


"Ya sudah, ayo turun." ajaknya pada adiknya sambil menarik tangan kanannya untuk turun ke ruang makan


Tetapi sebelum tangannya di tarik, adiknya sudah menahan tangannya terlebih dahulu tanda gadis tersebut menolak ajakan kakaknya


"Sudah ayo." ajaknya lagi sedikit memaksa karena tidak mau ajakannya di tolak oleh adiknya, sambil terus menarik dan mendorok adiknya sedikit dengan paksaan


Akhirnya adik kakak tersebut keluar dari kamar adiknya menuju ruang makan menemui ke dua orang tuanya yang masih menyantap sarapannya yang hampir selesai


"Pagi, sayang." sapa Mommynya lembut pada putrinya saat melihat putri dan putranya turun dari tangga menuju meja makan


Cup

__ADS_1


"Pagi, Mom." sapa baliknya pada Mommynya lalu mengecup pipi kiri Mommynya saat sampai di depan meja makan tempat Mommynya duduk


"Apa di sini hanya ada Mommymu saja?" tanya Daddynya yang merasa iri memdapat perhatian dari putrinya


"Ya." jawab Vrianca singkat pada Daddynya, lalu duduk di sebelah Daddynya


"Sayang…" tegur Mommynya lembut pada putrinya yang tak suka dengan tindakkan putrinya pada suaminya


Karena dapat teguran dari Mommynya dengan terpaksa, Vrianca mengecup pipi kiri Daddynya pula


Cup


"Kamu kenapa sayang?" tanya Daddynya berusaha lembut pada putrinya yang di buat heran dengan sikap putrinya yang selalu dingin ketika dirinya pulang dari luar negri sambil membelai rambut putrinya seusai mengecup pipi kirinya


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:


voce, like and comment sebanyak-banyaknya


Aku tunggu jejak dari kalian semua

__ADS_1


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2