
"Baiklah." balas Biru pasrah dengan jawaban yang keluar dari mulut Vrianca
Beberapa lama-lama kemudian, akhirnya mereka semua pun sampai di dermaga pelabuhan, tempat awal mereka berangkat sebelumnya
"Akhirnya sampai juga, btw kamu anterin aku pulang kan?" tanya Vrianca sambil membalas genggaman tangan dari Biru
"Tentu donk Beb. Masa aku tega tinggalin kamu pulang sendiri, itu tidak mungkin dan tak akan pernah terjadi." jawab Biru sambil mengecup singkat kepala Vrianca mesrah
"Ayo... Kita ke parkiran, pasti John sudah menunggu kita dari tadi." ajak Biru sambil menarik tangan Vrianca lembut
"let's go." balas Vrianca menerima ajakan Biru menuju parkiran
Namun tiba-tiba saat Biru dan Vrianca berjalan menuju ke parkir, Biru dan Vrianca bertemu dengan seseorang yang cukup dikenalnya mereka berdua dan itu sontak cukup kaget, bahkan terkejut buat mereka berdua berdiam diri seperti patung
"Kalian?" ucap seseorang saat melihat Vrianca dan Biru sambil menunjuk ke arah Biru dan Vrianca, lalu melihat ke arah tangan Biru dan Vrianca yang saling bergandengan mesrah
Vrianca yang tau arah tatapan dari seseorang tersebut, langsung saja melepaskan pegangannya dari tangan Biru, Biru tampak sedikit kecewa, tapi di mengerti kenapa Vrianca melepaskan genggaman tangan darinya
"Kak Bry? Kak Alia?" ujar Vrianca kaget sambil menatap balik ke Kakaknya lalu ke calon Kakak iparnya
__ADS_1
Biru hanya bisa diam dan pasrah atas perilaku Vrianca dan percakapan antara Vrianca dan Brian, sekaligus keterkejutannya mereka semua, termaksud dirinya sendiri
Tetapi Biru berusaha menutupi dengan muka dinginnya dan dasarnya itu seperti biasa, dan akan berubah saat bicara bersama Vrianca
Sedangkan Alia hanya jadi penonton dengan drama yang dilakukan oleh kedua Kakak beradik ini dengan sosok pria yang cukup familiar menurutnya, tetapi Alia lupa dengan sosok pria tersebut
Alia pun tak sedikit ikut campur dengan masalah keluarga dari kekasihnya tersebut, karena biasanya Bryan tak ingin ada seseorang yang ikut campur dengan urusan tersebut, kecuali atas permintaan dari Bryan -nya langsung
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Bryan penasaran melihat adik kesayangan cukup dekat dengan seorang pria asing, selain dirinya dan Daddy-nya
"A... Aku... Anu... Em..." ucap Vrianca gugur dan terbatah saat ingin mengatakan sesuatu pada Bryan, tetapi juga Vrianca tidak mau sampai kakaknya melakukan sesuatu pada pria yang mulai masuk ke relung sanu baginya tersebut
Biru yang tau bahwa Vrianca sedang kebingungan ingin mengatakan apa saja pada kakaknya, Biru berinisiatif mengatakan sesuatu yang cukup logis yang membuat Bryan tak marah padanya maupun pada Vrianca
"Bener kah itu?" tanya Bryan penasaran dan meminta penjelasan langsung pada adiknya tersebut
"I-iya kak." jawab Vrianca legah sambil mengangguk kan kepalanya sebagai jawabannya juga
"Setidaknya aku tidak terlalu berbohong pada Kak Bryan." kata Vrianca dalam hati sedikit tenang
__ADS_1
"Ikut aku." ajak Bryan sambil menarik tangan Vrianca sedikit kasar membawanya pergi jauh dari jangkauan Biru
Tetapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencegah sisi tangan Vrianca lainnya
"Beb." panggil Biru sambil memegang tangan Vrianca kuat, tak ingin dijauhkan dengannya
"Lepaskan tangan kotor lo dari tangan adik gw." ujar Bryan marah karena tangan adiknya dipegang oleh orang lain, apalagi dengan tangan Biru
Dendam Bryan dimasa lalu yang membuatnya sangat amat membenci sosok Biru, apalagi ketika Bryan tau Vrianca dekat bahkan kenal dengan Biru
"Beb." panggil Biru agar Vrianca memihak padanya
"Lepasin nggak."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘