
Pria tadi hanya bisa mengangkat bahunya saja, pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti yang sedang di kerjakan oleh gadis tersebut
"Serah." jawab Vrianca singkat, padat, ketus Dan jutek pada pria di sebelahnya setelah melirik tingkah pria yang ada di sampingnya tersebut
"Ternyata lo bisa juga ya mainin alat ini?" tanya pria tersebut berusaha mendekatkan dirinya lagi dari Vrianca
"Menurut lo?" tanya Vrianca sengit yang mulai geram dengan pria di sebelahnya yang masih sibuk dengan alat-alat musiknya
"Jutek banget sih, tapi gw suka dan gw ngerasa tertantang." batin pria tersebut bicara pada dirinya sendiri
"Gw jadi pengen tau, lo bisa apa lagi selain ini?" tanya pria itu lagi dan lagi lebih mencari perhatian pada Vrianca
Tetapi sama sekali tidak digubrisnya oleh Vrianca perkataan dari pria asing tersebut, sedangkan Vrianca sendiri masih asik dan sibuknya dengan permainannya dengan alat-alat DJ nya tersebut, bahkan sampai akhir acara pria tersebut masih saja mengganggu Vrianca dengan pertanyaan-pertanyaan konyolnya yang dilontarkan oleh pria tersebut
Setelah acara usai, Vrianca sudah menghubungi 'Brian' kakaknya sebelumnya untuk menjemputnya di clubs tersebut agar kedua orang tua Vrianca tidak ada yang tau, bahwa anak gadisnya sedang mencari uang jajannya sendiri di sebuah clubs malam di kota tersebut
Bukan bermaksud meremehkan hasil kerja jerih payah kedua orang tua Vrianca, tetapi memang semenjak hubungannya Vrianca dengan Daddy nya kurang baik, Vrianca lebih memilih mencari uang jajannya sendiri tanpa sepengetahuan kedua orang tua Vrianca
__ADS_1
Awalnya Bryan juga tidak mengetahuinya, tetapi karena mencurigai adik kesayangannya yang lumayan sering keluar malam dan pulangnya juga hampir pagi, itu berhasil membuat Bryan khawatir dan curiga dengan kegiatan adiknya selama ini
Saat itu juga Bryan melarang adiknya untuk tidak melakukan itu lagi, tetapi ditolak mentah-mentah oleh adik kesayangannya
Hingga akhirnya Bryan tetap mengizinkan kegiatan adiknya tersebut yang diluar kegiatan kampus tersebut, sekaligus hobi adiknya tersebut yang memang menyukai bermain dengan alat-alat musik DJ nya
Entah dari mana Vrianca belajar benda macam seperti itu, bahkan Bryan ataupun keluarga dari Daddy nya maupun Mommy nya tak Ada yang bisa memainkan peralatan itu
"Vri." panggil seorang pria pada Vrianca setelah melihat adiknya baru saja selesai menjalankan tugasnya, tetapi bersama seorang pria yang tak asing oleh Bryan
"Kak." lirih Vrianca pelan setelah melihat kakaknya ada di dalam clubs tersebut
"Sial, dari tadi gw kaya nggak dianggapnya sama dia." cakap pria asing tersebut di dalam batinnya setelah melihat wanita yang ditaksirnya sedang dipegang pria lain
"Tar dulu deh⦠tadi itu bukannya Bryan Kapoor?" tanya pria asing tadi lagi pada dirinya sendiri setelah mengingat-ingat pria yang tadi membawa Vrianca keluar dari acaranya
"John⦠coba kamu selidiki dari keluarga Bryan Kapoor, khususnya gadis tadi." perintah pria asing tersebut pads asisten pribadinya
__ADS_1
"Baik bos." balas 'John' sang asisten pribadinya pria asing tersebut singkat dan patuh pada Tuannya
"Sekarang kita balik saja dan besok pagi gw pengen permintaan gw tadi, sudah ada di tangan gw." pinta pria asing tadi pada asistennya lagi dengan hasil kerjanya
"Baik Bos." balas asistennya lagi sambil menundukkan kepalanya tanda hormat
"Siapa kamu cantik? Dari pertama kita bertemu, kenapa tiba-tiba jantung gw kaya abis lomba lari, apa gw jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis tersebut?" tanya pria asing tadi pada dirinya sendiri didalam hati
"Kenapa si bos jadi senyum-senyum sendiri semenjak bertemu gadis tadi? Mudah-mudahan gadis tadi bisa membuat jati diri bos menghangat lagi kaya dulu." harapan asisten pribadi pria asing tadi agar Tuannya bisa mendapatkan kebahagiannya lagi setelah beberapa tahun lamanya menjadi seorang pria yang dingin, arogan dan kejam pada setiap bawahannya
ππππππππππππππ
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka π