Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Jalan - Jalan Romantis


__ADS_3

"Apa itu?" tanya Vrianca penasaran dengan penawaran dari Biru


"Nanti saja, kalau sudah selesai makan malamnya, lebih baik sekarang kita selesaikan makanan kita." perintah Biru untuk menyelesaikan makan malamnya, karena sekarang sudah menunjukkan jam delapan malam lewat


"Menyebalkan." gerutu Vrianca tak suka karena Biru selalu main tebak-tebakkan olehnya, walaupun sebenarnya Vrianca sangat menyukai setiap kejutan yang diberikan oleh Biru


Vrianca merasakan selalu diperhatikan dan disayang, bahkan dimanja oleh seorang pria selain Daddy nya dan kakaknya


Biru hanya bisa menahan tawanya bahagia, bisa selalu membuat mimik wajah Vrianca sangat menggemaskan menurutnya di sela-sela makan malamnya


"Baiklah, baiklah. Tapi abis ini kita keluar jalan-jalan ya?" ucap Biru menyerah sebelum berakhir mimik wajah Vrianca yang berubah menjadi marah, apalagi kalau sampai Vrianca mengambek dengannya, karena itu akan sangat sulit untuk membujuk saat Vrianca merajuk


"Kemana?" tanya Vrianca penasaran dan begitu antusias sambil menatap wajah Biru yang sedang menikmati makan malamnya


"Rahasia." ucap Biru cepat sambil menatap wajah Vrianca balik


"Menyebalkan." gerutu Vrianca lagi dan lagi sebal dengan jawaban Biru sambil menyuapin makanannya kemulutnya dengan sedikit kasar


Dan itu berhasil membuat Biru tertawa lepas yang begitu membahagiakan menurutnya "Hahahaha..."


Seusai makan malam, Biru memenuhi janjinya untuk mengajak Vrianca ke sebuah pantai nan indah

__ADS_1



"Bi... Pemandangannya cantik banget." ungkap Vrianca takjub dengan pemandangan pantai saat di malam hari


"Apa kau suka?" tanya Biru sambil sedikit berbisik di telinga Vrianca lalu memeluk tubuh Vrianca dari belakang


"Sangat." ujar Vrianca cepat yang sedang terpesona dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang


"Oh oya, aku juga punya sesuatu buatmu. Tapi tutup matamu dulu." ucap Biru sedikit memerintahkan sambil membalikkan tubuh Vrianca ke hadapannya


"Kenapa si harus tutup mata? Menyebalkan." gerutu Vrianca tak suka sambil memberi protesnya pada Biru


"Ayo dong, Beb. Ikutin aja keinginan ku kali ini." pinta Biru dengan sedikit memaksa



(Sebuah gelang emas Red gold dengan beberapa butir Berlian kecil yang berbentuk kupu-kupu dan beberapa batu untuk pemanis di perhiasan tersebut)


"Apa kau suka?" tanya Biru penasaran karena melihat ekspresi wajah Vrianca yang biasa saja


"Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Vrianca balik setelah membuka matanya dan melihat barang pemberian Biru yang terpasang cantik dipergelangan tangan kanannya

__ADS_1


"Tidak Beb, bahkan dirimu jauh lebih berharga yang telah aku berikan ini pada mu." jelas Biru sambil memberi pengertian dengan Vrianca, bahwasanya Vrianca adalah sosok wanita yang paling berharga dibanding dengan apapun itu di dunia ini


"Makasih ya." ucap Vrianca pasrah dan bahagia dengan pemberian Biru


"Aku juga punya sesuatu lagi untuk mu." ucap Biru lagi yang ingin memberikan sesuatu lagi pada Vrianca


"Lagi?" tanya balik Vrianca sekali dengan ekspresi sedikit kaget dengan segala kejutan yang diberikan oleh Biru



(Cincin emas putih dengan sebuah batu Berlian berukuran sedang, bertengger cantik di jari tengah Vrianca)


"Kenapa wajahmu seperti itu, Beb? Kau tak menyukai pemberian dariku?" tanya Biru sambil memberikan sebuah cincin lalu menyelipkannya di jari tengah Vrianca


"Tidak, bukan begitu maksud ku. Hanya aja ini terlalu berlebihan, aku bukan siapa-siapa mu. Tapi kamu sudah memberikan diriku benda-benda seperti ini dan ini pasti mahal banget harganya, ya kan?" beber Vrianca mengeluarkan segala isi hatinya yang tak ingin sampai Biru menganggapnya sebagai wanita materi dan manfaat kekayaannya saja


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:


Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya

__ADS_1


Aku tunggu jejak dari kalian semua


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2