
"Semoga." harapan dan doa Biru tulus dan juga besar pada hubungan Biru dengan Vrianca
"Oh… astaga, tante sampai lupa menanyakan tujuan dirimu datang ke sini." ucap Tante Rani sambil menepuk keningnya pelan
"Tidak apa-apa Tante. Ini Tante, apa Tante bisa tolong dandanin Inca? Kebetulan aku ada pertemuan bisnis malam ini." pinta Biru pada Tantennya untuk mempercantik wanita pujaan hatinya
Sebenarnya Biru sedikit risih dengan penampilan Vrianca yang sedikit seperti laki-laki yang super cuwek dengan segala penampilannya dan dandannannya
"Siap putraku." ujar Tante Rani lagi sambil menarik tangan Vrianca pelan menuju meja rias miliknya yang berada di dalam ruangan pribadi miliknya
Tetapi baru beberapa langkah berjalan menuju ruangannya, langka Tante Rani terhenti karena dicegat oleh Biru yang sedang menahan tangan kanan Tante Rani oleh Biru
"Tante, makasih ya." bisik Biru sambil memberikan peluk sayangnya pada Tantenya yang sudah dianggapnya layaknya seorang ibu kandungnya
"Itu tidak gratis, sayang." ucap Tante Rani pelan sambil menunjukkan jari telunjuknya lalu menggoyangkannya
"Tante tinggal sebutkan saja nominalnya, biar John yang memberikannya nanti." ujar Biru mengerti yang dimaksud Tantenya tersebut
"Not. aunty don't need your money." ucap Tante Rani sambil mentolak pinggangnya, menaro kedua tangannya dipinggangnya
"Lalu, aku harus bayar tante apa?" tanya Biru bingung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
__ADS_1
Tante Rani membisikkan sesuatu ditelinga Biru yang entah apa isi percakap antara mereka berdua, hanya Biru dan Tante Rani lah yang mengatuinya
"Ok, siap Tante." balas Biru sambil menganggukkan kepalanya pelan
"Mari sayang, ikut tante." ajak Tante Rani sambil menarik tangan Vrianca lagi dengan lembut layaknya seorang ibu pada anaknya sendiri penuh dengan kasih sayang
Sedari tadi Vrianca lebih memilih untuk berdiam diri dan membisu, diam seribu bahasa dengan segala pikirannya Vrianca mengenai Biru dan Tante Rani
Setelah satu jam kemudian, akhirnya Vrianca keluar juga dari tempat ruang make up Tante Rani sekaligus ruang ganti maupun ruang istirahat pribadi Tante Rani di butik miliknya sendiri
(Pakaian yang dikenakan oleh Vrianca saat pergi ke acaranya Biru)
"Cantik." ucap Biru spontan setelah melihat kecantikan Vrianca yang alami bak putri dalam negeri dongeng menurut Biru
(Pakaian yang dikenakan oleh Biru saat bersama Vrianca ke acaranya)
"Sudah, nanti lagi liat-liatnya. Emangnya kamu mau pergi jam berapa, Biru?" tanya Tante Rani mengenai acaranya Biru tersebut
__ADS_1
"Jam enam, karena acaranya jam tujuh malam sekalian acara makan malam juga." jelas Biru sambil mengingat waktu acaranya tersebut
"Apa kamu tak ingin melihat jam berapa sekarang?" tanya Tante Rani santai karena sudah biasa melihat Biru yang kadang suka ngaret dengan acaranya sendiri
Karena sekarang sudah menunjukkan pukul enam petang lewat dua puluh menit, saat Tante Rani melihat jam yang terpajang di dinding butik milik Tante Rani
"Astaga, aku sampai lupa." ujar Biru sambil melihat jamnya yang melingkar indah di tangan kanannya
"Kamu bukan lupa, tapi terpesona dengan calonmu ini." tutur Tante Rani sambil merangkul pundak Vrianca yang masih berdiri disebelah Tante Rani
"Tante betul sekali." ucap Biru sambil memberi kecupan singkat di pipi kiri Tantenya Tersebut
"Nanti ya Tante, sekarang aku pergi dulu." pamit Biru pada Tante Rani sambil pergi dari butik Tantenya tersebut melanjut ke tempat acara selanjutnya
Setelah dari butik Tante Rani, Biru dan Vrianca langsung saja masuk ke dalam mobil milik Biru lagi untuk menuju ke sebuah dermaga
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
voce, like and comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘