
"Bi...Bangun, ini sudah jam berapa? Jadi tidak kita mau jalan-jalan di pulau yang kamu janjikan itu?" tanya Vrianca sambil mengoyangkan tubuh Biru agar terbangun dari tidurnya
"Biru... Ayo bangun, nanti aku marah nih." panggil Vrianca lagi yang masih berusaha membangun Biru dari tidurnya dengan sedikit nada mengancam
"Apa sih Beb, kenapa harus pakai marah seperti itu?" ucap Biru dengan suara khas orang yang baru bangun tidur sambil melihat wajah Vrianca yang begitu menggemaskan saat merajuk seperti itu
"Mana janjimu, katanya apa tadi siang?" tanya Vrianca sambil mengingat perkataan Biru yang tadi siang
"Iya tunggu sebentar, aku hubungin John terlebih dahulu." jawab Biru sambil mencari Hpnya yang di letakkan dia atas meja nakas tadi siang sebelum dirinya untuk ikut serta tidur siang bersama Vrianca
Vrianca hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya saja lalu pergi menjauh dan berlalu meninggalkan Biru yang sedang telponan dengan asisten pribadinya untuk menuju ke kamar mandi dengan ritual mandinya
Setelah selesai menelepon asisten pribadinya tersebut, Biru juga bersiap untuk pergi mandi setelah melihat Vrianca yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati Vrianca, lalu mencuri sebuah kecurangan singkat di bibir Vrianca
Cup
"Manis, seperti pemiliknya." kata Biru sambil sedikit berisik di telinga Vrianca, lalu pergi masuk ke kamar mandi sebelum sang pemilik bibir sadar bahwa Biru sudah mulai berani terang-terang mencuri sebuah kecupan di bibir Vrianca
"Bi..." teriak Vrianca setelah sadar apa yang sudah dilakukan oleh Biru, sayangnya yang sang pencuri sudah berhasil kabur dan bersembunyi di kamar mandi
Sedangkan sang pencuri yang sedang bersembunyi di kamar mandi setelah mendengar teriak Vrianca, hanya bisa cekikikan sambil membayangkan wajah Vrianca yang begitu menggemaskan menurut Biru
__ADS_1
Setelah dirasa Vrianca maupun Biru yang sudah bersiap bahkan sekaligus sudah rapih, ternyata Biru masih berusaha merayu Vrianca yang sedang merajuk tersebut karena ulahnya tadi
"Beb... Ko masih marah sih, kan aku udah minta maaf. Tadi katanya udah di maafin? Ko masih manyun begitu bibirnya? Mau di cium lagi ya?" tanya Biru beruntun, karena sangking bingungnya merayu Vrianca yang sedang merajuk karena ulahnya tadi, walaupun katanya sudah dimanfaatkan
"Ihss... Itu si maunya kamu." ucap Vrianca sambil memukul lengan Biru karena ucapannya yang barusan
Yang dipukul hanya menjawab dengan senyuman sambil mamerkan gigi putihnya yang begitu rapih dan bersih
"Ya sudah, ayo... John pasti sudah menunggu kita sedari tadi." ajak Biru sambil menggenggam tangan Vrianca mesrah dan turun menuju pulau yang dituju oleh Biru karena kapal tersebut sudah berlabu sekitar tiga puluh menit yang lalu
Vrianca hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya pelan dan mengikuti Biru kemana arah jalan Biru melangkah karena hanya Biru yang tau tempat tujuannya
Setelah sampai tempat tujuan, Vrianca langsung di ajak Biru ke sebuah masion tak berpenghuni, tetapi masih dirawat dengan baik oleh penjaga dan beberapa maid yang tinggal tak jauh dari masion tersebut atas suruan Tuannya, Biru
Masion Biru tampak depan di pagi hari yang cerah, secerah hati Biru sekarang karena sudah berhasil mencuri hati Vrianca
__ADS_1
Masion Biru tampak dari dekat di pagi hari
"Selamat datang ratu ku, selamat datang di masion kita." kata Biru sambil menyambut Vrianca masuk ke dalam masion impian Biru
Masion Biru tampak dari dalam, bagian ruangan keluarga di masion impian Biru
Masion Biru tampak dari dalam
"Kita?"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka 😘