
"Kamu kenapa sayang?" tanya Daddynya berusaha lembut pada putrinya yang di buat heran dengan sikap putrinya yang selalu dingin ketika dirinya pulang dari luar negri sambil membelai rambut putrinya seusai mengecup pipi kirinya
"Mommy, aku berangkat." pamit Vrianca pada Mommynya yang sedang mengalihkan pertanyaan dari Daddynya dan selalu menghindar saat Daddynya berada di rumah
"Ayo kakak, aku nebeng hari ini denganmu." ajak Vrianca pada kakaknya karena memang lagi malas membawa kendaraannya sendiri
Setelah memastikan ke dua anaknya sudah pergi berangkat sekolah, Daddynya Bryan dan Vrianca langsung saja bertanya pada Mommynya Bryan dan Vrianca yang sekaligus istrinya yang selama ini selalu bertanya-tanya dalam benaknya
"Kenapa dengan putrimu?" tanyanya to the point pada istrinya yang merasa heran dengan sikap putra putrinya selama ini
"Saharusnya tanya sama dirimu sendiri?" tanya balik istrinya pada suaminya sambil beranjak dari meja makan menuju kamarnya
"Apa maksudmu?" tanya suaminya lagi yang semakin tak mengerti dengan maksud istrinya sambil menahan tangan istrinya yang ingin beranjak masuk kedalam kamar
"Dad, sadarlah⦠putrimu butuh perhatian kita, khususnya dirimu bukannya harta yang melimpah seperti ini." balas istrinya sambil terus menjelaskan pada suaminya dengan sedikit menahan emosinya dan mengeluarkan sedikit unek-unek tentang putrinya
__ADS_1
"Tetapi aku berkerja untuk mereka." jelas suaminya pada istrinya yang selama ini tak pernah punya waktu dengan kedua anak-anaknya khususnya putrinya
"Aku mengerti, tapi tidak dengan mereka." terang istrinya pada suaminya sambil menekankan pada kedua anak-anaknya
"Sudah berapa kali kamu membatalkan perjanjimu dengan putrimu? Berapa kali pula kau mengingkari janjimu pada putrimu?" tanya istrinya pada suaminya sambil mengingatkan kesalahannya pada putrinya
"Kau merasa tidak, kalau putrimu semakin jauh padamu dan selalu bersikap dingin padamu. Di tambah lagi dengan sikap Bryan yang selalu ketus padamu atau kamu memang menginginkannya itu semua?" cecar istrinya pada suaminya sambil terus menyudutkan suaminya atas kesalahannya yang telah di perbuatnya
"Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya suaminya yang masih belum sadar akan kesalahannya, walaupun sudah dijelaskan panjang x lebar x alas x tinggi oleh istrinya
"Kamu selalu mengabaikan kehadirannya, kamu seperti menghindar dari dirinya." jelasnya lagi pada suaminya yang mulai menyerah dengan segala penjelasannya yang tak pernah diresapinya oleh suaminya tersebut
"Kamu yang menginginkan anak perempuan saat aku hamil dirinya, sekarang saat dia hadir sikap dan perilakumu seperti ini, apa itu bisa diterima?" cecarnya lagi pada suaminya terus menurur agar suaminya cepat-cepat menyadari kesalahannya
Suaminya hanya berdiam diri sambil mencerna semua perkataan istrinya mengenai ke dua anak-anaknya, khususnya putrinya yang terus saja menyalahkan dirinya yang tak pernah bisa berbagi waktu dan perhatiaannya untuk keluarganya, khususnya pada anak-anaknya
__ADS_1
Hingga akhirnya suaminya tersebut menyadari kesalahannya dan ingin segera memperbaiki sikapnya pada ke dua anak-anaknya, khususnya putrinya yang selalu mengabaikan perhatiannya selama ini
"Oke, oke, aku mengaku salah. Mulai detik ini juga aku akan memperbaiki sikapku pada kedua anak-anakku, khususnya putriku." ucap suaminya menyesal setelah mendengar penjelasan dari istrinya yang begitu mendetail
"Benarkah itu suamiku, syukurlah⦠Vri dan Bry pasti senang mendengarnya. ucapnya sambil memeluk suaminya karena rasa bahagianya bisa menyadarkan kesalahan suaminya selama ini
Setelah acara perdebatan yang lumayan panjang dan sengit antara suami dan istri tersebut atas kesalahan yang telah diperbuatan suaminya pada keluarganya, khususnya pada anak-anaknya
ππππππππππππππ
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka π