
"Kenapa sih Beb, mesti teriak-teriak?" tanya Biru bingung yang tiba-tiba saja Vrianca teriak-teriak dihadapan Biru yang menjadikannya pusat perhatian para penonton dari atas kapal pesiar tersebut sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya karena mendengar teriakkan Vrianca yang cukup melengking
"Ya sudah, kita naik ke kapal yu..." ajak Biru sambil mengandeng tangan Vrianca naik ke atas kapal pesiar tersebut
Kali ini Vrianca tak menjawab dan tak menanggapi pula perkataan ataupun perbuatan Biru lagi pada dirinya sambil terus melangkah naik ke atas kapal pesiar yang mewah tersebut dan mengandeng mesra tangan Vrianca dengan sedikit memaksa
"Aduh… kenapa tiba-tiba kepala gw pusing ya?" tanya Vrianca di dalam hatinya sendiri dan bicara pada dirinya sendiri pula sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut
"Kamu kenapa, Beb?" tanya Biru bingung yang melihat Vrianca sedikit aneh menurut Biru
Lagi dan lagi Vrianca tak menjawab pertanyaan Biru lagi, tetapi Biru langsung berinisiatif membawa Vrianca kesebuah kamar untuk mengistirahatkan Vrianca sejenak
"Kita ke kamar saja ya, biar kamu bisa istirahat." saran Biru yang melihat Vrianca selalu memegang kepalanya
"Memang acaranya sudah selesai?" tanya Vrianca bingung tetapi masih menampilkan wajah juteknya dengan Biru sambil mengerutkan keningnya
"Belum." jawab Biru singkat sambil terus menuntut Vrianca ke sebuah kamar penginapan yang ada di kapal pesiar tersebu
__ADS_1
"Kenapa menyuruhku ke kamar, kalau acaranya belum selesai? Apa kamu jangan-jangan..." tanya Vrianca dalam hatinya penasaran yang sedang mencurigai Biru dengan perbuatannya yang tak senonoh pada dirinya sambil menahan dirinya agar tidak ke kamar tersebut
Tetapi terpotong karena sudah keburu dijawab oleh Biru. "Aku melihat wajahmu pucat, Beb. Makanya aku menyuruh mu untuk istirahat saja di kamar, padahal aku ingin memperkenalkan dirimu sebagai calon istriku." sambil menghentikankan langkahnya karena Vrianca terus saja menahan dirinya
"A-apa?" ucap Vrianca kager sekaligus syok atas pernyataan Biru barusan
Biru sama sekali tak menanggapi keterkejutan Vrianca dan masih menggiring Vrianca masuk lebih dalam lagi kesebuah lorong yang banyak terdapat pintu pintu entah apa isinya di dalamnya
Setelah perdebatan Biru dan Vrianca tadi, entah kemana lagi Biru menggiring Vrianca sekarang dan membuat Vrianca semakin bertanya-tanya tentang jalan pikir Biru karena Vrianca masih merasa asing ditempat yang seperti ini ditambah lagi ini pertama kalinya Vrianca naik kapal pesiar yang mewah dan megah seperti ini, menurut Vrianca
"Ke kamar saja." jawab Biru singkat sambil terus melangkah ke sebuah lorong menuju ke sebuah kamar
"Kan tadi kamu bilang, kalau acaranya belum selesai. Kenapa malahan ke kamar?" tanya Vrianca lagi dan lagi geram yang masih tak mau diajaknya ke kamar oleh Biru
"Sepertinya kamu sedang tidak sehat, Beb." ujar Biru sedikit cemas melihat mimik wajah kekasihnya sedikit pucat sambil menghentikan langkahnya sejenak menuju tujuannya
"Tidak, aku baik-baik saja." jelas Vrianca lembut sambil meyakinkan Biru agar tidak mengajaknya lagi ke kamar
__ADS_1
"Kau yakin?" tanya Biru meyakinkan Vrianca dengan keadaan dirinya
"Ehm" dehem Vrianca sambil menganggukkan kepalanya meng 'iya' kan pertanyaan dari Biru
"Ya sudah, tapi kalau ada apa-apa kamu bilang langsung padaku ya." ujar Biru lagi sedikit lega setelah mengetahui keadaan kekasih hatinya tersebut
Lagi dan lagi hanya dijawab dengan anggukkan kepalanya saja oleh Vrianca
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘
__ADS_1