
"Apa kamu cemburu dengan benda ini?" tanya Biru sambil menunjukkan gejednya dengan mengoyang-goyangkan ke kanan kiri
" Tidak." jawab Vrianca cepat dan singkat sambil berkacak pinggang
"Lalu?" tanya Biru selanjutnya dari wanita kesayangannya sambil duduk di pinggir tempat tidur Vrianca
Untuk sesaat Vrianca hanya bisa terdiam sesaat seperti sedang mencari sebuah alasan agar bisa berkilah atas ucapan Biru barusan
Dan entahlah apa yang sedang dipikirkan oleh Vrianca, Author sendiri juga tidak tau, 😁😜
"Katakan?" tanya Biru lagi dan lagi sambil menarik tangan Vrianca hingga duduk di pangkuan Biru, lalu memeluk tubuh Vrianca agar tidak pergi kemana-mana
"Bi... Lepas." ucap Vrianca mengalihkan percakapannya dengan Biru sambil sedikit membrontak agar Biru mau melepaskan pelukannya tersebut
"No. Tak mau dan tak akan pernah ku lepaskan, walaupun hanya untuk sesaat." balas Biru sambil tetap memeluk Vrianca, bahkan mempererat pelukannya
"Baiklah, baiklah. Sekarang biarkan aku tidur, aku lelah mau istirahat." ucap Vrianca membiarkan Biru terus memeluk tubuhnya karena percuma saja itu akan menjadi hal yang sia-sia jika Vrianca terus melakukannya
"Siap ratu ku." balas Biru cepat dan singkat, lalu melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Kemarilah... Biar ku bisa memeluk mu." ujar Biru yang sudah siap dalam keadaan berbaring di atas tempat tidur Vrianca
"Boleh aku pertanya sesuatu?" tanya Vrianca yang sudah dalam posisi rebahan dengan tangan kanan Biru yang sebagai bantalannya
"Tanyakanlah, Apa yang sudah menganggu pikiran mu?" jawab Biru dengan sebuah pertanyaan lagi
"Kenapa kau terlalu mencintaiku? Dan kau selalu saja berusaha untuk meyakinkan cintamu untukku? Gimana kalau aku tidak bisa membalas cintamu itu?" tanya Vrianca beruntun sambil memandangi wajah tampan pria yang katanya sangat mencintai dirinya
"Cup." sebuah kecupan singkat di bibir Vrianca di berikan oleh Biru karena sangking gemasnya sebab tingkah laku Vrianca yang begitu menggemaskan dan mempesona menurut Biru
"Bertanya itu satu-satu, Beb. Aku bingung harus menjawabnya yang mana?" jawab Biru lagi
Melihat respon Vrianca seperti itu tidak membuat Biru kesal apalagi marah, malahan membuat Biru semakin gemas ingin ******* habis bibir **** nan manis itu
"Sekarang dengarkan aku, kamu boleh percaya atau tidak padaku, kamu masih inget bagaimana pertama kali kita bertemu?" jawab Biru lagi dan lagi dengan sebuah pertanyaan sambil mempererat pelukannya
"Di sebuah mall dan kau telah mencuri ciuman ku." balas Vrianca cepat yang masih tetap memandangi wajah kekasihnya itu
"Begitu juga dengan ku." ucap Biru sambil memainkan anak rambut yang sedang mengganggu wajah cantik kekasih hatinya itu
__ADS_1
"Oh ya? Aku tak percaya." ujar Vrianca tak yakin dengan perkataan Biru barusan
"Terserah, tapi itu kenyataannya dan dari sanalah aku mulai mencintaimu." ujar Biru tulus dari dalam hatinya
"Awalnya aku memang menyangkalnya, hingga kita dipertemukan lagi..." tambah Biru lagi yang sedang bercerita, tetapi tiba-tiba saja Vrianca memotong percakapannya
"Di sebuah klub." ucap Vrianca dan Biru bersamaan sambil menganggukan kepalanya tanda setuju
"Aku seperti terhipnotis atau bahkan tersihir dengan wanita yang begitu mahirnya memainkan piring hitamnya dengan berbagai tombol yang tak pernah aku mengerti, bahkan tak pernah ku lihat sebelumnya." Lanjut cerita Biru lagi
"Bahkan kalau aku disuru memilih, aku lebih memilih dengan berkas-berkas saja dibalik meja kerja ku atau bertarung dengan para preman, daripada memainkan mainan untuk itu."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka 😘