Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Asik Dengan Dunianya Sendiri


__ADS_3

Tapi itu hanya untuk segelintir orang saja yang mengetahuinya, sisanya orang lain hanya mengenal Biru dengan sosok yang super dingin, super cuwek, super kejam dan super sadis, tanpa mengenal ampun jika seseorang sudah melakukan kesalahan sedikitpun dimatanya


Setelah sarapan yang hampir menjelang makan siang, Biru berniat mengajak Vrianca untuk ikut dirinya ke sebuah jamuan makan siang bersama rekan bisnisnya sambil membicarakan masalah kontrak kerja samanya dengan beberapa perusahaan yang ingin ikut bergabung dengan perusahaan milik Biru


"Sekarang kamu mau tunggu disini atau mau balik ke kamar?" tanya Biru setelah menyelesaikan sarapan yang cukup telat ini sambil mengelap mulutnya dengan serbet yang telah disediakan direstoran tersebut


"Why?" tanya balik Vrianca yang sedikit curiga pada orang yang ada dihadapan tersebut


"Bentar lagi aku ada pertemuan dengan salah satu klien ku disini, apa kamu mau menemani ku." ujar Biru sambil menjelaskannya dan mengajaknya bertemu dengan rekan bisnis Biru disini karena hanya ingin memastikan Vrianca tidak merasa bosan saat bersama dengannya nanti


"Ya, aku tak mau ditinggal olehmu dan aku juga tak mengenal satu pun orang disini selain dirimu." ucap Vrianca asal dan sedikit manja, sebenarnya dia juga bingung mau kemana, karena hanya Biru yang dikenalnya disini


"Apa kamu mulai takut kehilangan ku sekarang?" tanya Biru sambil sedikit menggoda Vrianca dengan sikapnya yang masih saja seperti mood swing


"Bi. Cukup, atau aku akan marah padamu." ucap Vrianca sebal dengan sedikit nada mengancam

__ADS_1


"Ok, ok. Sorry, aku hanya becanda saja Beb. Tunggu sebentar ya." ujar Biru lagi menyesal karena telah berani menggoda pujaan hatinya tersebut sambil mencari seseorang untuk menyiapkan sesuatu untuk dirinya


"John." panggil Biru pada asisten pribadinya dan membisikkan sesuatu yang entah apa itu, karena hanya mereka berdua yang mengetahuinya


"Baik Tuan." kata sang asisten pribadinya Biru patuh dan langsung mengerjakan apa yang telah diminta oleh tuannya tersebut


"Apa yang kau bisikan padanya?" tanya Vrianca penasaran dengan wajah yang sedikit didatar datarkan agar tidak terlalu terlihat oleh Biru bahwasanya Vrianca sedikit penasaran dengan obrolan yang dibisikkan oleh asisten pribadi tersebut


"Tak ada, aku hanya mengatakan untuk menyiapkan kursi tambahan lagi, karena princess ku ini akan ikut pertemuan dengan ku selain dirinya." jawab Biru sambil menjelaskan tentang perihal yang telah dilakukannya pada asisten pribadinya tadi


Setelah acara sarapan yang lumayan terlambat karena dicampur menjadi makan siang sudah selesai oleh Biru dengan Vrianca, Biru masih menggandeng tangan Vrianca dengan mesrah nya menuju ke sebuah ruang khusus untuk acara tertentu seperti rapat bisnis seperti ini


"Selamat siang Tuan Biru." sapa Tuan Teddy rekan bisnis yang akan bekerja sama dengan Biru nantinya setelah melihat kedatangan Biru bersama asisten pribadinya juga dengan seorang gadis cantik yang cukup dikenal olehnya tadi malam sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Biru


"Siang Tuan Teddy." balas Biru sambil membalas uluran tangan Teddy untuk berjabat tangan dengannya pula

__ADS_1


"Bisa kita mulai langsung saja rapatnya." ucap Biru jengkel dan sedikit tak suka karena mata Teddy selalu menuju ke arah Vrianca walaupun Vrianca tak menggubrisnya sama sekali


"Baik Tuan Biru." ujar Teddy sedikit kaget karena kepergok memandang wajah cantik dari calon istri Biru sedari tadi dan Teddy langsung saja menyuruh asisten pribadinya untuk berpresentasi pada Biru selama rapat tersebut berlangsung


Selama rapat berlangsung cukup kondusif, Biru hanya bisa menyimak dengan apa yang telah diterangi oleh asisten pribadi Teddy, asisten pribadi Biru mencatat yang perlu dicatat, sedangkan Vrianca sibuk dengan dunianya sendiri dengan memainkan hpnya sedari tadi, tanpa sedikit pun terganggu dengan percakapan selama rapat berlangsung


Tak terasa rapat berlangsung memakan waktu sampai hampir satu jam tersebut Itu pun berakhir, Vrianca masih saja asik dengan hpnya padahal Teddy sudah keluar dari ruang tersebut dari lima menit yang lalu dengan hasil yang cukup memuaskan dari kedua belah pihak dengan berhasil menandatangani kontrak antara kedua perusahaan tersebut


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:


Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya


Aku tunggu jejak dari kalian semua

__ADS_1


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2