
"Ya sudah, nanti malam kita menepi terlebih dahulu. Kapan-kapan kita akan seperti ini lagi, dan kamu tinggal memberitahukan diriku saja, gimana?" ucap Biru sambil menjelaskannya setiap keinginannya yang akan selalu terpenuhi oleh dirinya
"Ehm." hanya suara deheman Vrianca saja yang keluar sambil menganggukkan kepalanya cepat
"Ya sudah, istirahat ya. Perjalanan masih panjang, nanti akan aku bangunkan saat makan malam nanti." ucap Biru lagi sambi sedikit memberi perintah pada Vrianca untuk tidur
" Tidak mau, aku masih mau jalan-jalan." tolak Vrianca yang masih ingin menikmati suasana dikapal pesiar tersebut
"Apa kamu tidak lelah?" tanya Biru penuh perhatian sambil mengecup kecup singkat pipi Vrianca karena gemas
"Tidak." jawab Vrianca cepat, singkat dan jelas sambil berusaha mendorong tubuh Biru untuk menjauh darinya
"Kamu masih mau ke tempat yang tadi lagi?" tanya Biru lagi sambil terus mempererat pelukannya, karena Vrianca masih berupaya untuk menjauhkan dirinya dari Biru
"Ehm." hanya suara deheman yang keluar dari mulut Vrianca sebagai balasannya sebagai jawabannya
"Memangnya kamu tidak mau berdua-duaan dengan ku?" tanya Biru sekali lagi sambil memegang kedua pipi Vrianca agar mereka bisa saling pandang memandang satu sama lain
"Memangnya kita disana tidak bisa berduaan?" tanya balik Vrianca sebagai jawaban dari pertanyaan Biru
"Bisa. Hanya saja banyak mata yang memandang dirimu dan aku tak suka, karena hanya diriku yang boleh melihat dirimu." ujar Biru yang tak suka orang lain memandang Vrianca, apalagi sampai memiliki sesuatu seperti dirinya
__ADS_1
"Yakin sekali Anda? Memang siapa diri Anda?" tanya Vrianca jengkel dengan pernyataan Biru sambil mendorong kuat tubuh Biru, lalu bertolak pinggang
"Aku? Calon suamimu." jawab Biru mantap dengan percaya diri penuh
"Percaya diri sekali Anda, memangnya diriku menerima Anda?" tanya Vrianca lagi meyakinkan Biru dengan status hubungannya
"Beb... Beraninya ya, kamu." balas Biru jengkel sambil menatap Vrianca sedikit kesal dan ikut bertolak pinggang
"Hahahaha..." suara tawa lepas Vrianca yang berhasil mengerjai Biru sampai berubah mimik wajah seperti itu
"Ampun Bi, geli Bi. Sudah Bi, cukup Bi. Aku menyerah, maafkan aku." ucap Vrianca sesal yang kegelian karena digelitik oleh Biru
Cup
"I love you too, I love you more." balas Vrianca dan membalas pelukannya dari Biru
Awalnya mereka hanya saling peluk memeluk, lalu Biru hanya sekedar mengecup kecup nakal di wajah Vrianca
Awalnya juga hanya mencium bibir Vrianca yang sudah membuatnya menjadi candi buat Biru, lalu turun ke leher jenjang Vrianca dan sedikit turun ke bawah, karena pakai Vrianca sedikit sudah terbuka ulah tangan Biru yang nakal yang terus merayap kemana-mana dan sedikit memberi tanda kepemilikan beberapa disana
"Boleh aku merasakannya sekarang? Rasanya aku tak tahan lagi dan ingin memiliki dirimu seutuhnya." tanya Biru yang meminta izin untuk membuka segel Vrianca sekarang juga
__ADS_1
"Sabar ya, Bi. Aku akan memberikannya saat kita sudah sah menjadi suamiku suatu saat nanti." balas Vrianca yang melarang keras sambil memberi sedikit pengertian dengan cara halus
"Ya sudah, kita menikah sekarang, ayo..." ajak Biru santai sambil menarik tangan Vrianca lembut
"Bi... Sudahlah, lebih baik kita tidur sekarang. Dari pada kamu selalu memikirkan hal yang seperti itu terus menerus sedari kemarin." ujar Vrianca jengkel dengan pernyataan dari Biru sambil menahan tubuh Biru yang ingin mengajaknya menikah sekarang juga
"Ya sudah, tapi peluk aku." ucap Biru manja sambil merentangkan kedua tangannya minta dipeluk Vrianca
Cup
"Ih... Manjanya calon suamiku ini." ujar Vrianca sambil menguyel-uyel hidung Biru gemas, lalu mengecup singkat kening Biru
"Sini, sini... Aku peluk."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka 😘