
Tak ada yang berani menjawabnya pertanyaan dari Vrianca, apalagi memberitahuikannya padanya
Sopir Biru memilih untuk membisu dari pada terkena masalah dari bosnya tersebut, sedangkan Biru sendiri masih tampak marah dan menyuwekan Vrianca akibat perilaku Vrianca yang selalu menolak dan menentang keinginan Biru
Sesampainya di butik Tante Rani yang sekaligus sahabat terdekat dari almarhun Ibunya Biru, langsung saja menyambut hangat dan penuh kasih sayang oleh tantenya sendiri yang sudah dianggapnya sebagai anak kandung dari Tante Rani
"Hallo sayang, sudah lama tak ke tempat Tante nih!" sapa Tante Rani hangat pada anak angkatnya tersebut sambil memeluk dan cipika cipiki pada Biru
Sekilas info Tante Rani ini janda kembang, karena ditinggal suaminya saat dihari resepsi pernikahan akibat serangan jantung yang mengakibatkan suami dari Tante Rani ini meninggal dunia ditempat karena tak sempat ditolong ke rumah sakit
Akibatnya harta warisan suaminya seluruhnya jatuh ketangan Tante Rani secara mutlak karena suaminya Tante Rani ini anak yatim piatu dan tak memiliki sanak saudara sama sekali
"Maaf Tante, aku lagi sibuk-sibuknya soalnya, apalagi ditambah persoalan Nenek." elak Biru sambil memberikan alasan yang sedikit masuk akal dihadapan ibu angkatnya tersebut
"Perjodohan lagi?" tebak Tante biru asal, yang memang sudah mengetahuinya dari Biru sebelumya
Dan itu hanya bisa dijawab dengan anggukkan kepala oleh Biru saja pelan
"Lalu gadis ini?" tanya Tante Rani penasaran yang memang sedari tadi sudah melihat Vrianca saat Biru bersama asistennya masuk ke dalam butiknya
__ADS_1
Vrianca sendiri juga yang sedari tadi awal datang ke butik Tante Rani sekaligus bertemu dengan Tante Rani hanya bisa menyimak dengan seksama percakapan antara Tante Rani dengan Biru, dan entah membicarakan apa? pikir Vrianca
"Namanya Vrianca, aku baru saja jadian beberapa hari yang lalu dengannya." jawab Biru sambil memberitahu mengenai sosok Vrianca pada Tante Rani sambil melihat Vrianca yang berada tepat disampingnya
"Aku takut Nenek tak menerimanya Tante." curhat Biru takut pada Tante Rani akan penolakkan neneknya pada gadis pujaan hatinya sambil menundukkan kepalanya
"Sepertinya dari gadis baik-baik?" tebak Tante Rani lagi saat melihat sosok Vrianca dari ujung kaki sampai ujung kepala
"Iya. Vrianca dari keluarga baik-baik, lebih tepatnya dari Keluarga Kapoor." balas Biru santai sambil menjelaskan kembali tentang sosok Vrianca lagi pada Tante Rani
"Astaga. Kau yakin, sayang?" pekik Tante Rani kaget tentang sosok Vrianca yang sebenarnya sambil menutup mulutnya karena mendapatkan kabar yang mengejut dari Biru
Sedangkan Vrianca malahan semakin bingung dengan percakapan dan rahasia apa saja dibalik cerita antara Biru dan Tante Rani sedari tadi
"Apakah kamu tak memiliki wanita lain?" tanya Tante Rani penasaran dan sedikit mengetes pada anak angkatnya tersebut, karena Tante Rani sebenarnya memang tau betul gimana watak Biru pada setiap wanita
"Maaf Tante, sayangnya TIDAK. aku hanya mencintai Inca." ungkap Biru pada Tante Rani sambil menjelas tentang sosok Vrianca di mata Biru
"Inca?" tanya Tante Rani Bingung yang dipenuhi dengan tanda tanya besar dipikirannya
__ADS_1
"Itu panggilan sayangku padanya, Tante." ungkap Biru lagi tentang Vrianca sambil merangkul pundak Vrianca erat-erat
Vrianca berusaha untuk melepaskan rangkulan Biru dihadapan Tante Rani karena risih dan tak enak dilihat oleh Tante Rani
"Tante taukan, aku paling susah mencintai seorang wanita." ucap Biru lagi dan lagi sambil memngingatkan Tantenya tersebut tentang dirinya sendiri dan melepaskan rangkulannya
"Ya, ya, ya. Tante tau dan mengerti sekali sama kamu." kata Tante Rani paham yang dimaksud dengan ucapan Biru barusan
"Tapi apakah Nenekmu mengerti? Tapi Tante harap 'iya'." harapan dan doa Tante Rani pada Biru tulus
"Semoga." harapan dan doa Biru tulus dan juga besar pada hubungan Biru dengan Vrianca
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka 😘