
Setelah dirasa cukup bicaranya dengan seseorang untuk turut datang mengikuti dirinya jalan-jalan bersama adiknya, Bryan langsung menyuru Vrianca beserta teman adiknya tersebut mengikuti perintahnya
"Tunggu bentar, jangan yang ada masuk ke dalam mobil dulu." perintah Bryan pada adiknya dan teman adiknya tersebut
"Ada apaan lagi sih, Kak?" tanya Vrianca bingung dengan perkataan kakaknya barusan
"Sudah, ikutin saja." ucap Bryan lagi pada adiknya dan teman adiknya tersebut
"Lo curut, duduk di depan. Biar gw sama Vri yang di belakang." sambungnya lagi sambil menyuru teman dari adiknya tersebut duduk di kursi depan nanti saat acara jalan-jalannya
"Ko gitu si Kak?" protes Vrianca pada kakaknya yang tak menerima perintah dari kakaknya tersebut
"Ehm." dehem Bryan geram pada adiknya sambil melototin adiknya agar mau menurut padanya dan menyurunya masuk ke dalam mobilnya terlebih dahulu seperti dengan keinginannya sebelum sahabatnya tersebut sampai menuju ke parkitan kampusnya
Untuk beberapa saat kemudian akhirnya sahabatnya Bryan pun datang hanya seorang diri karena Bryan juga memang menyurunya datang sendiri dan langsung saja masuk ke dalam mobil Bryan
Karena memang sebelumnya sudah melihat bryan di dalam mobil yang sedang melambaikan tangannya agar sahabatnya tersebut langsung cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya Bryan tanpa harus di surunya lagi dengan kata-katanya
"Lama lo." omel Bryan pada sahabatnya tersebut setelah kehadiran sahabatnya tersebut
"Lo yang nyurunya mendadak, malahan nyalahin gw lagi." protes sahabatnya yang tak terima dengan omelan Bryan barusan
__ADS_1
"Ya sudah cepet pindah, ngapain juga lo ada disini? lo yang nyetir nih." perintah Bryan pada sahabatnya agar pindah dari duduknya sambil menyerahkan konci mobil miliknya pada temannya tersebut
"Loh… ko ad yayang gw dan Vri?" tanya sahabatnya Bryan yang baru saja duduk di kursi kemudi dan juga baru saja sadar setelah melihat disebelahnya ada 'Bella' temannya Vrianca
"Sudah jalan, kita ke Mall BV." pinta Bryan lagi pada sahabatnya sambil mengalihkan pembicaraannya agar tidak terlalu lama di parkiran kampusnya tersebut
"Mentang-mentang punya sendiri, mainnya ke sana melulu." protes sahabatnya lagi yang memang hampir setiap hari dirinya pergi ke mall tersebut
Rasanya bosan sekali, Bryan yang selalu mengajak beberapa para sahabat-sahabatnya tersebut termaksud dirinya hanya untuk sekedar bermain ataupun hanya sekedar nongkrong-nongkrong tampan di mall tersebut ala Bryan dengan para sahabatnya tersebut
"Terus kemana lagi? Disneyland? Mau berani bayar berapa?" tanya Bryan beruntun sambil menantanginnya pada sahabatnya tersebut
Karena lelah mendengar perdebatan yang tak berfaidah itu antara kakaknya dengan sahabat kakaknya tersebut untuk berhenti ataupun menutup mulutnya sejenak agar tidak beradu argumen lagi dan lebih memilih keluar dari mobil kakaknya tersebut, lalu melanjutkannya kegiatannya lagi dengan temannya tadi
"Stop, mau selesai sampai jam berapa?" pekik Vrianda sambil menghentikan perdebatan antara kakaknya dengan sahabat kakaknya tersebut
"Kalau masih lama gw mau balik, ayo Bell." ajak Vrianca agar keluar dari mobil kakaknya tersebut dan tetap melanjutkan tujuan awalnya bersama temannya tadi
"Jangan gitu dong sayang, ngambek melulu ah…" rayu Bryan pada adik kesayangannya itu agar tak merajuk sambil menahan tangan Vrianca agar tak keluar dari mobil miliknya
"Sudah jalan cepetan, sudah dikasih kuncinya juga, bukannya jalan." perintahnya Bryan lagi pada sahabatnya
__ADS_1
"Ya sudah, lo saja nih yang nyetir." tolak sahabatnya Bryan yang memang dari tadi moodnya sudah hancur dengan perdebatannya tadi bersama Bryan
"Ayo Bell." ajak Vrianca lagi pada temannya tersebut setelah melihat kakaknya bersama sahabatnya tersebut malahan melanjutkan perdebatannya yang tadi sambil berusaha melepaskan pegangannya dari kakaknya, lalu keluar dari dalam mobil kakaknya
"Vri… Vri… tunggu sayang." panggil Bryan pada Vrianca sambil terus merayu adiknya lagi agar mau ikut kembali bersama dengannya dan mengikuti adiknya pergi kemanapun
"Mana kunci motor lo?" pinta Vrianca agar temannya tersebut mau menyerahkan kunci motornya padanya setelah sampai di depan motor milik temannya tersebut
"Cepetan naik." pinta Vrianca lagi pada temannya agar cepat-cepat pergi meninggal kakaknya tersebut
"Dek… tungguin Kakak, dek."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘
__ADS_1