
"Kenapa si bos jadi senyum-senyum sendiri semenjak bertemu gadis tadi? Mudah-mudahan gadis tadi bisa membuat jati diri bos menghangat lagi kaya dulu." harap asisten pribadi pria asing tadi agar Tuannya bisa mendapatkan kebahagiannya lagi setelah beberapa tahun lamanya menjadi seorang pria yang dingin, arogan dan kejam pada setiap bawahannya
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Setelah menarik sedikit paksa adiknya untuk keluar dari clubs tersebut, Vrianca langsung disuruh masuk ke dalam mobil dan membawanya pulang kerumahnya karena sekarang sudah menunjukan pukul dua belas lewat lima belas menit
Dan tiba-tiba saja di dalam mobil suasana menjadi sedikit mencekam karena Bryan terus-terusan saja menginterogasi adiknya seperti seorang polisi bertanya pada seorang maling dengan kejahatan yang cukup fatal
"Kamu bicara sama siapa tadi?" tanya Bryan pada adiknya pura-pura tidak mengetahui dengan sosok pria yang tadi mendekati adiknya tersebut
"Nggak tau dan nggak mau tau." jawab Vrianca cewuk dan jujur pada kakaknya tersebut
"Dek, kamu harus hati-hati dengan pria tadi." imbuh Bryan khawatir tentang keselamatan adiknya yang tak bisa menemaninya apalagi menjaganya selama dua puluh empat jam pada adik kesayangannya tersebut
"Bomat." balas Vrianca cuwek lagi dan masa bodo kan kata-kata dari kakaknya
"Dek, kali ini saja dengerin Kakak." pinta Bryan sedikit memohon sambil memegang tangan kiri adiknya dan melihat sebentar kearah adiknya tersebut karena Bryan masih harus berkonsentrasi menyetir mobilnya
__ADS_1
"Iya Kak Bry." balas Vrianca pasrah dan patuh pada kakaknya sambil menundukkan wajahnya dan sesekali melirik kakaknya tersebut
"Sekarang aku ngantuk, aku mau tidur, nanti kalau udah sampai gendong aku sampai kamar ya." pinta Vrianca pada Kakaknya karena memang merasa lelah dengan kegiatan seharian ini yang masih menundukkan wajahnya
"Iya." balas Bryan singkat sambil membelai kepala adik kesayangannya dengan lemah lembut
Sesampainya di kediaman 'Keluarga Kapoor', mobil milik Bryan sudah terparkir cantik di garasi mobil rumahnya
Dan Bryan langsung saja masuk ke dalam rumahnya menuju kamar adiknya setelah dibantu bukakan pintu rumahnya oleh kepala pelayan di rumah kediaman Keluarga Kapoor, tetapi sempat dipergoki oleh Mommy nya yang sedang menggendong adiknya tersebut
"Iya, mom." jawab Bryan singkat sambil mengangkat tubuh adiknya menuju kamar adiknya karena tidak mau membuat bertambah curiga pada kedua anaknya tersebut yang selalu keluar malam-malam
Setalah mengatakan tersebut, Bryan langsung saja meletakan adiknya dengan hati-hati ke tempat tidur nyamannya perlahan agar adiknya tidak terbangun apalagi menganggu tidurnya, lalu menyelimuti adiknya dan segera pergi meninggal kamar adiknya menuju kamarnya sendiri
Sedangkan Mommy Vina setelah bercakap sebentar dengan anak laki-lakinya langsung masuk ke dalam kamarnya lagi untuk melanjutkan tidurnya setelah mengambil air minumnya habis yang ada di dalam kamarnya dari dapur
"Sebenernya anak gadismu dari mana si Mom?" tanya Daddy Ben yang mulai curiga dengan gelagat anak gadisnya tersebut setelah sedikit mendengar samar-samar percakapan istrinya dengan anak laki-lakinya
__ADS_1
"Dari rumah bella, makanya Vri minta jemput sama Bry, lagian tadi kan Vri kan nggak bawa kendaraan." jelas Mommy Vira pada suaminya agar tidak menjadi masalah lagi yang membuat hubungan suaminya dengan anak gadisnya yang semakin buruk
"Iya maaf." sesal Daddy Ben karena sudah mengira yang tidak-tidak tentang putri kesayangannya tersebut
"Mulai besok, coba kamu perbaiki ya dan jangan coba-coba kamu sakiti anak gadis Mommy lagi." pinta Mommy Vira dan sedikit mengeluarkan ancaman pada suaminya
"Iya Mommy Ku sayang." balas Daddy Ben pasrah dan patuh pada istri tercintanya sambil mencuri kecupan singkat di pipi kiri istrinya
ππππππππππππππ
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka π
__ADS_1