
"What? I didn't hear it, Beb." ujar Biru sambil menggoda Vrianca yang tengah diliputi rasa bahagia seperti dirinya setelah mendengar Vrianca mengungkapkan isi hatinya secara spontan dan itu membuat kebahagiaan Biru semakin bertambah tambah di hatinya
"Bi... Kau jangan menggoda ku." ucap Vrianca malu sambil menyembunyikan wajahnya di dada Biru dan memukul dada Biru pelan
Biru hanya bisa tertawa lepas mendengar ucapan Vrianca barusan, membuat kebahagiaan melebihi seseorang mendapatkan hadiah dari undian. "Hahahaha..."
"kau sangat manis, Beb. Gimana kalau sekarang kita ke kamar kita?" ajak Biru sambil mengangkat dagu Vrianca yang ingin melihat wajah Vrianca yang malu-malu tersebut
Vrianca hanya menjawab dengan anggukkannya saja pelan, karena Vrianca masih terasa malu seusai Vrianca mengungkapkan isi hatinya di depan Biru langsung dan itu juga membuat Biru sangat amat bahagia pada hari ini
Di ajaklah Vrianca ke kamar utama di dalam masion tersebut oleh Biru, sambil melewati beberapa anak tangga dan beberapa kamar yang tak berpenghuni tersebut, tetapi masih tetap tertata rapih dan bersih seperti keinginan Biru selama ini
Anak tangga menuju kamar pribadi Biru
__ADS_1
Kamar utama sekaligus kamar pribadi Biru di Masion miliknya
"Gimana Beb? Bagus tidak? Kau suka?" tanya Biru beruntun setelah dirinya dan Vrianca masuk ke dalam kamar miliknya sambil memeluknya dari belakang
Vrianca hanya bisa menjawab dengan anggukkannya saja, karena Vrianca sendiri bingung untuk menjelaskannya dengan sebuah kata-kata
"Tapi gimana dengan para tamu-tamu mu, kalau kita di sini?" tanya Vrianca bingung sambil sedikit memikirkan nasib para tamu Biru yang ikut ke kapal pesiar miliknya tersebut sambil melepaskan pelukan Biru lalu menghadap ke wajah Biru
"Kau tak perlu memikirkannya, aku sudah mengurusnya melalui John?" balas Biru sambil meraih tangan kiri Vrianca, lalu mengecup kening Vrianca sangat dalam dan cukup lama
"Aku sangat mencintaimu." ungkap Biru di hadapan Vrianca sambil menyelipkan anak rambut Vrianca ke belakang telinga Vrianca, lalu mengelus pipi kanan Vrianca
Tak lama Biru mendekatkan wajahnya ke wajah Vrianca untuk meraih bibir mungil Vrianca yang terasa manis menurut Biru, menyesapnya, ********** dan bahkan menggigit kecil bibir Vrianca agar mau membuka sedikit mulutnya, agar Biru dapat dengan leluasa memainkan lidahnya ke dalam rongga mulu milik Vrianca
"Ehm..." satu desahan keluar begitu saja saat Biru sedang mengecup dan mengisap batang leher jenjang Vrianca selepas puas main di bibir Vrianca, bahkan sudah meninggal beberapa jejak kepemilikannya disana
Karena Vrianca yang masih sedikit sadar atas perlakuan Biru, Vrianca berusaha memukul-pukul Biru agar menyudahi permainannya, supaya tidak terjadi yang tidak Vrianca inginkan
__ADS_1
"Bi... Cukup, aku ingin menyerahkan semuanya saat kita sudah menikah nanti dan bukan sekarang. Walaupun aku tau, kamu pasti akan bertanggung jawab atas perbuatanmu ini nanti, Bi." ujar Vrianca menyadar Biru atas segala perbuatannya setelah menghentikan kegiatan panasnya sebelum terlalu jauh nantinya
"Maaf. Maafkan aku yang sudah lacang melakukannya, aku..." ucap Biru terpotong, kala Vrianca melanjutkan ucapan Biru selanjutnya
"Aku tau Bi, dan aku juga tak akan marah dengan mu." ujar Vrianca mengerti dengan segala ucapan Biru yang benar-benar menyesal telah melakukannya dan hampir melampaui batasannya
"Gimana kalau kamu mengajak ku keliling masionmu ini setelah makan malam nanti?" tanya Vrianca dan mengajak Biru sambil sedikit mengalihkan rasa kecanggungan di antara Vrianca dan Biru, setelah kejadian barusan
"Good idea. Ayo... Mungkin sekarang para maid sudah selesai menyiapkan makan malamnya untuk kita dan yang lainnya." ujar Biru sambil mengajak balik Vrianca untuk acara makan malamnya bersama para tamu Biru yang ada di kapal pesiar tersebut
"Ayo..."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘