Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Mulai Manja


__ADS_3

Lagi dan lagi hanya dijawab dengan anggukkan kepalanya saja oleh Vrianca


Lalu Biru dan Vrianca akhirnya berbalik haluan menuju aula yang cukup luas, megah dan mewah yang berada didalam sebuah kapal pesiar tersebut yang sudah tersusun rapih dan apik meja beserta kursi serta juga hidangan-hidangan yang mewah pula disaan


"Selamat malam Tuan Biru, sepertinya membawa seseorang malam ini." sapa seorang pria yang diketahui salah satu rekan bisnis Biru yang sedang ikut serta kerja sama dengan pemilik kapal pesiar tersebut setelah melihat kedatangan Biru dengan Vrianca yang selalu berada di sampainya


"Oh... iya, kenal ini calon istri saya, Inca namanya." balas Biru ramah pada rekan bisnisnya tersebut sambil memberikan senyum manisnya


"Inca." ucap Vrianca memperkenalkan dirinya pada salah satu rekan bisnis Biru


"Teddy." balas salah satu rekan bisnis Biru yang baru saja diketahuinya bernama 'Teddy'


"Mari, saya ingin menyapa para tamu yang lain." ujar Biru berusaha Rama setelah melihat Teddy yang selalu menatap kearah Vrianca


"Ah... iya Tuan, silakan." balas Teddy sopan tetapi matanya masih tetap tertuju pada Vrianca

__ADS_1


Biru masih saja terus memperkenalkan Vrianca pada semua rekan bisnisnya bahwa Vrianca adalah calon istrinya dan bahkan akan segera melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini


Dan itu berhasil membuat Vrianca semakin kager dan syok atas semua pernyataan Biru pada rekan-rakan bisnisnya, bahkan sekarang sakit kepala yang diderita oleh Vrianca malahan semakin parah atas pernyataan Biru sedari tadi


"Ayo... acaranya hampir selesai, aku tidak mau kamu kelelahan nantinya, Beb." ajak Biru untuk meninggalkan acara tersebut, setelah puas memperkenalkan Vrianca pada semua rekan bisnisnya di aula tersebut


Vrianca hanya bisa menurut diajak Biru karena dirinya juga sudah tak betah berlama-lama dalam suatu pesta seperti ini, menurutnya


Ditambah lagi sekarang juga sudah hampir pagi, dari kemarin juga Vrianca sama sekali belum mengistirahatkan tubuhnya sama sekali


Mungkin itu lah sebabnya kenapa tiba-tiba saja kepala Vrianca berdenyut terus menerus sedari tadi, bahkan saat pertama kali Vrianca menginjakkan kakinya di kapal pesiar tersebut


"Istirahat lah terlebih dahulu, aku akan mengambilkan obatnya sebentar." ujar Biru sambil membantu membaringkan tubuh Vrianca agar bisa memposisikan tidurnya senyaman mungkin, menurut Biru


"Ini minum dulu obatnya, nanti baru tidur lagi." ucap Biru lagi sambil memberikan obat pada Vrianca yang sudah di pintanya di ruangan klinik sementara yang ada di kapal pesiar ini melalui asisten pribadinya tadi sebelum Biru masuk ke dalam kamarnya

__ADS_1


Setelah membantu Vrianca meminumkan obatnya tadi, Biru membantu Vrianca lagi untuk membaringkannya lagi tubuhnya ke posisi nyamannya


"Jangan pergi, temenin gw disini." ucap Vrianca manja dan lembut sambil menahan tangan Biru untuk menjauh dari tempat tidur yang sedang ditempatkan oleh Vrianca


"Iya, aku tak akan kemana-mana." balas Biru tak kalah lembutnya dari Vrianca sambil membelai rambut Vrianca dan tersenyum manis sekaligus bahagia karena untuk pertama kalinya Vrianca berucap manis padanya seperti tadi


Lalu Biru naik ke atas tempat tidur dan menemani Vrianca sampai tertidur pulas sambil memeluk tubuh Vrianca dan mengusap-usap punggung Vrianca


Setelah dirasa Vrianca sudah tertidur pulas, Biru mengambil benda pipih nya dari saku celana kanannya yang bernama smartphone untuk menghubungi asisten pribadinya agar merubah jadwal pertemuannya paginya menjadi siang hari saja karena sebuah kendala yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:


Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya

__ADS_1


Aku tunggu jejak dari kalian semua


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2