Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Meyakinkan Hati Vrianca


__ADS_3

"Bukan begitu Sweetheart, aku bersungguh sungguh mencintaimu. Aku tak akan pernah melepaskanmu, kalau kamu mau. Kita bisa menikah sekarang?" ujar Biru lagi bersungguh sungguh dengan hati dan pikiran yang begitu mantap tanpa sedikit pun keraguan dalam hatinya


"Are you sure?" tanya Vrianca meyakinkan dirinya dan Biru pula atas perkataannya dan kesungguhannya tersebut sambil tersenyum senang kala mendengar pernyataan dari Biru


"Yes, aku akan melakukan apapun untukmu agar kamu terus tersenyum seperti ini." jawab Biru yakin seyakinnya tanpa secuwil pun keraguan dalam dirinya


"Ok, aku percaya padamu kali ini, tapi kalau kamu berani beraninya membohongin diriku sekali saja, tak ada kata maaf lagi buatmu." balas Vrianca mulai percaya atas ucapan Biru barusan, walaupun masih sedikit keraguan dalam hatinya


"Percayalah padaku Beb, bahwasanya aku ini bukanlah pria yang mudah untuk jatuh cinta pada setiap wanita manapun, walaupun dirinya memiliki wajah yang lebih cantik dari dirimu ataupun lebih kaya dari diriku." ucap Biru tulus dari lubuk hatinya sambil menjelaskan tentang isi hatinya tersebut


"Promise?" ujar Vrianca sambil membuat janji kelingking saat dimana masa kanak kanak dulu bahwa jika yang sudah diikatkan kedua kelingkingnya, berarti tidak boleh diingkarinya dan jika mengingkari mendapatkan hukumannya


"Yes, promise." ujar Biru sambil membalas dan melingkarkannya kelingkingnya Biru ke kelingking Vrianca

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang kita jalanin saja. Aku tidak mau terlalu terbuai dengan bualan mulut manismu itu." ucap Vrianca lagi yang sedikit menyindir perkataan Biru yang cukup manis dan bisa bikin diabetes hati para setiap wanita


"Gimana kalau setelah perahu ini menepi, kita langsung saja melangsungkan pernikahan Beb?" ajak Biru sambil sedikit memberi tantangan dan mengoda Vrianca agar mau dinikahinya secepatnya


"Kita liat nanti, siapa tau kamu berubah pikiran atau kamu malahan berkhianat dariku?" sindir Vrianca lagi sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Itu tak akan pernah terjadi Beb, dan sangat amat mustahil." ujar Biru lagi mantap tanpa keraguan sedikitnya di hatinya


"Kita liat nanti, ok. Sekarang anterin aku ke tempat makan, ini sudah lewat jam breakfast dan hampir waktunya kita Lunch." kata Vrianca sambil menunjuk jam tangannya yang melingkar indah ditangan kirinya bahwasanya sekarang tengah menunjukan hampir pukul sepuluh lewat lima belas menit waktu makan siang hari sudah hampir mendekati


"No problem, it's ok." ujar Vrianca santai karena sebenarnya ini juga salahnya karena mengajak Biru bicara sampai melupakan sarapannya


"Ya sudah, sekarang kita kesana, John juga pasti sudah menyiapkannya sedari tadi." kata Biru sambil menggenggam erat tangan Vrianca karena sekarang Vrianca pun sudah mau membalas genggaman tangan dari Biru

__ADS_1


Setelah sampai ditempat makan Biru langsung saja meminta para pelayan menyajikan menu makan yang paling banyak di request ditempat tersebut, selama makanpun sekarang Vrianca mulai mau diajak bersenda gurau bersama Biru, karena pada dasarnya sebenarnya Vrianca memang memiliki kepribadian yang menyenangkan dan humoris


Jadi sah sah saja jika Vrianca merasa happy dengan segala canda tawa Biru yang diberikannya, karena Biru pun juga sosok pria yang priang, bahkan konyol


Tapi itu hanya untuk segelintir orang saja yang mengetahuinya, sisanya orang lain hanya mengenal Biru dengan sosok yang super dingin, super cuwek, super kejam dan super sadis, tanpa mengenal ampun jika seseorang sudah melakukan kesalahan sedikitpun dimatanya


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:


Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya


Aku tunggu jejak dari kalian semua

__ADS_1


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2