Bad Girl Yang Dingin

Bad Girl Yang Dingin
Ada Syarat dan Ketentuannya


__ADS_3

"Jadi kekasihku." jawab Biru lagi dan lagi santai dengan wajah dinginnya dan datar


"Tak sudi dan tak akan pernah mau denganmu." tolak Vrianca mentah-mentah keinginan Biru yang tak mau menjadikan dirinya kekasih Biru ataupun yang terikat dengan seorang pria manapun, kecuali keluarganya


"Oya? apa kamu mau aku bilang pada orang tuamu bahwa kita sudah pernah tidur bersama?" ujar Biru bohong dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikarang bebasnya agar Vrianca mau menjadi kekasihnya


"Apa maksudmu?" tanya Vrianca bingung dengan pertanyaan Biru yang seperti dibuat-buat oleh Biru


"Aku hanya ingin dirimu menuruti keinginanku semuanya, kalau tidak aku akan datang keorang tuamu sekarang juga dan bilang bahwa kita sudah tidur berdua di sebuah kamar, gimana? tanya Biru lagi licik sambil melangka ingin keluar dari restoran tersebut dan memancing reaksi Vrianca


Dan benar saja, Vrianca langsung mencegah Biru pergi dari restoran tersebut


"Baik, berapa lama?" tanya Vrianca berusaha bernegoisasi dengan Biru sambil mencegat kepergian Biru dengan memegang tangannya Biru


"Selamanya." ucap Biru santai sambil kembali duduk lagi disamping Vrianca


"No, kamu pikir aku ini apa? Jangan pernah memaksa diriku." pekik Vrianca lagi dengan nada suaranya yang lumayan kencang sambil bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Biru

__ADS_1


"Aku bukan tahanmu, karena kasus kriminal atau apapun itu." ucap Vrianca lagi pada Biru


"Kau memang bukan tahan kriminal, tapi tahanan cintaku." balas Biru lagi sambil mendongakkan kepalanya melihat ke arah Vrianca yang jauh lebih tinggi karena Biru sedang duduk sedangkan Vrianca berdiri dan memberikan senyum termanisnya


"Hahaha… anda lucu sekali, Tuan." tutur Vrianca sambil tertawa garing di depan Biru berusaha bernegoisasi kembali pada Biru


"Tak apa, aku pun juga sedang tidak melucu." balas Biru kembali sambil bangkit lagi dari posisi duduknya


"Jawab saja, iya atau aku akan pergi ke rumahmu sekarang juga." ucap Biru lagi dan lagi yang mulai bingung memenuhi keinginannya tetapi tidak menyakiti gadis pujaan hatinya


"Baiklah, baiklah. Aku mengikuti inginanmu, tetapi ada syarat dan ketentuan." pinta Vrianca saat terbesit sebuah cara untuk meloloskan diri dari keinginan Biru


"Terserah, atau tidak sama sekali." balas Vrianca santai sambil menjatuhakan sebuah pilihan yang lumayan sulit buat Biru


Kali ini Bella dan John benar-benar hanya dijadikan penonton sekaligus saksi perdebatan yang sengit antara Biru dan Vrianca yang sama-sama memiliki sikap yang keras kepala dan bersifat dingin pada semua orang tanpa terkecuali


"Sebutkan syarat dan ketentuannya." ucap Biru sambil meminta keinginan Vrianca

__ADS_1


"Tidak sekarang. Apa anda bisa lihat, sekarang saya sedang apa?" tanya Vrianca sambil mengingatkan Biru, bahwa Biru sudah mengganggu makan siang Vrianca dengan temannya 'Bella'


"Baiklah, aku juga akan ikut makan karena aku juga sudah lapar." ucap Biru santainya lagi sambil mengajak Vrianca untuk melanjutkan makan siangnya tersebut bersama Bella


"Huuuff…" suara hembusan nafas yang keluar dari mulut Vrianca yang begitu berat dan panjang karena menahan emosi sedari tadi akibat ulah Biru


"Bel, ayo lanjut makan lagi." kata Vrianca yang masih memikirkan keadaan Bella dan menyadari hanya menjadi penonton perdebatan Vrianca dengan Biru tadi


"Ehm." hanya terdengar suara deheman yang keluar dari mulut Bella yang merasa sedari tadi hanya dianggap obat nyamuk oleh sepasang manusia yang mulai mengenal cinta tetapi masih membesarkan keegoisannya saja


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:


voce, like and comment sebanyak-banyaknya


Aku tunggu jejak dari kalian semua

__ADS_1


Salam hangat dari author Alka 😘


__ADS_2